Sekretaris Dan CEO Dingin

Sekretaris Dan CEO Dingin
penembakan dari klien


__ADS_3

dengan rapinya young min berpakaian dengan kemeja putihnya saja sih,seorang klien sudah menunggu di mejanya,


Klien ini ialah jebakan untuk youngmin yg disiapkan oleh dongwook pamannya sendiri.


"mamp*s kau young min.."gumam dongwook yg berbicara dari telpon dikota seoul


Soo youn yg membuat teh untuk kliennya.


"ini sya sajikan teh!"


young min pun datang sambil melipat lengan kemejanya.


"pagi tuan!"sikap dinginya sempat menyambut.


"pagi..!"jawab kliennya juga.


berbincang panjang lebar,sampai 30 menit,dan Soo youn hanya menunggu dikamar mandi,karna dia dilarang menguping apapun.


"wahh keren juga apa anda ada proyek baru?"tanya klien itu tanpa mencurigakan.


"tunggu sya akan mengambil berkas lain!"ucap youngmin menuju meja samping jendela,dan mencari file filenya.


Kliennya mengeluarkan pistol,dan tangannya sudah siap dipelatuk pistolnya.


"kami akan membuat.."


"Dorrr"satu peluru keluar dari sarangnya.


seketika youngmin menjatuhkan berkasnya,matanya meruncing.

__ADS_1


klien itu segera lari dan kabur,youngmin langsung mencakup perutnya yg diterobos peluru masuk,youngmin langsung mencari tumpuan kejendela.


"soo...youn..!"rintihnya.


Soo youn yg mendengar tembakan peluru dan panggilan lirih youngmin segera keluar dan triak.


"young...!"menghampiri dan panik.


tangan youngmin seketika berwarna merah segar dan kemeja yg berlumur darah.


"young..young..aku harus apa sekarang?"panik Soo you melihat young bibirnya gemetar.


Brurkk


youngmin terduduk dilantai dengan nafas terburu-buru.


"ahh.. sakit..!"ringisnya masih bisa berbicara.


"jangan...aku mohon...jangan..aku masih ingin mempertahankan perusahaan ayahku....!"lirih youngmin.


"apa perusahaan lebih penting hah?"bentak Soo youn.


"iya..aku mohon jangan ..aku memohon padamu..jangan katakan pada siapa siapa jika aku terluka..!"lirih lemah youngmin.


youngmin pun disandarakan ditempat tidur dengan bersimbah darah,"apa aku boleh mengobatimu?aku pernah menjadi dokter saat kuliah!"ucap Soo youn kelewat panik.


youngmin hanya mengangguk dengan lemahnya.


"tapi...ini akan sakit..!"ucap Soo youn.

__ADS_1


Soo youn beruntungnya dia tdk sengaja membawa p3k saat kesini,ada pencapit peluru.


"aku tdk membiusnya!"ucap Soo youn


"hmm!"dengan pasrah youngmin menjawab.


air mata young min jatuh saat menahan operasi tanpa bius dari seo yun, yg begitu menyakitkan.


"Ting"peluru berhasil keluar.


"ahh.."lega youngmin beberapa menit menahan sakit dari operasi yg mengalir peluru dari perut.


"ini tdk menjamin,ini hanya mengeluarkan peluru..hiks..hihihi.."ucap Soo youn ditengah tangisnya.


youngmin tdk menghiraukan tangis Soo youn yg ada di otaknya hanya rasa sakit karna darahnya keluar seperti air.


young min juga menangis dalam diam memegangi perutnya yg berdarah.


"Berhentilah..menangis...biarkan aku yg merasakan sakitnya.."lirih youngmin.


"bagaimana aku tdk menangis..hiks..hiks..kau bisa sekarat nanti..!"bentak Soo youn ditengah tangisnya.


Hari mulai sore youngmin hanya mengganjal lukanya dengan kain.


Matanya sangat sayu dari biasanya, keringat dingin mengucur ditubuhnya.


bibirnya juga pucat,bibirnya tdk berhenti bergetar,Soo youn membaringkan youngmin karna sudah malam.


"aku mohon..tetaplah kuat sampai besok..besok kita akan kerumah sakit,besok orang orang akan cuti..tdk ada yg bakal tau jika kau terluka"ucap Soo youn menatap youngmin yg sudah melemah.

__ADS_1


Soo youn pun tidur disamping youngmin tanpa batas apa apa.


Dia memeluk tubuh ringkuk youngmin yg sudah melemah,dan youngmin hanya diam menahan sampai besok.


__ADS_2