Selangkah Bertemu Jodoh

Selangkah Bertemu Jodoh
Selangkah Bertemu Jodoh, 1


__ADS_3

Aku tidak tahu bagaimana awalannya di mulai. Tetapi aku benar-benar bertemu di Bus 021. Apa artinya ini?


*


Bel masuk berbunyi, Clara gadis periang berlari mengejar gerbang yang hampir di tutup oleh Satpam Sekolah.


"Ah. Tunggu pak!" Teriak Clara mempercepat langkahnya.


Tidak hanya Clara, begitu banyak siswa siswi yang terlambat hari ini. Gerbang sedikit lagi akan di tutup tepat di depan mata Clara. Clara mengeluarkan seluruh kekuatannya yang tersisa, dan...


'Tuk.'


Pintu gerbang tertutup tepat di depan matanya. Clara ingin menangis rasanya, begitu pula siswa siswi yang ada di belakang Clara. Mereka terlambat. Terlebih melihat penjaga gerbang saat ini terkenal galak dan tidak memberikan toleransi sedikitpun.


"Pak, kami mohon. Biarkan kami masuk." Ucap salah satu siswi kepada penjaga gerbang tersebut.


Penjaga gerbang itu menatap tajam, "Pulang sana. Sudah melewati jam masuk!"


Para siswa siswi yang terlambat hanya dapat menghela nafas. Clara mengigit kuku jari tangannya karena khawatir pagi ini kelasnya ada ulangan. Dia tidak ingin nilainya turun, gara-gara tidak mengikuti ulangan hari ini. Terlebih penjaga gerbang hari ini sangat sulit di bujuk.


Semua siswa siswi yang terlambat memutuskan kembali pulang bahkan ada yang memutuskan untuk memanjat tembok belakang sekolah atau membolos nongkrong di mall.


Clara tidak pandai dalam masalah manjat memanjat karena dia tidak jago dalam hal itu, termasuk olahraga.


Clara berdiri di depan tembok belakang sekolah. Beberapa siswa laki-laki sudah melewatinya lebih dulu. Saat ini tinggal Clara sendirian di sana. Clara mengingat cara memanjat yang di lakukan siswa laki-laki sebelumnya dan mulai menaikkan satu persatu kakinya ke tembok.


'srett'


"Aduh." ringis Clara karena kaki kanannya terpeleset dan tergores ke tembok. Beruntung tangannya masih memegang tembok dan tidak berakhir jatuh.


Ketika Clara sibuk dengan lukanya, seseorang siswa laki-laki lain naik ke tembok di sebelahnya. Dia menoleh.


'Deg'


"Apa lihat-lihat?" Ucap siswa laki-laki itu ketus.


Clara tahu siapa siswa laki-laki itu. Dia salah satu anak nakal di sekolah dan banyak membuat masalah. Siswa laki-laki itu dalam sekejap mata sudah berhasil turun masuk ke pekarangan sekolah.


Clara sudah berhasil berada di puncak tembok. Namun dia kebingungan untuk turun ke bawah karena di luar perkiraannya tembok itu lebih tinggi.

__ADS_1


Siswa laki-laki itu tampak merapikan seragamnya dan hendak pergi.


"Tunggu!" Panggil Clara sedikit berbisik namun dapat didengar oleh siswa laki-laki itu dan menoleh melihat Clara yang kesusahan di atas.


"Apa?" Tanyanya ketus.


"To-tolong bantu aku." Ucap Clara meringis kebingungan mencari pijakan yang tepat.


Siswa laki-laki itu sedikit berdecak kesal namun tetap membantu Clara turun. Dia mengulurkan tangan kanannya ke Clara dan Clara memegang erat dengan kedua tangannya. Clara memejamkan matanya takut, dan...


'srett'


Siswa laki-laki itu menahan pinggang Clara, tepatnya menggendongnya. Clara berhasil menginjakkan kakinya ke tanah lalu mengangkat wajahnya menatap siswa laki-laki itu dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat.


"Terimakasih." Ucap Clara.


Siswa laki-laki itu buru-buru melepaskan tangannya dari pinggang dan tangan Clara lalu pergi dari tempat itu. Clara kebingungan lalu tidak ambil pusing merapikan rok nya dan bergegas ke kelas.


*


Clara masuk ke kelas yang sudah ramai dan teman-teman sekelasnya sibuk mengatur bangku. Clara beruntung karena guru belum masuk ke kelas.


"Hei, Ra. Sini-sini." Panggil Rani.


"Kok tumben telat Ra?" Tanya Sumi.


Sumi duduk di depan Clara. Sumi adalah gadis paling cantik di kelasnya dan banyak siswa laki-laki dari kelas lain melihatnya.


"Ini nih. Kesiangan aku. Gara-gara cuaca mendung, ku pikir masih subuh, eh ternyata dah jam 7 an." Jelas Clara.


"Haha, sama. Tadi aku juga gitu dan nambah tidur, tapi untung si rezi membangunkan ku." Ucap Violetta.


Violetta duduk di depan Rani tepatnya Rani di sebelahku. Violetta adalah sosok gadis yang cuek namun kalau sudah akrab dengannya, dia banyak bicara dan Violetta memiliki seorang adik laki-laki bernama Rezi yang masih SMP.


Clara memiliki teman akrab di kelas yaitu Rani, Sumi, dan Violetta. Clara sudah lama berteman dengan mereka sejak masuk SMA. Sekarang Clara sudah berada di tingkat akhir bangku SMA dan sudah menjadi senior.


Tidak lama, guru masuk ke kelas. Semua murid duduk dengan tenang bersiap ulangan. Semua murid mengumpulkan ponselnya di taruh dalam kotak di meja guru depan kelas sementara tas di letakkan di depan dekat papan tulis.


Clara sudah belajar tadi malam. Jadi dia berharap bisa menjawab soal dengan lancar hari ini.

__ADS_1


*


Kantin.


Suara siswa siswi terdengar di seluruh ruangan. Ini adalah tempat paling berisik di sekolah terlebih ketika jam istirahat.


Clara duduk bersama teman-temannya di bangku sebelah kanan. Clara memakan sandwich nya sambil memainkan ponselnya.


"Vi, lihat. Ini loh yang ku ceritain kemarin." Ucap Rani semangat menunjukkan layar ponselnya pada Violetta.


Clara penasaran dan ikut melihat bersama Sumi.


"Apa tuh? Bagi lihat dong." Sahut Sumi yang tidak bisa melihat dengan jelas karena duduk berseberangan.


Clara dan Sumi duduk bersebelahan sementara Rani dan Violetta di depan mereka.


Rani menunjukkan foto siswa laki-laki yang tampan mengenakan seragam sekolah lain.


"Siapa tuh?" Tanya Clara penasaran.


"Itu loh. Anak SMA C. Keren kan? Kemarin dia minjamin aku payung di halte bus. Ganteng banget, gila..," ucap Rani semangat dengan mata berbinar-binar.


Mereka pun tertawa dan mengucapkan selamat kepada Rani semoga berjodoh. Rani menceritakan semua tentang siswa laki-laki tampan yang menolongnya itu dan mereka mendengarkannya sambil memakan makanan mereka masing-masing.


Clara sibuk mengunyah sandwich nya dan ketika dia menoleh pandangannya tiba-tiba bertemu dengan siswa laki-laki yang menolongnya tadi pagi.


Siswa laki-laki itu tengah mengobrol dengan teman-temannya sembari mencari meja kosong. Dia melewati bangku Clara dan Clara merasa gugup.


"Ga, tadi lo ke sana. Gimana apanya haha..," ucap siswa laki-laki lain yang adalah teman laki-laki yang menolong Clara tadi.


Dia tengah di rangkul oleh temannya itu.


"Gak tahu gue, lo urus saja besok. Gue sibuk." Ucap siswa laki-laki itu.


Clara melihat name tag di baju laki-laki itu. 'Raga Primadi Saputra'.


Begitu pula siswa laki-laki yang menolong Clara itu melihat name tag yang ada di bajunya. 'Clara Sekarida'.


'Deg'

__ADS_1


Raga dan temannya telah melewati Clara sembari mengobrol satu sama lain. Sementara Clara menunduk tidak menoleh ke belakang karena dia  tiba-tiba saja merasa gugup. Perasaan aneh yang mereka berdua rasakan satu sama lain dan sensasi yang di ciptakan tanpa sadar menimbulkan warna tersendiri. Clara dengan rona samar di kedua pipi. Raga dengan rona samar di telinganya.


...-TBC-...


__ADS_2