
...Malam itu aku bertemu dengannya tetapi aku tidak yakin itu benar-benar dia. Apa aku salah lihat?...
...***...
Raga berdiri di sebuah halte bus sembari memainkan ponselnya.
"Woy,"
Seseorang menempuk bahu Raga dan dia menoleh tanpa ekspresi.
Bayu terkekeh melihat temannya yang tidak terkejut sedikitpun.
"Gagal lagi deh gue." Gerutu Bayu.
"Apaan? Kekanakan banget." Ucap Raga datar.
Bayu terkekeh, "Yang lain mana?"
Bayu melihat ke sekitar mencari teman-temannya yang lain ternyata mereka belum datang. Raga membalas dengan mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.
Bayu tengah menguyah permennya sementara Raga masih sibuk melihat layar ponselnya.
"Lihat apaan lo, Ga?" Tanya Bayu penasaran.
Bayu mencondongkan tubuhnya melihat yang ada di layar ponsel Raga.
Raga tengah membuka aplikasi bernama, Instagram.
Dia melihat foto seorang gadis di sana.
"Siapa? Cewek lo?" Tanya Bayu.
Raga menatap tajam Bayu tidak suka. "Kepo amat lo. Sana gih."
Bayu hanya berdecak kesal. Tidak lama seorang yang lain muncul.
"Oi, lama ya haha..," Ucap Abdi.
Abdi salah satu temannya Raga yang terkenal pencicilan. Bayu menjitak kepala Abdi.
"Lama amat lo. Kayak dandan kek cewek dulu lo, di." Ucap Bayu.
"Halah, cuma telat 10 menit. Nyinyir amat lo kek emak gue. Gue tadi di suruh beli cilok sama mbak gue." Jelas Abdi.
__ADS_1
"Dah lah yok. Ridho dan Bagas sudah lokasi." Ucap Raga memasukkan ponselnya di kantong celananya.
Bus 021 berhenti di depan halte dan mereka pun naik ke sana. Di dalam Bus sangat ramai hingga berdesakan satu sama lain karena sekarang akhir pekan. Raga dan teman-temannya tidak mendapatkan bangku karena penuh. Dia berpencar dengan temannya untuk menyelip ke tempat yang kosong.
'Duk!'
Raga tidak sengaja menabrak seorang gadis di depannya karena bus tiba-tiba mengerem. Raga tengah memegang pengait tangan yang ada di atas sementara gadis itu memegang besi sandaran bangku.
"Maaf." Ucap Raga di belakang gadis itu.
Raga tidak dapat melihat wajah gadis itu dengan jelas karena tengah memunggunginya. Raga yakin gadis itu seusia dengannya jadi dia tidak perlu memanggil panggilan sopan satu sama lain.
Bus 021 berhenti di sebuah halte dan gadis itu bergegas turun. Samar-samar Raga dapat melihat wajah gadis itu di balik kaca jendela bus. Dia tengah merapikan rambutnya dan mengeluarkan sesuatu di tas kecilnya. Raga menaikkan sudut bibirnya lalu bus kembali melaju menghilangkan gadis itu dari pandangannya.
"Ga, yang lain nunggu dimana katanya?" Tanya Abdi yang baru pindah bergeser di samping Raga.
"Di gedung depan press." Jawab Raga.
Abdi mengangguk lalu mereka diam sembari melihat jalanan di luar kaca.
*
Raga, Bayu, dan Abdi turun dari Bus. Mereka sedikit berjalan menuju tempat di mana Ridho dan Bagas menunggu. Dari kejauhan Ridho tampak bersandar di tembok sambil merokok sementara Bagas tengah berjongkok.
"Yo!" Seru Ridho.
Bagas mengangkat wajahnya dan melihat teman-temannya datang. Dia bangkit. Raga, Bayu, dan Abdi sudah berada di depan Ridho dan Bagas.
"Udah habis 2 rokok nungguin kalian." Ungkap Ridho.
Ridho seorang perokok jadi kalau tidak merokok lidahnya terasa pahit katanya.
"Noh, si Abdi dandan dulu kek cewek." Ucap Bayu asal.
Abdi kesal dan langsung menggeplak kepala Bayu.
"Mbak gue tadi, nambah-nambah kerjaan." Jelas Abdi.
"Dah lah, yok, ke angkringan, gue laper." Ucap Bagas.
Mereka pun pergi ke angkringan.
*
__ADS_1
Raga hanya memesan kopi susu karena dia sudah makan tadi. Raga melihat notifikasi muncul di ponselnya.
Raga melihat seseorang baru saja menekan tombol suka pada fotonya. Namun tidak lama orang itu membatalkannya, membuat Raga mengernyit bingung.
Dia penasaran dan menekan profil orang itu. Dia menyadari bahwa dia mengenal orang itu. 'Clara Sekarida'.
Gadis yang baru di kenal tiga hari yang lalu. Mereka satu sekolah namun berbeda kelas. Dia membantu gadis itu turun dari tembok. Raga awalnya hanya penasaran namun tanpa sadar terus menggulir ke bawah layar ponselnya melihat-lihat foto yang pernah di bagikan gadis itu. Postingannya belum ada yang terbaru, terakhir kali seminggu yang lalu.
Setiap foto yang gadis itu bagikan adalah foto makanan dan pakaian yang dia kenakan. Raga berfikir sepertinya gadis ini sangat suka makan dan berbelanja. Dia tanpa sadar menaikkan sudut bibirnya.
Teman-temannya melihat ekspresi Raga berubah, tersenyum sendirian, melihat layar ponselnya.
"Siapa lagi tuh? Cewek lain?" Ucap Bayu yang mengintip dari belakang.
Raga terkejut dan menatap kesal Bayu. Bayu tertawa puas karena akhirnya berhasil membuat seorang Raga terkejut. Raga tidak pernah atau bahkan jarang terkejut.
"Apaan? Kepo banget lo, bay." Kesal Raga mendorong wajah Bayu yang berusaha mengintip layar ponselnya.
"Apa tuh? Penasaran juga gue." Ucap Ridho dan ikut merebut ponsel Raga.
Bayu menahan tangan Raga, sementara Ridho mengambil ponsel itu. Ridho berhasil merebutnya. Bagas dan Abdi ikut bergabung melihat layar ponsel Raga. Raga menyerah setelah di lepaskan Bayu.
"Itu bukannya Clara, anak kelas gue." Ucap Bagas.
Raga, Bayu, Abdi, dan Ridho menoleh menatap Bagas.
"Lo suka sama Clara, Ga?" Tanya Bagas.
"Gak lah. Sini balikin hp gue." Ucap Raga merebut ponselnya kembali.
"Lah tadi lo senyum-senyum lihat foto nih cewek." Balas Bayu di ikuti anggukan teman-temannya yang lain.
Raga menghela nafas panjang sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Gue cuma nolongin dia manjat tembok tiga hari yang lalu. Dah gitu aja. Gue gak tahu ini cewek, cuma tadi dia ngelike foto gue dan gue penasaran trus nyari." Jelas Raga.
"Ooh..," Jawab teman-teman Raga serempak.
"Dah, buruan makannya. Kita langsung ke ZeroX ntar." Ucap Raga meneguk kopi susunya.
Teman-teman Raga mengangguk lalu mereka buru-buru menyelesaikan makanan mereka. Raga menekan ponselnya keluar dari aplikasi itu lalu memasukkannya kembali ke celananya.
'Clara Sekarida, emm, menarik.' Pikir Raga.
__ADS_1
...-TBC-...