
...Kapan itu di mulai? ...
...Sedari dulu aku belum juga sadar bahwa aku menyukainya sejak lama....
...***...
Clara melihat ke luar jendela kelasnya. Rintik-rintik hujan membasahi kaca jendela itu. Clara dapat mendengar suara keributan siswa siswi kelas sebelah yang bermain. Sepertinya guru mereka tidak masuk ke kelas hari ini.
Clara melihat gurunya tengah menerangkan pelajaran tetapi Clara tidak fokus dan lebih memilih memandangi siswa siswi yang berlarian di koridor.
'Tak!'
Guru kelas Clara sepertinya marah karena siswa siswi kelas sebelah mengganggunya tengah mengajar. Guru kelas Clara berjalan ke arah pintu kelas dan memanggil siswa siswi yang berisik tadi. Semua teman-teman kelas Clara tertawa.
Clara melihat siswa siswi yang di omeli guru kelasnya dan salah satunya ada Raga di sana. Clara terkekeh melihat ekspresi Raga yang mengangguk-angguk lucu mendengar ceramah guru kelasnya.
Tiba-tiba saja Raga mengangkat wajahnya dan pandangannya bertemu dengan Clara.
Clara otomatis menghentikan senyumannya dan menunduk malu ketahuan memperhatikan Raga.
'Ah, memalukan.' Batin Clara.
Clara mengangkat wajahnya setelah guru kelasnya kembali menerangkan pelajaran. Siswa siswi yang di omeli tadi telah pergi ke kelas mereka termasuk Raga.
'Kenapa jantungku berdetak tidak karuan begini setelah lihat Raga?' Pikir Clara.
*
Clara tahu bahwa itu sudah di mulai sejak awal. Clara ingin mengakhiri perasaan anehnya dan fokus pada Ujian Nasional (UN) yang akan di laksanakan minggu depan. Clara mendengar nasihat dari guru kelasnya untuk lebih giat lagi dalam belajar.
Clara saat ini duduk di kantin bersama teman-temannya. Clara bangkit dan ingin memesan minuman dingin karena cuaca yang tidak menentu. Sebelumnya tadi pagi hujan dan sekarang panas sekali.
"Kalian mau nitip gak? Aku mau beli bubble tea nih..," tawar Clara.
"Oh, aku Ra. Aku titip Macha ya?" Seru Violetta semangat.
Rani dan Sumi menggelengkan kepala karena mereka sudah memiliki minuman sendiri.
Clara pun pergi ke tempat bibi penjual.
"Bi, satu rasa Red Velvet dan satu Macha." Ucap Clara.
Bibi penjual mengangguk.
"Dik yang di belakang?" Tanya bibi penjual.
"Eh?" Clara bingung lalu hendak menoleh namun orang itu sudah berdiri di samping Clara melihat-lihat menu di dinding.
'Deg'
'Raga, kenapa juga harus di sini?' Batin Clara.
__ADS_1
"Dua Ori, Satu Macha" Ucap Raga.
Raga menoleh karena Clara mengamatinya.
Clara melihat Raga memberikan senyum untuk menyapanya. Clara membalasnya dengan canggung.
"Beli minuman juga?" Tanya Raga sekedar basa-basi.
"I-iya." Jawab Clara gugup sembari menunduk enggan menatap langsung wajah Raga.
'Baru saja di pikirin, langsung muncul aja dia.' Gerutu Clara dalam hati.
"Oh..," Jawab Raga sekenanya.
Percakapan singkat itu menghasilkan gelombang tarik menarik tersendiri satu sama lain. Mereka terlalu gugup untuk membuka suara karena mereka tidak tahu ingin mengatakan apa. Pertemuan mendadak ini terasa canggung bagi Clara, begitu pula Raga.
Hingga Bibi penjual menghentikan sekelebat pikiran di antara mereka berdua.
"Ini dik, Red Velvet dan Macha nya." Ucap Bibi penjual memberikan sekantong plastik dengan minuman pesanan Clara di dalamnya.
Clara mengambilnya lalu membayarnya.
"Duluan ya..," ucap Clara kepada Raga dan di balas oleh anggukan Raga.
Clara pergi menghampiri teman-temannya di salah satu meja kantin.
Clara menyerahkan minuman Violetta lalu kembali duduk di bangkunya.
Teman-teman Clara melihat Clara berbicara dengan Raga dari kejauhan sebelumnya.
Clara meminum minumannya, "Tidak ada."
"Masa? Tadi kelihatan serius gitu..," balas Sumi curiga.
"Iya, masa gak ada sesuatu di antara kalian berdua." Seru Violetta.
Ketiga teman Clara menatapnya dengan tatapan menyelidik.
"Ah, serius. Kami gak ada hubungan apa-apa. Cuma pernah ketemu trus saling sapa saja." Ucap Clara merasa terintimidasi.
'Benar, aku dan Raga kan tidak ada hubungan apapun.' Batin Clara.
"Lagipula aku juga tidak ingin berpacaran untuk saat ini. Sebentar lagi kan kita mau UN, gak ada waktu buat gituan." Lanjut Clara.
"Ah, serius. Gak seru kamu Ra. Dari dulu kamu selalu bilang belajar-belajar mulu setiap ada cowok yang mulai mendekatimu." Ucap Sumi melihat tingkah kolot Clara.
Di masa putih abu-abu ini seharusnya dia membuat kenangan indah bukan hanya fokus belajar-belajar dan terus belajar. Sumi, Rani, dan Violetta tidak habis pikir bagaimana temannya itu selalu betah untuk menjomblo padahal hampir seluruh anak di sekolahnya sudah pernah berpacaran atau setidaknya memiliki gebetan tersendiri.
"Iya Ra, kamu gak mau mencobanya. Lagian ku lihat kayaknya Raga ada rasa padamu deh..," Balas Violetta.
'Deg'
__ADS_1
Seketika samar-samar rona muncul di kedua pipi Clara.
"Ah, masa? Gak mungkin. Dia biasa aja tuh ku pikir." Elak Clara malu.
'Bagaimana mungkin orang seperti Raga menyukaiku.' Batin Clara.
"Bisa saja kan Ra. Kamu tidak curiga apa, teman-temannya sering meneriakkan bahwa dia suka kamu." Balas Rani.
"Iya Ra. Aku juga pernah diam-diam mengamati kalau dia sering melihatmu." Ucap Sumi.
"Em, aku tidak yakin. Tapi kalau memang begitu seharusnya dia mengatakannya padaku kan? Kalau diam, yah aku juga diam lah." Ucap Clara sekenanya.
"Haha, jadi kamu juga ada rasa sama Raga ya?" Ucap Sumi di ikuti tawa Violetta dan Rani.
"Em, sedikit." Jawab Clara.
Sumi, Violetta, dan Rani saling pandang lalu tersenyum penuh arti.
*
Beberapa hari kemudian...
Tepat Ujian Nasional (UN) telah di mulai. Clara sudah siap untuk mengalahkan soal-soal di atas mejanya. Dia mengisi nama dan nomor ujian di lembar jawabannya. Clara tidak satu ruangan dengan teman-temannya dan dia sendirian di ruangan ini karena tidak mengenal siswa siswi yang ada di sini. Clara melihat kebanyakan ruangan ini di isi murid dari kelas lain hanya beberapa dari kelas Clara seperti Jeno, Zera, Lita, dan Miko. Clara tidak terlalu akrab dengan mereka karena mereka berada di rombongan lain.
Clara menatap setiap lembar soal di mejanya dan dia tersenyum penuh arti. Ini soal yang sudah dia pelajari tadi malam dan dia pikir mungkin dia bisa menjawabnya dengan benar.
Waktu berlalu dengan cepat hingga bel telah berbunyi. Clara mengumpulkan lembar soal dan jawabannya ke meja pengawas lalu mengambil tasnya memasukkan alat tulis. Clara melihat teman-temannya sudah menunggu di depan pintu dan Clara bergegas menghampiri mereka.
"Ah, gimana nih aku lupa rumus mencari soal nomor 24..," ucap Violetta sedih.
"Sabar Vi. Semoga saja tebakan kamu benar hehe..," ucap Sumi menyemangati.
Rani merangkul bahu Violetta.
"Gimana kamu Ra. Aman?" Tanya Sumi.
Clara terkekeh, "Aman lah. Untung semua soal yang ku dapat sudah ku pelajari di rumah."
"Wah, beruntung sekali kamu Ra. Kami cuma dapat yang susah-susah dan jauh dari prediksi." Sungut Sumi.
Violetta dan Rani mengangguk lesu.
Clara menyelip di antara Violetta dan Rani lalu merangkul mereka, "Sabar, masih ada ujian berikutnya."
Mereka pun berjalan di koridor menuju kantin.
'Deg.'
Clara melewati ruangan ujian Raga. Clara melihat Raga tengah mengobrol akrab dengan seorang gadis. Clara perhatikan bahwa gadis itu menyukai Raga. Mereka tertawa dan Raga menepuk bahunya.
'Apa perasaan ku saja? Rasanya aku sedikit kecewa dan mungkin saja Raga sudah punya pacar.' Batin Clara.
__ADS_1
...-TBC-...