Senopati

Senopati
Bab 10.


__ADS_3

Mika menatap punggung lebar seno. jika di pikir-pikir, Kenapa Seno ada di sampingnya tadi. Tapi alasan Seno barusan memang masuk akal.


Kael menatap Mika tanpa ekspresi."Lo kenal laki-laki itu?" Tukas Mika ingin tahu. Sontak kael menatap Mika sedikit curiga, Kael. Menggeleng bahwa dia juga tidak tahu.


"Kenapa?" Jawab Kael dengan datar.


"bukan apa-apa"


Kael menatap bingung wajah kekasihnya,"ada apa sayang?"


"Ha-h, bukan apa-apa" jawab Mika dengan ambigu, bagaimana tidak, kael manis banget.


Kael kembali tersenyum, namun senyuman itu menandakan jawaban mika tidak memuaskan untuk didengar. Makhlum saja, Kael tipikal cowok cemburuan dan penaruh curiga besar. Tetapi dia tidak mengungkapkan dengan lisan maupun tindakan, Kael pandai menyembunyikan semua itu.


"Kok Lo, tau gue disini?"


"Dari Salwa"


Mika bergumam kesal, Salwa ini memang lemes. Bisa-bisanya gadis itu melapor pada Kael. Sudah tau Kael khawatiran orangnya.


Tiba-tiba saja Kael memeluk tubuh Mika yang duduk di atas bankar,dan tindakan Kael barusan mengejutkan Mika.


Pelukan hangat kael memang obat paling mujarab disaat ia sedang bersedih. Kael pria paling sempurna yang dimiliki olehnya.

__ADS_1


"Kenapa gue harus tau semua itu dari mulut orang lain? Kenapa nggak Lo sendiri? Gue hadir di hidup Lo dan siap jadi pelindung Lo, Diatmika."


Deg! Jantung Mika berdegup kencang. Apa maksud perkataan Kael? Apa laki-laki itu sudah tahu semuanya? Ini yang paling Mika Takutkan. Apa setelah tau semuanya Kael akan meninggalkan dirinya? Seperti yang lain. Ahh!! Mika terlalu banyak berfikir. Mana mungkin Kael melakukan itu, Kael melepaskan pelukannya, Ia heran dengan Mika. Pacarnya ini diam melamun dengan tatapan kosong.


"Sayang?"


Seketika, kata sayang dari mulut Kael. menarik mika dari dalam air ke permukaan air. Mika tersadar Kael memanggilnya.


"Iya?" Jawab Mika linglung


"Lo ngelamun?, Gue masih nunggu penjelasan dari mulut Lo?" Ucap Kael menuntut dan sedikit memaksa gadis itu untuk bicara.


Apa yang harus Mika lakukan? Apakah Ia harus harus berkata jujur atau bohong. Namun tuntutan Kael sangat memojokkan dirinya, akhirnya ia terpaksa harus menceritakan awal semua  kejadian ini.


Namun ada bingkisan kotak persegi, berwarna hitam dan terlihat sangat berbeda. Dengan penuh rasa ingin tahu padaa kotak itu Mika membukanya.


Mika kaget dan refleks meleparkan kotak tersebut kesembarang arah, bagaimana ia tidak terkejut. di dalam kotak itu terdapat bangkai tikus yang dicabik-cabik dan meninggalkan darah.


Minggu berikutnya Mika mendapatkan paket kembali, kotak itu lumayan besar dan dibungkus sangat cantik tentu Mika sangat senang, saat kotak dibuka, isinya tidak sesuai yang diharapkan Mika. Ia mendapat poto-poto keseharian dirinya selama di sekolah dan di asrama.


Hanya saja, dari semua Poto tidak ada yang berbeda, karna semua Poto Mika sudah di coret-coret dan di balik Poto tersebut bertuliskan " bagaimana? Kiriman itu mengejutkan? Ini baru awalan. Aku senang bermain-main Dengan hidupmu"


Ia juga kadang-kadang mendapat pesan suara, dari nomor yang tidak dikenal, isi pesan suara itu mengatakan " hidupmu segera berakhir." karena Mika, ketakutan maka dari itu Ia tidak pernah menggunakan ponsel lagi.

__ADS_1


Tetapi itu semua tidak berakhir begitu saja, dari satu Minggu sekali, sampai hampir setiap hari Mika. mendapatkan teror yang jauh lebih parah dari sebelumnya.


Mika depresi dibuatnya, satu persatu teman-temannya semakin menjauh dan menjaga jarak padanya.


Hingga detik ini teror itu terus menghantui hidup Mika sampai-sampai ia dianggap orang gila.


kael mendengarkan perkataan Mika. Ia miris melihat kekasihnya hidup dalam bayang-bayang ketakutan.


"Gu-gue takut, mangkanya nggak ceria sama Lo." Ucap Mika dengan bibir gemetar.


Kael menakup wajah Mika, lalu Ia tersenyum sambil menatap wajah Mika." Lo harus kuat, kita hadapi bersama-sama, gue siap jadi pelindung Lo."


Mika tersenyum terpaksa," nggak segampang itu Kael," ucapnya dalam hati.


***


Seno berjalan di lorong sekolah yang tampak sepi tidak ada aktivitas siswa lain. Ia masih mengingat wajah ketakutan gadis di UKS itu, padahal itu semua hanya mimpi belakang, tapi kenapa? gadis itu sangat ketakutan sekali, Sebenarnya apa yang dimimpikan Mika, pikirnya.


"Gue jadi kasian liatnya."Seno bergumam miris, " ih kenapa gue harus perduli? Bukan siapa-siapa gue juga." Setelah itu Seno melanjutkan jalannya pergi menuju kelas.


Tidak jauh dimana Seno tadi berada, seseorang di balik tembok muncul dan tersenyum aneh. seraya ditatap punggung seno, yang semakin menjauh dan hilang.


"Permainan baru dimulai." Kata orang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2