Senopati

Senopati
Bab 5


__ADS_3

"Lo tau kenapa orang-orang pada ngejauhin tuh cewek? Terkecuali cowok bernama Kael?"Tanya Seno ingin tahu.


                               ****


Kedua cowok itu berbincang-bincang sambil berjalan di lapangan menuju kelas mereka.


"Kurang tau lebih jelas juga, Seno. Tapi temen-temen satu asramanya banyak yang bilang, si Mika itu kadang-kadang bersikap bak orang gila, kadang dia normal seperti anak lainnya."kata Delon memberitahu.


Seno mendengarkan perkataan Delon dengan serius.


"Kasian gue liatnya. Padahal dia itu gak pernah punya musuh... terus, temen-temen yang satu kamar sama dia pada minta pindah kamar, alesan sih takut. Ya... jadinya si Mika tinggal sendiri deh."lanjut Delon memandang miris akan nasib gadis tersebut.


Ahh! Perbincangan mengenai cewek bernama Mika ini semakin membuat Seno tertarik ingin tahu lebih dalam mengenai cewek itu. Seno pun aneh dengan dirinya ini malah semakin penasaran bukannya takut.


"Terus lo tau apa penyebabnya?"Seno bertanya lagi.


"Katanya sih, penyebabnya dia suka dikirimin kotak misterius tanpa tau kejelasan pengirimnya."


Seno sekarang faham. Dia manggut-manggut mendengarnya seraya tersenyum tipis.


Sontak saja Delon melirik ke arah Seno. Ia mengerutkan keningnya melihat respon cowok di sampingnya terlebih lagi cowok itu tengah tersenyum.


"Lo kenapa senyam-senyum kayak gitu? Gue penasaran"tukas Delon.


"Nggak."


Mendengar perkataan Seno yang irit bicara Delon hanya memutar bola matanya jengah.


"Lo kenapa pingin tau tentang cewek rada-rada kayak gitu? Jangan bilang, lo tertarik lagi sama si Mika?"

__ADS_1


Seno tidak meresponnya.


"Oh my god! Yang bener lo? Suka tuh anak? Astaga! Brian Senopati, lo itu cowok ganteng masa suka sama itu anak? Gue gak percaya!"heboh Delon bak mulut wanita terlalu banyak bicara.


Kali ini Seno menjawab cowok itu. Ia memutar badannya menatap tajam Delon dan membuat Delon merasa terintimindasi dan menghentikan perkataannya.


"Lo ngomong se-akan lo itu cewek. Berhenti banyak bacot!"pekik Seno dingin dan datar.


Spontan saja perkataan Seno membuat Delon diam tidak mengeluarkan suara seperti tadi. Dia kalah telak bila berbicara pada Seno.


"Gue benci cowok banyak omong kayak lo dan jangan buat gue marah!"


Delon mengangguk-angguk takut. Dan Seno pun melenggang pergi dengan wajah kesal.


"Ngeri banget tuh anak? Kalo ngomong bikin orang takut aja"celetuk Delon memandang dan menggidik takut ke arah Seno yang berjalan.


                               *****


Tiba-tiba terdengar suara derap langkah seseorang mendekat dan membuat Seno sangat terganggu.


Omg! Siapa orang itu yang mengganggu tidur seorang Seno? Cari masalah dia?


Langkah orang itu berhenti di samping Seno berada. Seno menggertakkan giginya sampai berbunyi, ia tidak suka diganggu bila sedang sendiri.


Seno mengepalkan tangannya.


"Sialan! Lo gak tau gitu? Gue nggak suka di gang--"pekik Seno bangkit.


Namun, kata-katanya tidak berlanjut kala mata telanjangnya melihat sosok yang hendak ia marahi akibat sangat mengganggunya.

__ADS_1


Sorot tajam yang tadi dilontarkan Seno kini berubah menjadi tatapan kaget. Seno salah tingkah dibuatnya. Orang itu melotot ke arah Seno sambil berkecak pinggang. Pria paruh baya di depannya adalah Pak Darmo petugas pembasmi siswa siswi yang melanggar aturan.


"Sedang apa kau di sini? Kau tidak mengerti saat ini jam belajar?!"ketus pak Darmo menunjuk ke jam tangannya.


"Masuk kelas sana!"


Seno menghela napas panjang dan memincingkan matanya menatap pak Darmo tak takut.


"Udah pernah."kata Seno asal.


Sontak saja pak Darmo mendengarnya langsung naik pitam. Berani sekali anak ini berkata tidak sopan padanya. Dirinya seorang guru di sekolah ini patut untuk dihormati? Dan baru saja anak ini berkata tanpa berfikir ulang.


"Apa kau bilang?!"Pekik pak Darmo tersulut emosi.


"Astaga! Guru ini tuli atau apa?"gumam Seno kesal.


Tanpa Seno sadar ternyata pria tua yang ia anggap tuli ini mendengar gumamannya. Pak Darmo menghela napasnya berat, ditatapnya wajah anak itu.


"Masuk kelas. Selagi saya berbaik hati padamu."kata pak Darmo.


"Sekolah ini kembali menambahkan anak manja lagi"tambah pak Darmo sambil berjalan pergi dan membiarkan Seno.


Pak Darmo yang berpikir Seno mengikutinya dari belakang. Makanya ia berbicara.


"Kau ini pasti murid baru, ya?"


Tidak ada sahutan dari murid nya itu. (Seno) yang diajak bicara oleh pak Darmo. Sontak saja pak Darmo merasa ganjil, ia pun menoleh ke belakang. Dan....


Surprise! Tidak ada siapapun di sana. Berarti sejak tadi dirinya bicara sendiri? Sementara orang yang diajak bicara malah pergi berlawanan arah.

__ADS_1


"Astaga. Anak itu!"


 Jagan lupa buat kasih aku dukungan ya


__ADS_2