
Seno melangkah masuk kedalam lingkungan sekolah. Ia menyampirkan tas dan berjalan di koridor sekolah. Seno tahu dari pertama melangkah sampai di dalam kelas dirinya menjadi pusat perhatian para murid yang mayoritas siswa wanita.
Seno cuek bebek. Ia masuk kelas XI IPS I. Duduk di barisan pertama bagian ketiga dan teman duduknya Delon.
"Siapa tuh cowok?"
"Murid baru kayaknya."
"Emmm... Makin semangat aja belajar di kelas,apa lagi dikelasnya ada cowok ganteng akut"
Ceplas-ceplos para wanita dikelas memuji ketampanan Seno.
"Ini temen gue" celutuk Delon merangkul pundak Seno. Kemudian berkata lagi ;"gantengnya sama,kan?"
"Mimpi di siang bolong. Bangun. Woy bangun. Ngaca, sadar diri muka kayak wajan gak ke pake aja sok-sok'an di mirip-miripin pangeran Yunani."celetuk Bima. Cowok yang duduk di belakangnya memukul kepala Delon dengan buku.
"Sakit anjirr!"pekik Delon mengusap-usap kepala.
Sontak saja satu kelas langsung menyoraki Delon bahkan ada pula yang melemparnya dengan kertas.
"Woy! Santai aja kali. Kalau iri bilang ******! Jangan kayak netizen aja Lo pada"omel Delon bangkit dari kursi.
"Seno aja gak keberatan."
Seno memutar bola matanya jengah. Tangan Delon langsung di jauhkan dari pundaknya.
Dari ambang pintu terlihat cowok berpakaian rapi masuk. Dia itu adalah sang ketua kelas ini namanya Rano. Melangkah ia masuk ke dalam.
"Teman-temanku sekalian. Harap kalian semua tenang. Sebentar lagi Bu Wati masuk kelas."kata Rano mengingatkan.
Setelah itu, Rano bergegas duduk ke kursinya. Tetapi peringatan itu tidak berlaku bagi anak-anak yang duduk di bagian belakang yang di isi para cowok. Mereka malah sibuk dengan sesuatu yang tidak penting.
__ADS_1
"Ayo kita taruhan. Menurut gue Bu Wati masuk kelas pakek Rok cokelat atasan putih."kata Delon.
"Oke. Siapa takut. Kalo dugaan Lo bener gue traktir makan di kantin sepuasnya selama 1 minggu. Tapi... Kalo dugaan Lo salah. Lo kerjain tugas sekolah gue selama 1 minggu, gimana??"sambar Fadil menarik turunkan alisnya.
Tanpa pikir panjang lagi. Delon langsung menyetujui persyaratan Fadil dengan menjabat tangannya.
Seno hanya melirik sekilas. Kelas ini tidak asik, pikirnya. Seno lebih memilih menelungkup kan kepala diantara lipatan tangan.
Lihatlah sekitar Seno, murid cewek hanya menatap dirinya saja. Berbisik-bisik dan entahlah....
Dari depan pintu sudah kelihatan bayangan yang semakin mendekat dan akhirnya terlihat batang hidung Bu Wati masuk.
"Selamat pagi anak-anak"sapa Bu Wati.
"Pagi, Bu..."
Sebagian murid membalas sapaan Bu Wati dan sebagiannya lagi sibuk mengurusi pakaian yang digunakan oleh sang guru.
"Iya. Iyaa..."kata Fadil memutar bola matanya malas.
"Lo semua ngeyel, sih? Gue bilang juga apa. Bu Wati pasti pakek Rok cokelat sama baju putih. Lo semua lupa hari ini hari apa? Hari Selasa, men."kata Delon sibuk.
"Udah diem. Kasian tuh guru dianggurin,"sahut Joko mereda kegaduhan.
"Oke, anak-anak... Ibu mau kasih info kalo kelas kita kedatangan teman baru dari Bandung."kata Bu Wati. "Silahkan berdiri dan perkenalkan dirimu pada teman-teman sekelas."
Seno berdiri seorang diri. Sontak saja membuat dirinya menjadi pusat perhatian satu kelas. Hal ini yang di tunggu-tunggu oleh murid wanita ingin tahu siapa cowok yang berhasil menggetarkan hati mereka.
"Kenalin nama gue Brian Senopati. Murid pindahan dari Bandung--"kata Seno terpotong.
"Ihhh! cool banget"
__ADS_1
"Gue nge-like jadinya"
"Cool agak ke bad boy-an... Gue suka"
"Harap tenang. Jangan berisik. Lanjutkan, tapi gunain bahasa Indonesia."kata Bu Wati menginterupsi.
Seno mendengus kesal, dia harus mengulang lagi perkenalan nya.
"Perkenalkan nama saya Brian Senopati. Murid pindahan dari Bandung"setelah itu Seno pun duduk.
Valina cewek yang duduk bersebrangan dengan Seno langsung curi-curi pandang kepada Seno. bukannya seneng malahan jijik liatnya.
*****
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 09:30 waktunya istirahat.
Waktu istirahat adalah hal yang paling dinanti-nantikan oleh semua murid,tapi tidak dengan seno. Wajahnya terlihat sangat tidak bersemangat.
"Sumpah ini sekolah gk ada menarik-menariknya" dumel Seno.
Sebuah bola yang berasal dari arah lapangan mengenai pundak Seno yang sedang berdiri tidak jauh dari lapangan basket.
Seno mendelik tajam ke arah anak-anak basket. Salah satu diantara mereka berjalan menghampiri Seno lalu dia berhenti di hadapan Seno.
"Maaf,gua gk sengaja"
Seno menatap laki-laki itu dengan tajam,ia membuang nafas dengan kasar. Lalu ia mengambil bola itu dan menyodorkan pada cowok itu.
Si cowok yang pastinya anak basket ancang-ancang untuk mengambil bola miliknya, tapi sial! Seno hanya mempermainkannya.
"Mau bola ini? Lawan gue dulu"kata Seno tersenyum devil.
__ADS_1