
Beberapa menit kemudian. Salwa bergegas untuk kembali masuk ke kelas karena sudah lama ia meninggal jam pelajaran. Mika pun mengiyakan Salwa untuk pergi, Kini mika hanya seorang diri di UKS, dari pada memikirkan kejadia tadi, lebih baik mika mengistirahatkan pikiran yang kacau ini. Ia perlahan memejamkan mata dan mulai terlelap.
Jarum jam berdetak terdengar nyaring di telinga mika apalagi keadaan UKS tampak sepi. Tapi tiba-tiba sekujur tubuhnya merasakan jika seseorang tengah mengintainya, pupil mata mika bergulir kesana kemarin tidak tenang walau ia terpejam. Jantungnya berdetak dengan cepat, bahkan sekujur tumbuhnya sudah mengeluarkan keringat dingin.
Sayup-sayup terdengar derap langkah mendekat dan menyerukan namanya berkali-kali. Mika..Mika..Mika...suara itu terdengar tenang tapi sangat menyeramkan. Dan kata-kata itu sangat menakutkan untuk Mika.
Mikaa!!!
Suara keras barusan langsung membangunkan mika dari tidurnya. Mika ngos-ngosan dengan keringat membanjiri pelipisnya bak air hujan, jantung Mika berdetak cepat. pandangannya lurus kedepan. Namun ada yang ganjil dengan ruangan ini. Ruang yang bernuansa serba putih ini tidak seperti UKS, melainkan seperti kamar seorang yang membenci warna.
Sudut ruangan ini sangat gelap hanya penerangan lampu di samping kanan dan kiri kasur, itu pun tidak terang. Mika semakin ketakutan kala mendengar suara dari balik kegelapan itu.
"Salwa? Apa itu Lo?," Tapi tidak ada yang menyahut sama sekali dari kegelapan itu. "Kael.. Salwa? Kalian Jagan bercandaan deh. Gu-gue takut banget"
Mika mencengkram kuat selimut. Sedetik kemudian terdengar kembali suara yang sama seperti benda yang di ketuk-ketukan ke lantai membuat ia mendelik was-was.
"Ka-kalian lagi ngapain di tempat yang gelap itu? Kael !! Jangan buat gue takut. Salwa?" Ucap mika terbata-bata sebab ia takut.
Lalu tidak berselang lama munculah seseorang dari kegelapan. Orang dengan berpakaian jubah hitam serta wajah yang tertutup oleh topeng yang menyeramkan dan itu mengagetkan mika.
Perasaannya semakin tidak enak, apa akan terjadi sesuatu."Kael? Itu Lo kan? " Ucap Mika penasaran.
__ADS_1
Orang itu tidak menjawab malah membuat Mika semakin penasaran. Mika terus menyebutkan nama kekasih dan sahabatnya.
Tapi bukan jawaban yang Mika dapat melainkan seseorang yang berjalan cepat kearahnya dengan tangan kiri menyeret sebuah Kampak tajam.
Spontan saja mika terkejut, dan mengesot mundur sampai jatuh dari kasur. Mika meringis kesakitan kepalanya terbentur lemari kecil dari samping kasur. Sedangkan orang itu menatap mika sambil mengintari kasur dengan Kampak yang ia pegang.
Laki-laki berjubah itu mulai mendekati dimana Mika berada. Spontan saja mika memundurkan tubuhnya sambil memegangi kepala.
"Lo siapa? Jangan, bunuh gue...gue mohon!" Kata mika ketakutan. Bahkan tubuhnya sudah menyentuh tembok tanda tidak ada jalan untuk kabur lagi.
"Apa salah gue? Tolong! Tolong! "
Sepertinya suara ketakutan mika membuat orang misterius itu senang lalu Ia mengangkat kapak, di atas kepala lalu menghempaskan kearah mika. Mika merespon, dengan cepat memejamkan mata. Dan menutupi wajahnya dengan dua tangan lalu berteriak kencang.
"Aaaa!!"
Mata Mika terbuka lebar dan replek dia duduk diatas bankar dengan nafas tidak beraturan. Keringat dingin membasahi wajahnya dan jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
Mika mengusap kasar wajahnya, dan ternyata itu semua mimpi buruk bagi dirinya karena ia masih berada di UKS.
"Ehmm." Deheman itu mengagetkan mika. Lantas ia menoleh ke sumber suara, Mika terlonjat kaget ketika melihat pria asing duduk di samping bankar dan menatapnya bingung.
__ADS_1
"Siap Lo??" Sergas mika bertanya.
Orang itu Seno benar adanya. Dia tadi sekedar lewat di depan UKS, namun teriak Mika membuat Seno penasaran.
"Kenapa Lo disini? Lo orang jahat ya?" Celutuk Mika dengan asal.
Seno mengernyitkan dahi bingung, orang berwajah Malaika begini di tuduh sebagai orang jahat pikirnya agak narsis.
"Jawab. Gue nan..."
Suara gesekan pintu yang di buka membuat mika menghentikan perkataannya. Kedua manusia berdeda jenis kelamin itu menoleh.
Seorang laki-laki tampan masuk ke dalam. Tubuhnya yang tinggi dan atletis melangkah mendekati mereka berdua.
"Lo baik-baik aja kan? Dimana yang sakit? Kok gak ngomong ke gue sih?" Cercar pria itu. Dilihat dari wajah serta nada bicara laki-laki tersebut, sangat terlihat sekali khawatir pada keadaan wanita tersebut.
Laki-laki tersebut adalah kael, kekasih Mika. jadi wajar jika dirinya sangat khawatir. Kael memeriksa dahi mika dan menggenggam tangan mika dengan erat.
Seno memekik sial. Bisa-bisanya dua manusia sepasang kekasih itu memamerkan kemesraan mereka di hadapan Seno. yang notabenenya ia seorang jomblo ganteng bin fisabililla, Seno. bangkit dari kursi, ia harus cepat-cepat pergi dari tempat ini agar jiwa jomblonya tidak mimisan.
Tapi tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat kejadian semua ini tersenyum lebar dan licik.
__ADS_1