
"Mau bola ini? Lawan gue dulu"kata Seno tersenyum devil.
*****
Laki-laki yang bername tag Farren tersenyum meremehkan, ia menjabat tangan Seno tanda menerima tantangan cowo itu.
Mereka yang di sana mendengar tantangan yang terucap dari seno langsung berlari dan memenuhi lapangan.
Para cewek-cewek bersorak gembira meramaikan tempat.
Seno dan farren saling berhadapan.
Tatapan keduannya saling meremehkan satu sama lain.
"Mau lanjut atau jadi pengecut" celetuk seno memicingkan mata.
Farren berdecih muak."anak baru songong. Kita liat, Lo apa gue yang jadi pengecut" kata farren terpancing emosi.
Seno tertawa mendengar perkataan cowok di hadapannya ini, lebih tepat tawa mengejek. Seno berhenti tertawa, matanya menyorot tajam kearah farren sambil melempar bola basket kedadanya.
Farren menangkap bola tersebut seraya mundur kebelakang. Menurutnya lemparan Seno kuat.
"Baru kaya gitu aja, muka Lo udah kaya cacing kepanasan" kata Seno menyunggingkan senyuman hina."lemah."
Setelah itu, Seno berjalan mundur sambil menantangi farren segera beraksi dan melawannya.
Farren menggertakkan gigi menandakan betapa dia tidak menyukai kata-kata seno terlebih lagi cowo itu menghinanya. Oke! farren akan buktikan kata-kata Seno jika ia tidak lemah dan tidak seperti cacing kepanasan.
Farren memantul-mantukan bola di lantai lapangan pertanda permainan di mulai, tepuk tangan dan sorai sorak penonton meramaikan jalannya pertandingan.
Farren memainkan bola dengan leluasa tidak ada perlawanan dari Seno, bukan ia hanya besar mulut tetapi memberikan kesempatan.
Farren pun bergerak lincah melempar bola dan berhasil memasukkan ke ring.
Satu poin untuk farren. Cowo itu tersenyum bangga merasa bahwa dirinyalah yang paling hebat.
__ADS_1
Seno yang melihat, farren tersenyum. Ralat itu senyuman mengejek, Seno sedikit mengembangkan senyumnya. Lalu ia memandang farren rendah.
"Cih, segitu doang kemampuan Lo" ledek Seno, dia berjalan menghampiri farren, lalu dia menatap farren dengan tatapan remeh.
Farren mengacuhkan cowo itu. Pokusnya hanya satu mengalahkan Seno di hadapan semua teman-temanya. farren mendribble bola basket dan Seno berlari merebut bola tersebut.
Sekarang Bola ada di tangan seno dan langsung menebakknya kek ring. Poin mereka seimbang. Tapi tidak semudah itu fergono....
Seno terus menerus menambah poinnya dan farren mati-matian mengejar ketertinggalan dirinya.
Farren berhenti mengejar seno yang berlari selincah rusa, napasnya naik turun tidak beraturan sambil memegangi lututnya.
Seno yang hendak mendribble bola langsung berhenti dan melihat farren yang kelelahan.
"Woy."
Farren mendongkakan wajah melihat seno. Ia sudah lelah tidak sanggup mengejar Seno.
"Segitu aja udah capek. Katanya jagoan basket" celutuk Seno sambil melepar bola tanpa melihat kearah ring. Wuss!! Bola masuk kedalam ringa dengan mulus.
Gemuruh riuk tepuk tangan dan sorak-sorak para penonton terutama para perempuan.
"Huuu seno.., suami gua ganteng banget" sambung perempuan lain.
"Fiks Seno harus jadi pacar gua."
Teriak para penonton yang sudah dipastikan mayoritas perempuan.
Seno mendengus geli, mendengar ucapan-ucapan para perempuan itu.
Farren melihat sekelilingnya yang terlihat sangat membanggakan anak baru itu.
Ia menyeka keringatnya dengan tangan.lalu ia berjalan menghampiri Seno yang di kerumuni cewe-cewe.
Farren menepuk pundak Seno dan cowo itu menoleh. Seno menautkan alisnya bingung.
__ADS_1
"Teryata omongan dan sikap Lo sesuai. Lo emang hebat."
Seno mengangkat bahu acuh, sambil melihat punggung farren yang semakin menghilang dari pandangannya.
Pandangan Seno teralihkan pada sosok perempuan di sudut lapangan.
Namun Lamunan Seno buyar ketika Delon menepuk bahunya.
"Wah gila kembaran gua emang keren." ucap Delon dengan bangganya, sambil merangkul bahu Seno.
Para perempuan yang mendengar ucapan Delon mendelik tidak suka,
lalu mereka semua pergi meniggalkan lapangan. Dan tidak menggubris apa yang Delon ucapkan.
"Wah gila lu semua, gua lagi ngomng malah pada pergi" pekik Delon tidak terima.
"Lu kenal sama cewe itu."
Delon yang tadinya tengah menggerutu, langsung terdiam dan menoleh pada objek yang Seno tunjuk.
"Kurang tau sih gua, yang jelas tuh cewe klo engak salah namanya Diatmika."
"Kenapa lu suka sama dia" ucap Delon dengan heboh. "Gua saranin lu jagan sampe suka sama itu cewe lah."lanjutnya.
Seno mengakat bahu acuh, siapa juga yang suka sama itu cewe pikirnya, cantik sih tapi buka tipe seno banget. "Gua cuma penasaran, dari tadi dia sendri mulu"
"Nah itu yang jadi masalah, disini engak ada yang mau berteman sama tuh si mika, kecuali Kael."
"Kael." Tanya Seno, ia sedikit tertarik dengan topik yang mereka bahas kali ini.
"Iya kael, pacar tuh sih mika, dulu si mika itu termaksud anak yang aktif, punya banyak temen." Ucap Delon dengan serius.
"tapi asal lu tau tiba-tiba semua temen-temen dia pada ngejuhin si Mika itu, terus cuma si Kael. orang satu-satunya yang mau temenan sama dia, malah banyak yang ngomng mereka pacaran."
Seno hanya diam, dia sangat serius mendengarkan Delon bercerita.tapi pandangannya tidak teralihkan pada sepasang kekasih, di ujung lapangan itu.
__ADS_1
"Lo tau kenapa orang-orang pada ngejauhin tuh cewek? Terkecuali cowok bernama Kael?"Tanya Seno ingin tahu.
jangan lupa kasih dukungan buat aku ya