
Di pagi yang cerah ini, seorang gadis cantik sedang menuruni tangga dengan anggunnya. Dia adalah Zahra Cantika Putri, Zahra menghampiri kedua paruh baya yang sedang berada di ruang makan.
"Selamat pagi Ayah..Ibu.." ucap Zahra sambil mencium pipi Ayah, dan Ibunya.
"Selamat pagi" jawab serempak paruh baya itu.
"Zahra kamu mau kemana pagi-pagi begini sudah rapih dan cantik? Tanya sang ayah.
"Aku sekarang mau ke butik yah"jawab Zahra sambil duduk di kursi meja makan bersama dengan kedua orangtuanya.
"Bukannya setiap hari minggu kamu jarang pergi ke butik ?".
"Iya ayah soalnya hari ini banyak pesanan dan harus selesai hari ini juga" jawab Zahra sambil menggambil makanan dan menaruhnya di piring. Ayah menganggukkan kepala.
"Oh iya Zahra ibu lupa kasih tahu sama kamu kalau keponakan kamu nanti siang dia bakalan datang kemari" timpal Ibu sambil mengambil makan buat Ayah.
"Yang bener Bu, Zahra kangen banget sama bocah gemoy itu sudah lama dia tidak main ke sini tapi sayang Zahra nggak bisa nyambut dia datang, nanti Zahra usahakan biar bisa pulang cepat ya bu". Ibu hanya mengangguk setuju.
"Sudah-sudah mending kita sarapan dulu nanti kamu telat lagi berangkat kerjanya ".
"Iya ayah" mereka pun sarapan dengan tenang, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu setelah selesai sarapan Zahra berpamitan kepada kedua orang tuanya.
*****
Setelah sampai di butik miliknya, Zahra di sambut oleh karyawannya yang berada di depan butik. Walaupun butik yang Zahra bangun itu baru di buka 5 bulan yang lalu tapi sudah cukup ramai dan banyak di minati kalangan atas.
"Kalian semua yang semangat ya kerjanya jangan lupa tersenyum dan ramah kepada konsumen".
"Baik Mbak Zahra" mereka jawab serempak
"Ya sudah saya ke dalam dulu ya, dan kalau ada masalah kalian bisa langsung menghubungi Vini"
"Baik Mbak.." meraka pun membubarkan diri setelah Zahra pergi dan masuk ke dalam ruangannya dan mempersiapkan desain untuk kliennya.
Tak terasa waktunya makan siang pun tiba, Zahra keluar dari butik untuk membeli makanan. Karena restorannya tidak jauh dari butiknya, jadi Zahra ke sana pergi dengan berjalan d atas trotoar dan melihat ada seorang gadis kecil yang ingin menyebrang jalan tanpa d temani oleh orang dewasa di sampingnya, tanpa melihat kanan kiri dulu anu itu langsung berlari dan pandangannya itu fokus pada anak kucing yang berada di tengah jalan.
"Dek awaaas.." teriak Zahra melihat dari kejauhan karena ada sebuah mobil yang melaju kencang kearah anak itu.
Kemudian anak kecil itu pun menoleh dan terkejut melihat mobil mendekat ke arahnya, sambil menggendong anak kucing.
__ADS_1
" Aaaaaaa....." Teriak Anak kecil itu Zahra pun segera berlari untuk menyelamatkan anak kecil itu dan membawanya kedalam pelukannya.
Pengendara mobil itu juga sama terkejutnya, ketika mendengar sebuah teriakan dan melihat di depan ada seorang wanita dewasa dan anak kecil yang sedang berpelukan hampir tertabrak olehnya, dia langsung membanting setir mobil lalu menginjak rem untuk menghentikan mobilnya dan melihat ke belakang untuk memastikan orang yang hampir di tabrak olehnya baik-baik saja. Ketika melihat para pejalan kaki akan menghampiri pengemudi mobil, pengemudi mobil itu langsung kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu.
"Hey.. bisa bawa mobil nggak sih, nggak lihat apa ada seorang anak kecil yang mau menyebrang jalan." Teriak Zahra dengan emosi melihat mobil yang hampir menabraknya itu malah kabur.
Zahra melihat anak kecil itu yang masih syok karena ketakutan, tubuhnya bergetar sambil mengendong anak kucing, dan Zahra membawanya kepinggir jalan.
"Sudah ya sayang jangan takut lagi sekarang kamu sudah aman " ucap Zahra langsung memeluk anak kecil itu dan mengusap punggung anak itu dengan penuh kasih sayang, supaya anak kecil itu tenang. Anak kecil itu cuman diam merasakan kehangatan yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya.
Kemudian banyak orang berkumpul untuk melihat kejadian tersebut, mereka salut akan keberanian Zahra yang menyelamatkan anak itu tepat waktu dan mereka berpikir bahwa Zahra ibu dari anak kecil itu.
"Ibu, anaknya ga papa?" Tanya salah seorang pejalan kaki.
"Gapapa pak" jawab Zahra yang masih belum sadar dengan pertanyaan tadi, Zahra masih fokus pada anak kecil itu.
"Lain kali jaga anaknya jaga dengan baik-baik ya Bu, jangan di tinggal sendirian" ucap salah seorang wanita paruh baya.
'Eh kok aku jadi di sangka Ibu dari anak ini sih' batin Zahra.
Zahra hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari wanita paruh baya itu, sebagian dari pejalan kaki langsung membubarkan diri dan ada juga yang masih berada di sana untuk melihat.
"Sayang kamu gapapa kan? ada yang terluka, coba sini tante lihat mana yang sakit?" tanya Zahra pada anak kecil itu sambil melihat ke seluruh tubuh nya dari atas sampai bawah. Anak kecil itu cuman diam, dan cuman menggelengkan kepalanya terus memperhatikan wanita cantik yang ada di hadapannya.
"Ya ampun Non. Bibi dari tadi cari Non kok ada di sini sih, Non tidak apa-apa kan..?" seorang wanita paruh baya menghampiri Amanda.
"Maaf ibu siapa ya ?" Zahra yang melihat seorang wanita paruh baya yang mendekatinya.
" Saya pengasuhnya Nona, nama saya Bi Sumi biasa di panggil Bi Sum"
"Dia tidak apa-apa tapi lain kali hati-hati ya Bi, dia hampir saja tertabrak mobil" ucap Zahra sambil mengusap rambut Amanda
"Makasih Nona kalau tidak, ya ampun pasti bibi bakalan di marahin habis-habisan oleh tuan"
"Iya sama-sama Bi, kan sesama manusia harus saling tolong menolong.." Bi sum hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju apa yang di ucapkan oleh Zahra.
"Oh iya hampir lupa kita kan belum kenalan ya, kenalin nama tante, tante Zahra kalau nama kamu siapa sayang?" sambil tersenyum lebar.
"Nama saya Amanda tante"
__ADS_1
"Wah namanya cantik sama seperti orangnya" Amanda pun tersipu malu mendengar pujian dari Zahra sambil memeluk kucing yang tdi dia selamatkan, membuat Zahra gemas melihat tingkah laku Amanda.
"Lain kali Amanda jangan sendirian kalo mau menyebrang ya" sambung Zahra sambil mencolek hidungnya yang kecil itu.
"Oke tante.." Amanda tersenyum melihat Zahra
"Sekali lagi makasih ya Non, udah nolongin Non Amanda, kami permisi dulu Nona Zahra. " Ucap Bi Sum sambil menggenggam pergelangan tangan Amanda, Amanda melihat ke arah Zahra yang sedang tersenyum.
"Iya sama-sama Bi" Zahra melirik Amanda lalu mengusap rambut Amanda.
"Bi Sum, Manda masih mau sama Tante, Manda gak mau pulang" melepaskan tangannya dari genggaman Bi Sum langsung memeluk kaki Zahra.
"Tantenya pasti lagi sibuk Non, sudah ayo kita pulang saja Non, Nanti tuan marah sama Bibi"
" Manda gak mau pulang" Amanda langsung menggelengkan kepalanya sambil mata berkaca-kaca ingin menangis, Zahra yang melihat itu pun menjadi tidak tega.
" Saya tidak sibuk kok Bi, bagaimana kalau Manda makan siang dulu sama Tante, setelah itu Manda pulang ke rumah ya?"
"Beneran tante.." mata Amanda langsung berbinar penuh harapan.
" Iya sayang, ayo kita berangkat, makan di
depan sana ya" ucap Zahra sambil menunjukkan ada sebuah restoran.
"Maaf Nona bukan saya lancang nona tapi..." ucapan Bi Sum terpotong oleh Amanda.
"Bi Sum.. Ayo Manda mau makan Manda sudah lapar nih ayo Bi.." rengek Amanda sambil menggoyangkan tangan Bi Sum.
"Tapi Non nanti kita kan mau...."
"Bi.. ayo nanti Manda yang bilang sama nenek biar Bi Sum tidak di marahin sama Papa" Akhirnya Bi Sum mengikuti kemauan Nona mudanya.
"Tante.." Amanda yang sedang melangkahkan kakinya dengan semangatnya tiba-tiba langsung terhenti.
"Kenapa sayang..??" Mengerutkan keningnya.
"Manda pengen di gendong sama Tante" ucap Amanda ragu-ragu dan langsung menundukkan kepalanya.
" Hahaha.. kamu lucu banget sih sayang, udah jangan sedih seperti itu, sini Tante gendong " Zahra mengulurkan kedua tangannya dan langsung mengendong Amanda sedangkan kedua tangan Amanda melingkari leher Zahra dan menyadarkan kepalanya di bahu Zahra lalu pergi ke restoran.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir..
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya..