Sentuhan Cinta

Sentuhan Cinta
BAB 11


__ADS_3

Di kediaman Zahra


"Ayah, tadi ibu lihat Zahra bersama dengan Amanda tadi sengat dekat sekali, ibu merasakan ikatan batin di antara kedua." ucap ibu berbaring di samping ayah


"Iya Bu, Ayah juga melihatnya Amanda seperti tidak ingin jauh dari Zahra, pasti kalau orang lain yang melihat mereka akan salah paham."


"Ayah bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka, nanti biar ibu yang bicara sama jeng Ratna."


"Ayah sih terserah Zahra aja, toh yang ngejalanin rumah tangga itu kan Zahra bukan Ayah, jadi Ayah tidak mau memaksa Zahra Bu, yang paling penting adalah kebahagian Zahra yang paling utama bagi ayah."


"Ayah kok gitu sih, kan ibu pengen cepat-cepat punya cucu yah"


"Iya bu, nanti kita bahas lagi ya, mending sekarang kita tidur aja, Ayah sudah ngantuk" ucap Ayah sambil menarik selimbutnya, ibu yang melihat Ayah membelakangi nya langsung menarik selimbutnya dan keduanya tertidur.


Zahra memasuki rumah dengan kesal karena sikap Andra tadi, setelah sampai di kamarnya Zahra membaringkan tubuhnya di kasur dan mengambil ponselnya yang ada di nakas dan melihat ada pesan dari Aditya, setelah membuka pesan Zahra pun tersenyum lebar dan mulai memejamkan matanya.


******


Di pagi hari di kediaman Andra.


Semua orang yang ada di kediaman Andra heboh karena Amanda sedang sakit.


Ratna pergi ke kamar anaknya dan mengatuk pintu.


Tok tok tok..


"Andra cepat bangun"


Cekreek..

__ADS_1


Pintu terbuka.


"Iya ada apa bun, pagi-pagi udah ganggu aja sih Andra masih ngantuk" ucap andra sambil mengucek matanya.


"Andra, Amanda sakit, suhu badannya tinggi. Bunda takut terjadi apa-apa sama Amanda"


"Apa Amanda sakit? Ya udah ayo kita bawa ke rumah sakit aja bunda" Andra langsung beranjak pergi dari kamarnya.


"Sejak kapan Amanda demam seperti ini Bunda"


"Mungkin gak tau Ndra mungkin dari semalam" Mereka bergegas ke kamar Amanda yang berada di sebelah kamar Andra


"Ante angan tinggalin Manda.." Amanda mengingau dalam tidurnya.


"Ante.."


Setelah sampai di rumah sakit Andra langsung mengendong Amanda membawa nya ke dalam ruangan pemeriksaan pasien


"Dok bagaimana dengan keadaan cucu saya"


"Maaf sebelumnya Nyonya kalau cucu anda harus di rawat di rumah sakit beberapa hari ke depan supaya cepat pulih, kalau boleh saya usul bawa orang yang cucu anda sebut tantenya supaya datang kesini, mungkin cucu anda sedang rindu karena dari tadi dia terus menyebut seperti itu terus, kalau bisa bawa dia kemari supaya keadaan Amanda lebih baik lagi, kalau demamnya masih tinggi saya khawatir cucu anda akan mengalami step"


"Apa dok, step? Baik dokter terima kasih saya akan membawanya ke sini sesuai saran dari dokter.."


"Sama-sama Nyonya, saya permisi dulu."


Pada akhir nya amanda di infus dan di pindahkan ke ruangan VIP. Andra masih diam melihat keadaan putrinya, yang terbaring lemah, Andra merasa tidak becus mengurus anaknya sendiri.


"Andra apa kamu sudah puas sekarang, lihat sekarang anak kamu terbaring lemah seperti ini karena ulah mu, bunda sudah bilang berapa kali supaya kamu jaga emosi kamu jangan lampiaskan kepada anak kamu itu di tidak salah apa apa" ucap Ratna.

__ADS_1


"Iya bun maaf, Andra tidak akan mengulanginya lagi."


"Maaf kamu bilang setelah kamu lihat keadaan Amanda sekarang, bunda minta kamu buat panggil Zahra kemari"


"Tidak bisa bun, Andra tidak mau manggil dia kemari, Amanda pasti bakalan sembuh tanpa dia juga."


'Apa begitu sayangnya kamu manda sampai-sampai kamu sakit karena papa larang bertemu dengan wanita itu' batin Andra


"Andra kamu itu susah banget kalau di kasih tau, cepat bunda tidak mau penolakan dari kamu paham" ucapRatna kesal


"Iya bunda... iya Andra akan bawa wanita itu kesini puas, kalau begitu Andra keluar dulu ya bun, jaga Amanda kalau ada apa-apa kabarin Andra"


Andra keluar dari ruangan rawat Amanda, setelah melihat Ratna menganggukan kepalanya, Andra melakukan panggilan kepada asistennya, sekaligus paman Amanda adik dari mantan istrinya.


📞 "Hallo.." ucap di sebrang sana


📞 "Hallo Vin, kayanya saya tidak bisa ikut meeting dengan klien hari ini"


📞"Emang nya kenapa Kak?"


📞 "Amanda sakit jadi saya tolong sama kamu handle semua nya oke, dan kalau ada apa-apa bisa kirim lewat email saja"


📞 "Ya sudah kamu tenang saja urusan kantor biar saya yang urus kamu fokus pada kesembuhan Amanda, nanti habis dari kantor saya akan ke rumah kamu untuk menjenguk kopanakan ku itu"


📞 "Oke Vin, makasih"


Tut..


Sambungan telepon pun terputus, Andra pun keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2