
Di kediaman Zahra
Zahra melakukan rutinitasnya seperti biasa pagi ini Zahra keluar dari kamarnya menuju dapur.
"Selamat pagi bu, ada yang bisa Zahra bantu"
"Pagi sayang tumben kamu sudah bangun biasanya ibu harus teriak teriak dulu, nih potong dulu sayurannya."
"Iya dong bu, kan hari ini Zahra mau ketemu sama Mas Adit ucap zahra sambil memotong sayuran"
"Iya deh, yang mau ketemu sama pacar semangat amat nih"
"iya donk bu, ibu kaya gak pernah muda aja hehehe..."
"Oh iya Zahra, kenapa sekarang Amanda tidak pernah main kesini lagi ibu jadi kangen"
"Ibu Amanda tidak akan main ke sini lagi Bu, papanya yang ngelarang dia buat ketemu lagi sama Zahra, nyebelin kan bu."
"Hust.. kamu tidak boleh bicara seperti itu"
"Iya maaf"
"kalau ibu lihat kenapa Amanda manja banget sama kamu ya, seperti anak ke ibunya, kalau orang lain melihatnya pasti bakalan tidak menyangka kalau kamu ini bukan ibu kandungnya". Sambil menumis sayuran yang tadi Zahra potong
"Zahra juga tidak tau bun, padahal baru sekali ketemu dia pas waktu makan siang dan sore setelah itu Amanda tidak pernah ketemu lagi"
"O.. gitu ya, Zahra Ibu jadi pengen cepet-cepet punya cucu dari kamu deh"
__ADS_1
"Ih ibu nanti juga ada waktunya kali."
"Ya udah ibu panggil ayah dulu ya, kamu tata makanan nya di meja ya"
"Siap pasti semua beres kalau ada Zahra."
Setelah ayahnya duduk mereka melakukan makan bersama dengan tenang dan setelah itu Zahra pergi kebutiknya.
****
Andra pun sampai di rumahnya Zahra dan mencet bell yang di dekat pintu
"Mau cari siapa ya" ucap seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibunya zahra, melihat ada seorang pria yang membelakangi pintu yang gagah berani.Andra pun berbalik menatap pintu setelah seseorang membukakan pintu.
"Maaf bu, Zahra nya ada?" Ibu yang melihat pria itu terkesima dengan ketempannya
"Oh iya zahra sekarang pasti ada di butik"
"Boleh saya minta nomer hpnya Bu, saya ada urusan sama anak ibu"
"sebentar ya ibu ambil dulu ponselnya. Kamu masuk aja dulu ke dalam
" makasih Bu"
"Tidak lama kemudian ibu bawa ponsel nya dan di berikan nomer Zahra"
" terimakasih Bu saya permisi dulu" Andra pun pergi dari rumah nya Zahra.
__ADS_1
Jam makan siang Zahra ketemuan sama Aditya di sebuah kafe.
"Sayang nanti aku mau ngajak kamu ke tempat ke acara penghargaan ceo terbaik di tahun ini."
"Ok mas pasti aku akan datang kalau sama kamu"
"Sayang kenapa kamu tidak ngabarin aku sih kalau ada di sini, lan aku bisa jemput kamu."
"Kan aku pengen kasih kejutan buat kamu nanti aku jemput kamu di rumah oke, kamu harus dandan yang cantik."
"Pastinya aku tunggu kamu ya mas"
"Ya udah aku harus kembali lagi kekantor ya sayang nanti kita ketemuan lagi."
"Iya mas hati-hati di jalan"
"Iya sayang dah.."
Zahra pun melambaikan tangannya dan kembali duduk, tiba- tiba saja ponselnya berdering.
"Ya hallo.."
"....."
"Apa oke aku sekarang ke sana" setelah menerima telepon itu Zahra langsung bergegas menuju mobilnya dan melaju mobilnya membelah jalanan ibu kota
Sesampainya Zarha di rumah sakit dia bertemu dengan seseorang yang dia kenal dia adalah Andra yang sedang menunggu nya di lobi rumah sakit.
__ADS_1