Sentuhan Cinta

Sentuhan Cinta
BAB 7


__ADS_3

Andra keluar dari ruang kerjanya dengan perasaan kesal, di ruangan keluarga Amanda yang sedang bermain melihat Papa nya lagi turun dari tangga langsung menghampirinya dan memeluk kakinya.


"Papa mau kemana?.. angan pelgi, Manda angen papa.."Andra membuang nafasnya dengan kasar


"Papa sekarang sibuk, udah sana main lagi, jangan ganggu Papa" ucap Andra sambil melepaskan tangan Amanda yang dari tadinya memeluk kakinya


"Emm.. Kalau begitu Manda mau main ke lumahnya Ante Zahla boyeh? kata Ante Zahla kalo mau main harus bilang dulu" Andra melihat anaknya.


"Ga boleh"


"Tapi Pa, Manda pengen main ke lumah Ante Zahla" dengan wajah sendunya.


"Papa bilang gak boleh, ya gak boleh kamu ngerti gak sih, sekarang kamu masuk kamar kamu dan tidur" bentak Andra lalu pergi tanpa menoleh melihat anaknya yang dari tadi menatapnya sendu sambil mengeluarkan air matanya.


'Manda halus ketemu cama Ante Zahla' gumam dalam hati.


Setelah kepergian Andra, Amanda mengendap-mengendap keluar dari rumah dan membawa anak kucingnya. Amanda bersembunyi di balik pohon sambil menunggu penjaga itu pergi dari gerbang rumahnya, tidak lama kemudian penjaga pergi ke belakang rumah nya karena tidak ada air minum di pos nya. Amanda menggunakan kesempatan itu untuk keluar dari rumah dan pergi ke rumah Zahra.

__ADS_1


Tok.. tok..


"Iya tunggu sebentar." ibu pun membuka pintu


"Mau cari siapa ya? Eh ko gak ada orangnya pasti orang iseng nih" gerutu ibu ketika


berbalik mau masuk tapi tertahan ada yang menarik-narik bajunya ibu


"Aaaaaarh .." teriak Ibu Zahra kaget karena ada yang menarik bajunya, kucing yang di pegang oleh Amanda meloncat ke tubuh ibu Zahra karena kaget mendengar teriakannya. Ibu Zahra pun langsung berteriak histeris karena di punggungnya ada yang nempel.


"Ada apa bu, kok teriak-teriak ini udah malam, gak enak sama tetangga." Ayah yang melihat ibu di terkam kucing.


"Yah, ibu kenapa sih teriak-teriak sampai terdengar ke kamar Zahra".


"Ayah cepet tolong ibu, usir nih kucing dari badan ibu."


"Hahaha.... ibu itu kucing kenapa nemplok gitu seperti gak mau jauh dari ibu hahahah.."

__ADS_1


"Kucingnya kaget dengar suara ibu mu yang merdu itu." mereka tertawa terbahak-bahak melihat ibu yang meloncat-loncat karena kucingnya tidak mau turun.


"Ayah, sama anak sama aja suka ledekin ibu cepet bantu ibu ini kucing masih gak mau lepas"


"iya sini Bu, biar ayah bantu" Ayh pun menurunkan anak kucing itu ke lantai.


"Bu, ini anak siapa malam-malam datang ke rumah kita"


"Ga tau tanya aja sendiri" ucap ibu sambil memajukan bibirnya.


"Ya ampun, Amanda kamu kesini sama siapa sayang"


"Manda datang cendili Ante, Manda angen ante Zahla" sambil memeluk kaki Zahra. Ayah dan ibu pun saling melihat anak kecil yang ada di hadapannya nempel banget sama Zahra, seperti perangko.


"Nek maafin kucing Manda ya, dia nakal sama nenek." Sambil membawa anak kucing ke dalam gendongannya.


"Nenek gak mau maafin, kecuali Manda mau cium dulu pipi nenek"sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Ante Zahla endong" sambil merentangkan kedua tangannya, Zahra pun segera mengendong Amanda lalu Amanda mendekatkan diri ke pipi ibunya Zahra dan menciumnya


"Ih ini anak siapa sih gemesin banget, ya sudah ayo kita masuk ke dalam rumah, gak baik kalau kelamaan di luar" ucap ibu sambil tersenyum.


__ADS_2