Sentuhan Cinta

Sentuhan Cinta
BAB 10


__ADS_3

"Amanda kamu tau apa yang kamu lakukan ini, bikin semua orang yang ada di rumah jadi khawatir" ucap Ratna


"Maaf Nek, Manda janji gak bakalan ulangin lagi" ucap Amanda sambil menundukan kepalanya air mata Amanda mengalir di pipinya.


"Ya sudah Nenek maafkan Amanda ya, tapi lain kali kamu jangan seperti itu lagi ya sayang" ucap Ratna sambil menghapus air mata di pipi amanda.


"Bunda, Amanda tidak bisa di maafkan seperti itu aja Bun, dia harus di kasih pelajaran supaya dia tidak mengulangi lagi. Biar Andra saja yang ngasih hukuman buat Amanda, kalau Bunda tidak mau."


"Sudahlah Andra tadi Bunda sudah kasih tau Amanda jadi jangan bentak lagi ya kasian dia seperti itu"


"Tidak bisa Bun, Andra tidak bisa biarin Amanda begitu saja, nanti dia malah ngelunjak lagi, dan kamu Amanda, mulai sekarang Papa tidak ijin kamu untuk keluar dari rumah tanpa seijin Papa kamu mengerti" bentak Andra.


"Tapi pa..hiks.. hiks.."ucap Amanda menangis sesegukan

__ADS_1


"Tidak penolakan, Papa tidak suka kalau di bantah, dan kamu jangan temui dia lagi kamu mengerti, sekarang kamu cepat masuk ke dalam kamar kamu sekarang juga"


"Bi cepat bawa Amanda ke kamarnya dan jaga dia."


Amanda yang melihat kemarahan papanya, langsung mengeratkan pelukannya kepada sang Nenek, Bi Sum berlari menghampiri Amanda setelah mendengar perintah dari Andra dan Bi Sum membawa pergi ke dalam kamarnya.


Setelah Amanda tidak ada Zahra yang sedari tadi diam melihat perilaku kasar Andra mulai tidak tahan lagi.


"Bisa tidak kamu jangan bentak Amanda, lihat dia sampai ketakutan seperti itu. Anda ini Ayah macam apa, bisanya cuman membentak seorang anak kecil."Andra yang mendengar perkataan Zahra langsung mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras.


Andra pun berbalik melihat Zahra dengan amarah mengkat tangannya hendak menampar.


"Andra jangan... Bunda tidak mengajarkanmu untuk memukul seorang perempuan" bentak Ratna sambil bangkit dari tempat duduknya. Andra mendengar ucapan dari Ratna langsung mengurungkan niatnya untuk menampar Zahra dan mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Bunda cepat suruh dia pergi dari sini, dan jangan ikut camput dalam keluarga kita."


"Kalau tidak, Andra tidak tau apa yang akan Andra lakukan sama wanita itu, kalau dia masih tetap ada disini"


"Maaf ya Zahra bukan tante mau mengusirmu kamu tau kan keadaan disini seperti apa." ucap ratna sambil menghampiri Zahra


"Iya tante saya mengerti, dan saya minta maaf juga karena saya berbicara lancang seperti itu"


"Terimakasih sudah mengantarkan Amanda ke rumah." Ratna tidak membalas ucapan Zahra karena di juga merasakan sakit mendengar Zahra berkata seperti itu kepada Andra, Ratna menggandeng tangan Zahra menuju pintu.


"Oh iya tante, maaf sebelumnya saya lupa sesuatu ada yang ingin saya sampaikan sama anak Tante, tunggu sebentar Tante" Zahra berbalik menghampiri Andra yang sedang membelakanginya.


"Pantas saja sampai sekarang Anda masih sendiri, tidak akan ada wanita yang mau bertahan dengan pria yang kasar, sombong seperti anda, kecuali wanita bodoh yang ingin menjadi pendamping Anda " bisik Zahra Andra yang mendengar ucapan Zahra langsung berbalik menatap tajam Zahra dan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Ratna yang melihat muka anaknya yang kesal cuman bisa memperhatikan mereka dari kejauhan, setelah Zahra mengungkapkan apa yang ingin dia rasakan kepada Andra langsung pergi keluar dari rumah Andra.


__ADS_2