Sentuhan Cinta

Sentuhan Cinta
BAB 9


__ADS_3

Andra yang masih berada di kantor bergegas pergi ke tempat parkiran mobil, dan melajukan mobilnya yang menembus padatnya lalu lintas. Setelah sampai di kediamannya Andra langsung memarkirkan mobilnya, dia langsung terburu-buru masuk bundanya yang sedang menangis.


"Andra cepat cari cucu Bunda..?" ucap Ratna


"Bunda tenang dulu ya, Andra pasti bakalan cari Amanda sampai ketemu Bun" Andra pun membantu memberi minum pada Bundanya, melihat Bundanya sudah tenang


"Bun kok, bisa sih Amanda hilang seperti ini?" Tanya Andra dengan raut wajah khawatirnya.


Flashblack on


Setelah Andra keluar dari ruang kerja Ratna kembali ke kamarnya dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Ratna merasa tenggorokannya kering dia melihat gelas yang ada di meja nakras tempat tidurnya kosong.


'Tidak ada air' batin Ratna


Ratna keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga untuk pergi ke dapur untuk mengisi air minumnya.


Ratna melihat ruang keluarga melihat mainan Amanda masih tercecer di lantai.


" Bi Sum " Bi Sum langsung menghampiri majikannya.


"Iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu?"


"Bi Amanda kemana?.. mainannya ada tapi orangnya kemana..?"

__ADS_1


"Mungkin non Amanda ada di kamar Nyonya"


"Ya sudah Bi, saya mau lihat Manda dulu, tolong Bi itu mainannya di beresin"


"Siap Nyonya"


Ratna berlalu menaiki anak tangga dan berjalan menuju kamar Amanda, lalu setelah pintu terbuka Ratna tidak melihat Amanda berada di tempat tidur.


'Loh Amanda kemana ya kok ga ada, tempat tidurnya juga masih rapi, mungkin Amanda lagi di kamar mandi, sudah aku lihat dulu' batin Ratna


Cleeeelek...


Pintu kamar mandi terbuka Ratna yang melihat kamar mandi kosong pun langsung menjatuhkan gelas yang di pegangnya.


"AMANDAAA.." teriak Ranta


"Nyonya ada apa?"


"Bi, Amanda tidak ada di kamarnya, cepat kumpulkan pelayan dan penjaga cari amanda sampai dapat." Bi Sum mengangguk mengerti dan pergi.


Flashback off


"Bunda sudah jangan menangis lagi, Andra janji akan bawa Amanda dengan selamat, ya sudah Andra pamit keluar dulu".

__ADS_1


Di saat Andra akan berjalan menuju ruang mau berjalan keluar dari rumahnya dia berpapasan dengan Zahra yang akan memencet bel pintu. Andra melihat Amanda ada di dalam gendongannya Zahra..


'Bagaimana bisa Amanda bersama dengan perempuan ini?' Batin Andra, dia menarik lengan Zahra dengan kuatnya dia membawanya ke ruang dimana Bundanya yang sedang menangis.


"Bisa tidak sama perempuan itu lebut sedikit jangan kasar seperti ini, tidak lihat saya sedang mengendong anak kecil, bagaimana kalau Amanda terjatuh"


"Bunda ini dia orang yang menculik Amanda"


Bunda yang sedari tadi menangis langsung berhenti melihat Andra pembawa Zahra mengendong Amanda ke hadapan Bundanya.


"Jangan asal tuduh ya, saya ini bukan peculik, saya mau anterin Manda, Mana ada penculik ngasih tawanannya cuma-cuma"


"Ya bisa saja kamu.." ucapan Andra terpotong karena bentakan dari Ratna.


"Berhenti bisa tidak kalian kalau ketemu jangan ribut mulu pusing Bunda dengernya."


Zahra menurunkan Amanda, dan berlari ke arah neneknya.


"Ya ampun Amanda kamu tidak apa-apa kan sayang, kamu kemana saja nenek khawatir dari tadi cari kamu" ucap Ratna sambil memeluk cucu kesayangannya itu.


"Aku ndak apa-apa kok Nek, Nenek angan cedih lagi ya, kan sekalang manda ada di sini temenin, Manda tadi abis main di lumah Ante Zahla Nek ".


Andra yang sedari tadi beradu pandang dengan Zahra, langsung berbalik menatap tajam ke arah Amanda mendengar ucapan dari anaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2