Sentuhan Cinta

Sentuhan Cinta
BAB 2


__ADS_3

Mereka berjalan menuju restoran yang di tunjuk oleh Zahra, dengan Amanda bergelayut manja kepada Zahra.


" Nona Zahra biar Bibi saja yang gendong Non Amanda" melihat Zahra mengendong anak majikannya, Bi Sum merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Bi, biar saya saja"


" Bibi gendongnya kucing aja hihihi.. Manda mau di gendong sama Tante Zahra aja" Amanda cekikikan Bi Sum cuman bisa menghela nafas panjangnya dia tidak banyak bicara lagi dan mengikuti Zahra dari belakang.


Sesampainya di dalam restoran, pelayan menyambut kedatangan mereka dan membawa mereka ke salah satu meja yang kosong dan menitipkan anak kucing ke pelayan.


Zahra melihat menu makanan, kemudian memesan empat hidangan ini tidak terlalu banyak, tapi pas untuk di makan bersama.


Pada saat mereka menunggu sajian mereka, Amanda berceloteh menceritakan kegiatannya hari ini kepada Zahra tanpa rasa sungkan, Zahra dengan sabarnya mendengarkan dan menjawab pertanyaan dari Amanda sekali-kali terdengar tertawa dari mereka. Bi Sum yang melihat nona Amanda senyumnya tidak luntur terheran-heran tidak biasanya Nona mudanya ini bisa dekat dengan orang lain secepat ini.


Pelayan datang dan membawa makanan yang mereka tadi pesan.


"Tante Manda mau makan di suapin sama Tante boleh kan" ia menatap Zahra dengan tatapan memelas.


"Non sama bibi saja suapin nya, jangan ngerepotin tante Zahra terus, kasian tante Zahra nya mau makan".


"Ya udah deh kalo begitu Manda nggak mau makan" Amanda langsung memalingkan wajahnya dari Bi Sum sambil mengerucutkan bibirnya dan tangannya di lipat di atas dada.


"Tidak apa-apa bi biar saya aja yang suapin Manda, bibi makan saja oke".


"Tapi non.." Zahra memejamkan mata mengatakan bahwa ia tidak apa-apa lalu mengambil piring dan mengisinya makan buat Amanda dan Zahra.


"A..." Dengan lahap dan semangat Amanda terus makan sambil sekali-kali Zahra memasukan makanan ke mulutnya, Zahra begitu telaten menyuapi Amanda hingga suapan terakhir.setelah selesai makan Zahra memberikan air minum gadis kecil itu hanya meringis menunjukkan gigi kecilnya.


Amanda tersenyum pada Zahra " makasih ya Tante".


Zahra tersenyum dan tanpa sadar mendaratkan kecupan di dahi Amanda, gadis kecil itu pun memberikan kecupan di pipi Zahra.


Seusai membayar makanan dan mengambil kucing kecil nya itu, Amanda mulai mengulurkan tangannya minta di gendong kembali ke Zahra dan Zahra pun dengan senang hati menyambutnya mereka keluar bersama dari restoran dan mengantarkan Amanda sampai di depan mobil jemputan nya.


" Tante Manda nggak mau pisah sama Tante, Manda masih kangen sama Tante, boleh nggak Manda ikut Tante? " dengan mata yang berkaca-kaca sambil memeluk erat di leher Zahra.

__ADS_1


" Tante nya harus kerja dulu Non, ayo Non sini sama Bibi".


"Nggak mau Manda mau sama Tante" .


"Cantik, sekarang Tante nggak bisa temani Manda soalnya kerjaan Tante masih banyak, kapan-kapan kita ketemu lagi ya, gimana kalau Tante kasih kamu nomor telepon Tante terus kalau Manda kangen Tante, Manda bisa telepon Tante". Zahra membuka tasnya dan mengambil kartu namanya dan memberikannya kepada Amanda.


"Ya udah deh Tante Manda mau pulang dulu, tapi Tante harus janji kalau nanti Manda telpon Tante harus di angkat telepon dari Manda" Zahra mengecup dahi, pipi kanan dan kiri Amanda.


"Ok, sekarang Manda jangan sedih lagi ya sayang, sekarang Tante mau lihat mana senyuman manis Manda ya?".


Manda pun tertawa karena jari Zahra menggelitik perutnya setelah itu Manda mengecup pipi Zahra setelah itu menurunkan Manda di kursi mobil.


"Nona Zahra makasih ya, maaf sudah merepotkan".


"Tidak apa-apa Bi, lain kali hati-hati" Bi Sum menggangguk kepalanya lalu duduk di samping Amanda, dan Amanda menurunkan kaca jendela mobil dan langsung melambaikan tangan pada Zahra, Zahra pun melambaikan tangannya dan tersenyum.


******


Ting tong..


Ceklek..


"itu pasti Manda" ucap wanita paruh baya sambil berjalan menyambut kedatangan cucunya.


"Aaaaaarh kucing.. Manda kenapa kamu bawa kucing ke sini sih, hustttt..." teriak Ratna sambil berlari menaiki sofa sambil mengibaskan tangannya Bi Sum dan Amanda terkekeh melihat tingkah laku yang lucu neneknya.


"Bi Sum, kenapa Manda pulang bisa membawa anak kucing sih, udah tau aku takut sama kucing, cepat bawa sana keluar" ucap Ratna sambil berdiri dari kursi sofanya.


"Jangan nek, kucingnya kan lucu seperti Manda nek, kasihan tadi kucingnya mau ada di tengah jalan nek untung Manda tolongin." Ucap Amanda sambil mengelus kepala anak kucing itu.


"Bi jelasin, apa maksud dari ucapan Manda barusan" Ratna pun menatap tajam pembantunya itu.


Bi Sum pun menceritakan semua kejadian hari ini kepada majikannya itu, Ratna langsung yang terkejut mendengar cucunya hampir tertabrak mobil.


"Lain kali Bi Sum jangan ceroboh lagi kalau sedang menjaga Manda, sekarang bawa anak kucing itu keluar cepat Bi. Kalau tidak bibi yang akan saya pecat" Bi Sum pun mengangguk paham.

__ADS_1


"Sini Non anak kucing nya biar Bi Sum bawa keluar dulu" Amanda menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya sambil memeluk anak kucing itu.


"Ga mau nanti Bi Sum buang lagi kucingnya kan kasian Bi, dia gak punya ibu seperti Manda" ucap Amanda menunduk sedih


"Enggak Manda, Bi Sum akan simpan kucingnya di luar iya kan Bi Sum" sambil memberi kode mengedipkan mata sebelah.


"Iya Non, bibi simpannya kucingnya di luar dulu ya, kasihan lihat neneknya Non Amanda ketakutan seperti itu." Bujuk Bi Sum dan Amanda pun mengangguk lalu perlahan Bi Sum pun berhasil membawa anak kucing itu dalam dekapannya, Bi Sum keluar membawa anak kucing itu, Ratna pun turun dari kursi dan duduk di samping Amanda.


"Manda apa ada yang sakit, mana coba Nenek lihat" Ucap Ratna yang begitu khawatir setelah mendengar pernyataan dari Bi Sum.


"Manda gak apa-apa kok nek, tadi Manda di tolong sama Tante Zahra" sambil tersenyum lebar mengingat nya.


"Tante Zahra?" Ratna bingung mendengar ucapan cucunya itu.


"Iya nek, Tante Zahra itu baik banget deh sama Manda, dia peluk Manda sangat erat banget, Manda merasa nyaman anget nek di pelukan sama tante Zahra. Manda belum pernah merasakan itu nek, apa seperti itu ya nek pelukan seorang ibu" Ratna yang mendengarkan celotehan cucunya, hatinya langsung terenyuh tanpa di sadari air matanya turun. Karena Ratna menyadari kalau dari kecil Amanda tidak mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya. Dengan segera Ratna berpaling dan menghapus air matanya itu sebelum ketahuan oleh cucunya.


"Ya udah sekarang Manda pasti laper belum makan siang kan, ayo nenek bantu Manda mandi dulu ya, nanti setelah itu nenek suapi Manda" ucap Ratna sambil mengelus rambut Amanda yang panjang


"Manda udah kenyang nek, tadi sebelum pulang ke rumah udah makan di luar sama Tante Zahra nek"


"Kayanya saya harus cari tau nih, tidak seperti biasanya Amanda dekat dengan seseorang begitu cepat" batin Ratna.


" Ya udah kalau begitu Manda mandi dulu terus tidur siang nanti nenek temani ya" Amanda menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamarnya.


Setelah kepergian Amanda Bi Sum masuk kedalam rumah dan menghampiri nyonya besar yang sedang menatap tajam ke arahnya.


"Maaf Nyonya lain kali Bi Sum akan lebih hati-hati lagi dalam menjaga Non Manda."


"Iya gak apa-apa Bi tapi lain kali jangan sampai di ulangi lagi, ya sudah saya mau ke kamar Amanda dulu.."


******


"Nek kapan Papa pulang, Manda kangen." Ucap Amanda bersiap-siap untuk tidur siang.


"Katanya sih, sekarang mau pulang tapi nggak tau deh, nanti nenek tanyain lagi ya" ucap Ratna di anggukkan oleh Amanda dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir..


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya..


__ADS_2