Sentuhan Cinta

Sentuhan Cinta
BAB 4


__ADS_3

Happy reading..


Pada siang harinya Amanda yang sudah pindah rumah bersama dengan nenek nya dari tadi menunggu papanya di depan rumahnya sambil mengendong kucing yang waktu itu diselamatkannya, saat melihat kejalan menunggu ayahnya pulang tidak sengaja melihat Zahra dalam mobil, karena kaca mobil itu terbuka sehingga terlihat pengemudinya.


Amanda langsung tersenyum dan berlari keluar dari rumahnya untuk menghampiri Zahra setelah melepaskan anak kucing yang sedari tadi di gendongnya.


"Tante Zahra...." teriak seseorang di sebrang jalan sambil berlari dan merentangkan tangannya.


Zahra langsung menoleh dan melihat siapa yang telah menyebutkan namanya.


'Itu kan anak yang tadi aku selamatkan, kenapa dia ada di sini' gumam di dalam hati.


"Berhenti di situ, tante akan ke sana." Zahra pun segera menghampirinya, ketika melihat Amanda akan menyebrang jalan.Amanda yang senang melihat Zahra langsung memeluk kaki Zahra.


"Kenapa kamu mau lari lagi gimana kalau terjadi apa-apa sama kamu" ucap zahra sambil mengusap kepalanya.


"Manda kangen tante" sambil mengeratkan pelukannya.


"Eh.. kenapa kamu ada di sini, kenapa sendirian ?"


"Manda baru pindah Tante, tuh rumah Manda" ucap Amanda sambil menunjukan rumahnya yang berada di depan rumahnya.


"Oh itu rumah kamu ya, gak nyangka kita bisa ketemu lagi."


"Manda senang deh, liat tante Zahra lagi."


"Gimana keadaan Manda sekarang sudah lebih baik kan.?"


"Sekarang Manda udah lebih baik kok tante"


"Oh iya tante mau kemana?"

__ADS_1


" Tante mau pulang ke rumah tuh itu rumah tante." sambil menunjukan rumahnya yang lebih kecil dari rumh yang ada di depannya itu.


"Tante boleh gak kalau Manda main ke rumah tante?"


"Boleh dong tapi jangan sendirian ya datang ke rumah tantenya, terus minta izin dulu supaya orang yang ada di rumah manda gak pusing cari-cari Manda ada dimana, mengerti.."


"Oke.. siap laksanakan.." Amanda memberi hormat dan terkekeh geli


"Lalu kenapa Amanda ada di luar rumah sendirian, gimana kalo ada orang jahat?"


"Manda lagi nungguin papa tante, soalnya kata nenek papa mau pulang ke rumah hari ini, jadi Manda tungguin papa di depan rumah deh"


"Ya udah mendingan Manda masuk ke dalam ya, tunggunya di dalam rumah aja biar lebih aman atau kalau tidak Manda minta di temenin sama mamah Manda untuk menyambut kedatangan papa Manda"


"Manda gak punya mamah tante." Amanda pun menunduk sendu.


"Maaf ya tante gak tau ya sudah kamu ga boleh sedih lagi ya, mau tante temenin kamu nunggu papa kamu pulang" Amanda pun mengangguk setuju.


Percakapan mereka terhenti ketika papa Amanda datang membunyikan klakson mobilnya.


Dan kaca mobil pun di turun kan terlihat lah sosok yang ada di dalamnya.


"Hey bisa gak sih kalau mau ngobrol jangan di depan rumah orang menghalangi orang mau masuk aja" ucap pria itu dengan kesal.


"Papa...." Teriak Amanda sambil berlari mendekati mobil milik ayah nya.


'Manda bicara sama siapa? kelihatannya akrab banget' gumamnya dalam hati.


'Hah.. dia papanya manda cakep sih iya tapi sayang mukanya dingin banget apa lagi sikapnya kelihatan sombong banget' gumam Zahra di dalam hati.


"Amanda kamu sedang apa di situ, cepat masuk kedalam rumah" bentak

__ADS_1


Langkah Amanda terhenti karena bentakkan Andra lalu amanda menundukan kepalanya tubuhnya bergetar dan air mata pun mengalir di pipinya, Zahra yang melihat itu pun tidak tega dan menghampiri Amanda dan berjongkok untuk menghapus air mata Amanda. Andra yang melihat itu mejadi kesal di keluar dari mobilnya dan menghampiri Amanda.


"Amanda kamu dengar tidak ucapan papa tadi" teriak Andra


" Maaf tuan, anda seharusnya jangan kasar seperti itu kalau berbicara sama Amanda" Amanda langsung bersembunyi di balik tubuh Zahra, Zahra berdiri dari jongkoknya dan mereka berhadapan.


"Anda gak berhak berbicara seperti itu kepada saya"


"Astaga tuan apakah tengorokan anda gak sakit apa berteriak seperti itu terus"


"Diam saya tidak bicara dengan Anda, dan tidak usah ikut campur dalam keluarga saya, anda siapa hah.."


"Manda cepat masuk jangan bikin papa tambah marah sama kamu"


"Saya memang bukan siapa-siapa, tapi saya tidak suka sama orang yang suka membentak seorang anak kecil" Zahra langsung meninggikan suaranya.


"Berani sekali anda berbicara seperti itu kepada saya, anda belum tau sedang berurusan dengan siapa"


"Saya tidak perduli anda siapa, yang saya tidak suka anda membentak seorang ana kecil yang berada di hadapan saya ini."


" Cih.. teserah saya anda jangan ikut campur"


"Apa kamu gak bisa bicara sama anak kecil dengan lemah lembut sedikit saja, bukan dengan membentak, kamu gak lihat tubuhnya sampai bergetar seperti ini."


Pria yang di dalam mobil itu pun kesal lalu turun dan menghampiri anaknya yang berada di dalam pelukan perempuan cantik itu.


"Diam kamu jangan terlalu banyak ikut campur."


"Amanda ayo." Andra mendekat ke arah Zahar sambil menarik tangan Amanda karena posisi Amanda bersembunyi di belakang Zahra dan menyeretnya kedalam rumah.


"ish.. menyebalkan sekali ayahnya Amanda dapat ayah macam seperti itu kasihan sekali Amanda, ya sudahlah mending aku pulang saja"

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir..


Jangan lupa like, vote dan komentarnya..


__ADS_2