Sentuhan Cinta

Sentuhan Cinta
BAB 3


__ADS_3

Di Butik


Zahra kembali ke ruangannya setelah selesai makan siang dan mengambil beberapa lembar kertas.


"Semoga Nyonya Salma suka dengan desainnya" Zahra pun pergi menghampiri asistennya Vini


"Vin, aku pergi dulu mau ketemu sama klien, kamu handle di sini kalau ada yang mau liat rancangan ada di atas meja."


"Baik bu, hati-hati di jalan semoga lancar dan klien pun suka dengan hasil rancangan desainnya."


"Aamiin, semoga lancar saya pergi dulu ya, kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi saya." Ucap Zahra sambil melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Vini.


******


Di perjalanan Zahra di temani oleh musik sampai tak terasa alamat yang di tuju pun sudah sampai.


Zahra pun menikmati keindahan rumah yang mewah tersebut. Lamunannya buyar setelah Seorang penjaga menghampirinya mobil Zahra.


"Maaf mau ketemu dengan siapa ya?"


"Saya pemilik dari butik Zahra, saya mau ketemu sama Nyonya Salma, apakah Nyonya Salma nya ada?, Karena saya ada urusan dengan beliau"


"Tunggu sebentar, ya mbak" penjaga itu pun langsung menghubungi kepala pelayan rumah utama tersebut. Setelah mendapat jawaban penjaga itu pun menghampiri Zahra dan mempersilahkan masuk.


"Silahkan mbak, Nyonya sedang menunggu anda" penjaga pun membukakan gerbang utama.


Zahra melajukan mobilnya masuk ke dalam rumah mewah itu, Zahra yang turun dari mobil langsung di sambut oleh kepala pelayan yang sedang menunggunya di depan depan rumah itu.


"Silahkan masuk nona, Nyonya sedang menunggu anda di dalam." Ucap kepala pelayan itu sambil membungkukkan badannya


"Makasih pak." Ucap zahra sambil tersenyum ramah.


Sesampainya di dalam rumah yang mewah itu, membuat Zahra terkagum-kagum melihatnya dekorasi di dalam rumahnya itu. Pandangannya pun tertuju pada seorang wanita cantik, seksi, dan elegan yang sedang duduk sambil membaca majalahnya.

__ADS_1


"Selamat siang Nyonya" zahra pun memberanikan diri untuk menyapa duluan"


"Selamat siang, silahkan duduk.." Zahra pun duduk berhadapan dengan wanita cantik itu.


"Kamu mau minum apa?"


"Terserah Nyonya saja."


"Pak Budi tolong buatkan minuman sama bawa cemilannya sekalian"


"Baik Nyonya" pak budi pun membungkukkan diri dan pergi meninggalkan kedua wanita itu.


Tidak lama kemudian Pak Budi datang membawa minuman sama cemilan.


"Jangan panggil Nyonya panggil nama saja kayanya kita seumuran" Zahra pun mengangguk mengerti.


"Iya Salma" ucap Zahra ragu-ragu


"Nah kan kedengarannya enak" ucap salma Zahra pun hanya tersenyum.


"Sudah, Anda bisa melihatnya sendiri, bagaimana apa ini sesuai dengan apa yang anda inginkan." Sambil menyerahkan kertas yang ada di dalam map tersebut.


"Wah ini, jauh lebih bagus dari apa yang saya harapkan, kira-kira kapan saya bisa mengambilnya soalnya 2 minggu lagi saya ada acara"


"Baik lah, akan saya usahakan secepatnya selesai, nanti saya akan menghubungi anda lagi."


" Maaf bisa berdiri sebentar, akan saya mau ukur dulu, supaya lebih cepat lebih baik." Salma mengangguk paham, setelah selesai Zahra berdiri dan bangkit dari duduk nya dan membawa tasnya setelah semuanya selesai.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Salma." Salma menganggukkan kepalanya.


*****


Tak terasa waktu pun berjalan dengan cepat sekarang waktu sudah menunjukan jam 5 sore, Zahra mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata-rata menuju rumahnya.

__ADS_1


"Akhirnya sampai juga di rumah udah gak sabar ketemu Fahri "Zahra membuka pintu mobil dan bergegas masuk ke dalam rumahnya.


"Assalamualaikum .."


"Waalaikumsalam Mama Zahra.."seorang anak kecil langsung berlari menghampiri Zahra yang berada di depan pintu dan mengulurkan tangannya meminta untuk digendong Zahra pun mengerti dan langsung menyambut uluran tersebut.


"Wah keponakan Tante udah dateng nih"Zahra menggoda Fahri, karena Zahra tahu kalau Fahri tidak suka kalau dirinya di panggil Tante.


"Mama Zahra Fahri tuh gak mau jadi keponakan mama Fahri maunya jadi anak mama aja"Fahri pun mengerucutkan bibirnya, karena Fahri terlalu menyayangi Zahra dia menganggapnya seperti ibu kandungnya sendiri karena kasih sayang yang tulus yang membuatnya nyaman berada di dekatnya.


"Hehehe.. iya deh anak mama ini lama ya gak ketemu kangen tahu "Zahra sambil mengacak-acak rambut Fahri dengan gemasnya, dan Fahri pun tersenyum kembali.


Zahra membawa Fahri ke ruangan keluarga dan duduk di sana.


"Ini anak baru dengar suara mobil Zarha masuk halaman aja langsung lari dan sekarang malah nemplok gitu, sini sama Bunda kasihan Mama Zahra nya capek habis pulang kerja" ucap Anisa dan di sambut dengan gelengan kepala Fahri.


"Gak mau Fahri mau sama Mama Zahra aja"


"Gak apa-apa kak, Zahra juga kangen sama Fahri"


"ini itu seperti ketukar mana yang jadi ibunya mana yang jadi tantenya sih" gerutu Anisa sambil mengerucutkan bibirnya dan di sambut dengan gelak tertawa oleh yang lain.


"Zahra kamu sudah cocok nih mempunyai seorang anak, Fahri saja nempel terus sama kamu apalagi kalau kamu punya anak sendiri. kapan kamu kenalin calon suami ke kakak" gada Arsal kakak iparnya Zahra.


"Iya ibu juga pengen banget deh punya cucu dari kamu Zahra, kamu mau gak ibu jodohkan sama temen ibu".


"Ibu.. Kaka..doa kan Zahra saja, semoga Zahra secepatnya mendapatkan jodoh yang terbaik untuk Zahra"


"Amin.." jawab serentak semua yang berada di ruang keluarga.


"ya udah sekarang Fahri sama bunda dulu ya Mama Zahra mau mandi dulu nanti kita main bareng ya "Fahri pun menganggukkan kepalanya bahwa dia mengerti apa yang dikatakan Zahra dan setelah selesai Zahra kembali ke ruang keluarga menghampiri keponakan nya yang masih berkumpul di sana dan mereka pun bermain dengan penuh dengan canda tawa.


Terimakasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like , komen dan vote nya di tunggu ya ..


__ADS_2