
Perusahaan Sanjaya salah satu perusahaan terbesar yang di negara ini.
Memiliki berbagai macam sektor yang bergerak di bidang konstruksi,property dan berbagai macam produk konsumtif dalam industri pembangunan..
Semenjak Go publik saham Sanjaya dimiliki oleh 12 orang yang didalamnya ada arya dan dharma.mereka sepakat mengangkat arya menjadi CEO.
4 Tahun Sebelum arya meninggal dia fokus bekerja di gedung yang berbeda,entah apa alasannya namun pemilik saham hanya mengiyakan karena asalkan mendapat profit mereka tidak masalah.
Ini ke Tiga kalinya alexa datang ke kantor pusat,dia mengingat kembali saat dulu diajak arya.
dia mengajak alexa ke keruangannya dia menyuruh alexa kecil untuk menunggunya di ruangan..
"Papa pergi sebentar,disini saja ya enggak boleh nakal"..arya mengelus lembut rambut alexa.. anak itu hanya tersenyum mengangguk..
alexa kecil kemudian duduk di sofa ruangan itu,..
tok tok tok
dari pintu seorang membuka ruangan seorang pria yang cukup tinggi dengan tatapan yang sangat tajam,karena matanya yang sipit dan senyumnya yang terlihat mengejek seseorang..
hanya menatap pria itu saja alexa sudah sangat ketakutan..
pria itu mendekat alexa yang ketakutan dan mundur hingga ke pojok sofa..
"anak manis sedang apa disini"..suaranya lembut namun alexa seperti tercekik oleh ular entah kenapa ia berpikir seperti itu..
alexa yang hampir menangis tertolong karena beberapa saat kemudian arya kembali masuk keruangannya..
sejak saat itu alexa takut untuk kembali ke kantor pusat..
Namun sekarang dia harus melupakan itu semua ..dan berfokus untuk menyelamatkan perusahaan sanjaya..
Alexa berjalan dibelakangnya rendra membuntuti,semua karyawan melihat kearah gadis dan pria itu dengan tatapan kagum, heran dengan penampilan yang cantik blazer hitam yang menutupi kemeja putihnya, Rok dan high heels yang menunjukkan kakinya yang jenjang berjalan perlahaman seperti model..
__ADS_1
sementara yang satu pria bule dengan tubuh tinggi dan sangat tampan membuat karyawan wanita merona merah hanya dengan melihat saja..
Setelah mengatakan kepada security langaung menuju lift ke lantai 23 disana dharma sudah menunggunya..
saat lift berhenti di lantai 8 masuk seorang laki laki yang berbadan gemuk di temani oleh dua orang pria,yang satu memakai kacamata hitam dan berkepala botak dan yang satu berambut gondrong..
saat masuk ke dalam pria gemuk itu langsung mendekati alexa,rendra yang berada dibelakang alexa itu langsung menarik lengan alexa sehingga alexa sekarang berada punggung rendra..
pria gemuk itu langsung tersenyum sinis menatap rendra.rendra hanya memasang wajah datar dan menghadap kepintu lift..
tapi tidak dengan alexa.
tangan rendra yang masih memegang lengan alexa membuatnya tambah canggung,apalagi bau parfum rendra..
"lagi lagi dia memegang lenganku".gumamnya dengan wajah yang memerah..dia ingin melepaskan lengan rendra namun urungkan setelah pria gemuk itu kembali menatapnya.
Setelah sampai di lantai 23 rendra dan alexa turun tanpa menoleh kebelakang lagi..
diruangan dharma sedang bersama dua orang pria.
" ini om Fatir dan om yanto kamu kenal kan,Mereka adalah salah satu pemegang saham di perusahaan"..ucap dharma sambil memberi isyarat alexa untuk menyalaminya..
"Pagi om fatir,om yanto" sambut alexa..
"iya lex terakhir ketemu di pemakaman pak arya,sekali lagi turut berduka cita ya" ucap fatir.. alexa membalas dengan ucapan terima kasih
penampilan fatir seperti pria yang berumur 40 an- dengan kumis tebal di bawah hidungnya,sedangkan yanto sudah seumuran dengan dharma namun yang mencolok adalah matanya sebelah kanan berwarna putih yang disebabkan kecelakaan sehingga tidak berfungsi..
"Om yanto tidak bisa datang nak,karena ada kepentingan lain".ucap yanto sedikit menyesal..
"tidak papa om terima kasih,sudah mau membantu papah selama ini".ucap alexa.
Fatir dan yanto kemudian melihat rendra yang menurut mereka penampilanya tidak biasa,ada orang bule di dalam ruangan.
__ADS_1
"Oh perkenalkan dia rendra dia akan menjadi sekretaris alexa, aku sengaja mencari profesional dari liar negeri untuk membantu alexa"..ucap dharma..
fatir dan yanto mengiyakan dan mendukung dharma..
"baik semua disini kita mulai,alex mereka yang ada disini adalah orang yang paman dan papa mu percaya mereka akan membantu kita nanti di rapat pemegang saham,rendra sudah memberitahumukan apa yang akan kita lakukan saat rapat nanti"..ucap dharma..
"iya paman aku sudah siap,akan kucoba yang terbaik"..balas alexa..
"Baik sekarang kita menuju ruang rapat". pinta dharma sambil berjalan keluar di ikuti semua yang berada diruangan..
Di luar ruang rapat sudah berdiri para pemegang saham dan beberapa orang yang mungkin adalah sekretaria maupun bodyguardnya..
mereka semua menatap alexa dalam diam dan wajah datar,entah kemana keberanian dan tekad alexa menghilang ,dia hanya bisa menunduk dan memainkan kedua tangannya karena sangat gugup..
akhirnya satu persatu orang orang itu masuk tanpa pengawal maupun sekretarisnya,alexa yang masih gugup masih gemetar jangan kan berjalan mau bergerak aja seperti kesusahan..
Rendra menepuk punggung alexa,sontak membuatnya terkejut..
"Anda gugup".tanya rendra tentu saja dia menyadari ini pertama kalinya bagi gadis itu menghadapi situasi ini,meskipun kemarin dia berani untuk menemui kolega arya, namun kali berbeda orang orang didalam seperti musuh yang kapan saja siap mengambil alih perusahaan..
"kemarikan tangan anda".pinta rendra..
alexa hanya diam dan memberikan tangannya..
rendra mengambar sesuatu di telapak tangannya.
" apa ini pak"..tanya alexa sambil melihat simbol V di telapak tangannya..
"Jika nanti anda gugup lihat simbol ini,
dan ucapkan Victory gugup anda pasti hilang".ucap rendra.
alexa memandang rendra dan mengangguk lalu berjalan keruang rapat dengan percaya diri yang sudah kembali pada dirinya..
__ADS_1
Bersambung.....