
Diruang keluarga Lidya mempersilahkan rendra duduk..
alexa yang sudah duduk terlebih dahalu segera berdiri untuk menyalaminya..rendra yang memakai kemeja putih,rambut disisir kebelakang membuat penampilannya sedikit berbeda dengan kemarin.
Kesan yang di tampilkan rendra membuat alexa sedikit canggung,meskipun kemarin pria ini sudah menyelamatkan nya dia masih belum percaya sepenuhnya dengan pria dihadapannya ini..
kemarin Dharma sudah menghubungi jika rendra akan datang menemui alexa Dan Lidya..Dharma berpesan untuk mendengarkan saja apa yang akan disampaikan rendra,Karena laki laki itu akan menyampaikan informasi penting..
"Nyonya Lidya beberapa bulan yang Lalu Kita pernah berbicara di telfon saat mengurus kepulangan jenazah tuan Arya!"..
"iya terima kasih Pak rendra sudah memudahkan pengurusanya.dan juga sudah mau membantu alexa kemarin malam"ucap Lidya..
"Baik lah Saya akan mulai menyampaikan amanat dari tuan Arya".rendra mengambil beberapa dokumen dari Tasnya..
"perkenalkan Saya Rendra Shaw",
"Saya bekerja kepada tuan arya untuk menangani perusahaan beliau yang ada di Amerika".. lidya Dan alexa sealing menatap mendengar perkataan rendra,namun mereka tetap mendengarkan apa yang disampaikan rendra tanpa berniat menyela..
"Akan tetapi beberapa bulan setelah tuan arya meninggal perusahaan menjadi goyah Dan Saya memutuskan menjual perusahaan tanpa berunding dengan keluarga di Indonesia"..
"Karena perusahaan beliau disana tidak terlalu besar maka sangat mudah mengurus dokumen Dan administrasinya". rendra kembali menyerahkan dokumen kepada Lidya..
"Datanya Semua ada disini Dan Uang penjualan juga sudah Saya pindahkan ke rekening lokal,"
lidya mengusap matanya yang Tiba Tiba menangis..
__ADS_1
"Maaf ternyata meskipun suami Saya sudah pergi namun dia masih saja menjaga Kita"..
ucap Lidya.
"Sejujurnya suami Saya tidak pernah mengatakan apa apa mengenai perusahaan ataupun pekerjaannya,saat dirumah dia Hanya fokus kepada keluarganya".
"Saat seperti ini tidak ada yang bisa Kita percayai selain dharma,setelah suami Saya wafat Semua orang seperti menjauh dari kami"..
lidya kembali mengusap air matanya yang terkenang akan suaminya..
"masih ada aku mah"..Alexa memeluk Lidya menangkannya.
"masih ada kainan,masih ada bibi Kita enggak sendiri mah," alexa mulai merasa sembab namun ia berusa liat untuk orang tuanya..
Rendra menatap keduanya yang sedang berpelukan dengan perayaan bersalah,bagaimana jika mereka tau bahwa kematian orang yang disayangi itu di sengaja,bagaimana jika Semua yang disampaikannya adalah kebohongan agar dia dapat Masuk kedalam keluarga itu...
±+++++(------------)++++++
Di salah satu ruang rumah sakit Terlihat anak kecil yang tengah asik Menulis sesuatu di bukanya,dia sangat fokus dengan kegiatannya sampai suara seorang wanita memalingkan fokusnya..
"Masih banyak PRnya " diucapkan dalam Bahasa inggris oleh Ratna..
"Hampir selesai mom" jawab anak itu..
"Bisa ambilkan segelas air untuk mom"pinta ya..
__ADS_1
anak itu berdiri Dan mengambilkan gelas berisi air putih itu kepada ibunya..
Tangannya yang gemetar membuatnya hampir menumpahkan isi gelas itu,anak itu dengan cepat meraihnya dan membantu meminumkan air itu kepada ratna..
Anak biasa mungkin akan menyadari yang terjadi saat mereka berusia 8 sampai 9 tahun,tapi rendra di usia 5 tahun sudah mengerti Dan menyadari apa yang terjadi di sekelilingnya..
Bahkan saat anak lain menertawakannya Karena mengungkit tentang ayahnya, dia Hanya diam saja..
Ya rendra sudah mengerti tentang keadaan ibunya,bagaimana sejak kecil ibunya bekerja keras agar mereka bisa survive
Dan sekarang ibunya nampak pucat dan lemah terbaring dirumah sakit,dia Hanya bisa pasrah karena tidak ada yang bisa dia lakukan..
Rendra berfikir jika dia bersikap biasa maka tidak akan membuat Ibunya khawatir.
Meskipun dia tahu keadaan ibunya sudah sangat memprihatinkan,ia selalu bersikap tenang dan meyakinkan ibunya jika dia baik baik saja..
seseorang mengetuk pintu ruang Kamar mereka,belum sempat rendra mempersilahkan masuk seorang pria sudah membuka pintu Dan Masuk kedalam..
wajahnya yang berkeringat berubah menjadi tangis saat dia menatap ratna..
pria itu melangkah cepat Dan duduk disebelah ratna..
Ratna memegang kepala rendra yang menunduk dengan kedua tangannya menggemgam kedua tangannya..
rendra yang menatap mereka berdua langsung menyadari, bahwa mereka saling mencintai, tatapan ibunya saat melihat pria itu sama seperti ketika dia menatap ibunya..
__ADS_1
tatapan hangat tatapan kagum tatapan cinta..
Bersambung...