Separuh Hatiku Untuk Mu

Separuh Hatiku Untuk Mu
Episode 14.Pemimpin


__ADS_3

Tiga hari sudah alexa digembleng oleh rendra dan dharma tentang perusahaan dan bimbingan bagaimana bersikap menjadi pimpinan dalam waktu singkat itu alexa di jejali banyak sekali informasi,membuat dirinya hanya punya sedikit waktu beristirahat bahkan untuk sekedar keluar pun tidak punya waktu.


"Jadi pokok dan bunga investor adalah agenda kita yang pertama,huaaaaahhh"..sambil memutup mulutnya dengan punggung tangan,alexa berdiri namun seharian duduk di kursinya membuatnya kakinya kesemutan membuatnya terjatuh..


Di momen yang cepat itu rendra menangkapnya ,menariknya hingga alex berada dipelukannya..


Setiap hari bersama membuat alexa tidak memperhatikan pria didepannya ini benar benar sangat tampan ,tapi melihatnya dari dekat,..


Deg DEg Deg deg


alex langsung melepaskan pelukannya..


"maaf pak.."Saat ini muka alex berubah menjadi merah..


namun tidak dengan rendra yang hanya memasang wajah datar..


"Hari ini kita sudah i dulu nona".. sambil melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 4 sore..


"Istirahatlah karena besok kita akan rapat dengan semua manager,saya akan permisi".. lanjutnya..


"pak ren"..panggil alex..


"iya nona"? sambil menoleh kembali kearahnya..


"malam ini bisa aku bertemu dengan mas willi" tanya alex.


rendra memandang datar pada alexa..


"Bagaimana jika setelah rapat besok,jadi anda bisa istirahat dan fokus untuk besok"..jawab rendra


"hmm baik kalo gitu pak"..


rendra berjalan keluar dari kamar,alexa langsung duduk dengan kasar diatas sofa ruang kerja..


"Fiuuhhh kenapa sih dia dingin dan datar banget,aku jadi canggung tiap bicara"... sambil menggaruk tengkuknya.


keesokan harinya,Kainan dan lidya sedang sarapan saat mobil rendra datang dan siap menjemput alexa..


"Wah pak rendra sudah dateng tuh kak,aku kalo tiap hari ketemu pria ganteng kayak pak rendra bisa bisa aku jatuh cinta hheeh".goda kai


"wah kamu suka sama pak rendra?". sambil memelototi adiknya..


"Hush".. teriak lidya..


"ya kalo aku cewek mungkin"..kai


"Memang kalo kamu cowok enggak boleh"jawab alexa cemberut..


"dih najis aku lebih seneng cewek kali".sambil mencubit pipi kakaknya..


"Ih sakit "alexa balas mencubit adiknya


"emang ganteng kok, hati hati nanti ada cerita "bos suka sekretaris ganteng".lanjut kai.

__ADS_1


"Sini kamu .."teriak alexa mau memegang telinga adiknya untuk di jewer..


"aduh... iya kak becanda mas willi paling ganteng"..bujuk kai..


"sudah sudah ayok cepet habiskan makannya dan berangkat".. bentak lidya lembut..


kainan langsung mengambil tasnya dan berangkat..


"Tapi sayang.."lanjut lidya menghentikan ucapannya..


"Tapi apa mah"?tanya alexa bingung..


"Pak rendra memang ganteng banget".alexa langsung melotot..


"MAMA!."Alexa berdiri dan berbalik menuju kearah mobil diluar..


lidya mengantar alexa kedepan..


rendra yang melihat penampilan alexa yang sekarang sudah pas,jadi dia hanya diam saja.


membuat bibir alexa sedikit menyungging..


"Mah alexa berangkat"..sambil mencium tangan lidya..


"Iya sayang mama doa in sukses"...


"Selamat Pagi, nyonya kami berangkat"ucap rendra singkat kemudian membuka pintu belakang mobil.


Didalam mobil mereka berdua hanya diam,sesekali alex mencuri pandang lewat spion tengah.


"pff tapi dia kan sangat Datar dan dingin,"batinya.. sambil mengeluarkan telpon dan mengirim Pesan kepada willi meminta semangat karena ini hari pertamanya di kntor pusat..


Di kantor pusat disepanjang jalan menuju rungannya semua pegawai menatapnya,


"wah bagaimana dewan direksi kok malah nona muda ini yang jadi CEO".ucap lirih salah satu pegawai..


"iya lebih mirip artis dari pada kerja dikantoran"..


"Iya aku juga ragu apa bisa dia megang perusahaan,tampangnya aja mirip model pasti manja"..


"Woy kerja nanti dia denger".


semua orang membicarakan alexa membuatnya sedikit gugup,rendra yang berjalan dibelakangnya langsung mendekat berjalan disebelahnya melindungi dari tatapan tatapan tidak puas pegawai,membuat alexa yang menatap wajah rendra tersenyum karena sikap melindunginya..


Sampai di lantai 23 mereka disambut oleh manager personalia.


"Selamat pagi nona,perkenalkan Saya dewi bagian personalia saya antarkan ke ruangan anda"..saat menjabat tangan alexa dewi tak berkedip menatap rendra..


"Mbk dewi..."membuat lamunannya buyar..


"Mari nona"..sambil mendekat dan berjalan berdampingan dengan rendra..


Di ruangan dewi menunjukakan semua isi dalam ruangan..

__ADS_1


"Mari mas saya tunjukkan ruang sekretaris sambil menggandeng lengan rendra".seolah di lupa dengan kehadiran CEOnya..


"Nona saya permisi dulu"ucap rendra datar..


"Iya pak nanti setelah dari ruangan pak rendra,segera kemari ada yang harus saya persiapkan"..


"Baik nona "..dewi dan rendra keluar ruangan..


Melihat dewi yang ganjen banget membuat alexa agak risih dan melepaskan nafasnya sedikit kasar..


diruangan rendra yang berada di depan ruangan CEO hanya terdiri dari meja dan sebuah komputer..


Rendra sedikit mendekati dewe..


"Nona Dewi saya ingin bertanya".. membuat dewi semakin merona mendengar rendra menyebut namanya..


"Iya mas"..


"Apakah semua komputer dikantor ini terhubung?"tanya rendra..


"Iya mas,semua terhubung di server dalam ruang operator lantai 15,kenapa ya mas?"..ucapnya sambil tersenyum malu..


"tidak Saya hanya ingin meminta tambahan komputer saja"..


"Baiklah kalo gitu saya akan merapikan meja, terima kasih sudah menjunenunjukkkan ruang saya"..ucap rendra..


"Iya mas kalo butuh apa apa hubungi saya ya mas,aku kasih no hpku ya"..rayu dewi..


alexa yang memperhatikan dari kaca ruang CEO hanya geleng geleng menyaksikan mereka berdua..


"Ternyata kalo sama wanita cantik,dia enggak dingin,,pff"..batinnya..


Ternyata menjadi CEO tidak lah mudah,meskipun rendra membantunya tapi tetap saja keputusan dan cara membaca managemen menjadi sesuatu yang sangat sulit..


"untuk masalah lebih detil kita perlu rapat dengan manager kita nona".ucap rendra.


"Kalo gitu kita lakukan dengan cepat"..perintah alexa.


"Tapi pertama kita harus memiliki kepercayaan mereka,kita harus tahu yang mana di pihak kita"..


"Maksudnya??"..melihat rendra dengan bingung..


"Nona tidak semua yang ada dikantor ini setuju anda menjadi pemimpin,mereka hanya mengikuti aturan diatas kertas tapi dalam benak mereka belum tentu menghargai dan percaya dengan kerja anda karena belum ada bukti yang kita tunjukkan"..ucap rendra serius..


"Saya sudah membaca laporan terbaru dan ada berita sangat bagus"..


"Beberapa hari lagi kita akan bertemu terlebih dahulu dengan Investor baru,jika ini berhasil akan sangat mudah mengendalikan orang orang kita.." rendra memberikan sebuah kamus bertuliskan "Belajar bahasa korea untuk pemula"...


alex memandang rendra heran..


"Anda adalah seorang pimpinan perusahaan komunikasi adalah kunci untuk mencapai tujuan jika bertemu dengan investor,Pelajarilah sedikit untuk beberapa hari kedepan". kemudian rendra berjalan keluar..


"Papa ternyata memimpin perusahaan sangat sulit"..batin alexa sambil membuka halaman buku itu..

__ADS_1


"bersambung


__ADS_2