Sepupuku Rivalku

Sepupuku Rivalku
mengalah atau bertahan


__ADS_3

semakin hari, semakin dekat hubungan antara Sherly dan Brian, mereka semakin kompak dalam segala hal, karir pekerjaan mereka pun semakin bagus. banyak klien dan juga pemilik perusahaan yang puas dengan hasil kerja mereka berdua.


namun, disisi lain ada orang - orang yang selalu memperhatikan mereka, yang masih berharap jika mereka akan berpisah, karena kemesraan Brian dan Sherly membuat hati mereka terasa terbakar


Sherly menyadari keberadaan Daisy yang selalu menguntit kemana Sherly dan Brian pergi, Daisy selalu mencari alasan agar bisa ikut dengan mereka, dan sebagai saudara Sherly tidak bisa melarang daisy untuk selalu di dekat dia, meskipun ada sedikit kegelisahan yang hadir di dalam hati Sherly.


hingga malam itu,,,


"hai, Sherly,,, Brian,,, kalian mau kemana?" ucap Daisy


"hai, Daisy,,, kebetulan kita bertemu disini, aku dan Sherly mau pergi makan malam, apa kamu mau ikut?" tanya Brian


"emh, memangnya boleh ya aku ikut?"


"tentu saja kamu boleh ikut bersama kami Daisy"


"baiklah, jika kalian memaksa, aku akan ikut bersama kalian"


mereka pun akhirnya pergi bersama ke restaurant mewah yang menyediakan ruang VIP


"wah tempat ini bagus sekali, senang rasanya bisa ikut kalian makan malam, terimakasih ya sudah mau mengajak aku" seru Daisy


"santai saja lah Daisy, kamu kan saudara Sherly, jadi kamu harus menjaga Sherly bersama ku"

__ADS_1


"ok, aku siap bos"


mereka pun memesan makanan sesuai keinginan mereka, setelah memesan makanan Sherly pamit ke toilet sebentar


"Brian, Daisy aku kebelakang sebentar ya, kalau makanan nya sudah datang kalian duluan saja ya"


"kamu jangan lama - lama ya sayang"ucap Brian


"iya, cuma sebentar kok"


tidak lama setelah Sherly beranjak dari tempat duduk nya, makanan mereka pun datang


"ayo Brian, kita makan duluan, aku sudah lapar"


"lho, kata Sherly kita boleh makan duluan"


"kamu makan saja lah dulu"


"ok, baiklah kalau kamu memang masih mau menunggu Sherly,,, emh, makanan ini enak lho, coba kamu cicipi" Daisy menyendok makanan dan menyuapi Brian, tadi nya Brian menolak permintaan Daisy, tetapi Daisy terus membujuk Brian untuk mencicipi makanan yang dipilih Daisy. dan sekarang Daisy merengek untuk di suapi makanan oleh Brian, dengan alasan Daisy ingin mencicipi makanan yang di pesan oleh Brian, tanpa Brian sadari, dari kejauhan Sherly melihat adegan suap - suapan antara Daisy dan Brian, sehingga jauh di lubuk hati Sherly tergores oleh sedikit luka, entah apa yang harus dilakukan Sherly saat ini, meskipun di mulut Daisy menerima hubungan Sherly dan Brian, namun dari perbuatannya, Daisy sepertinya masih tidak bisa melepaskan Brian, Sherly pun menjadi goyah 'apa yang harus aku lakukan? Daisy masih saja mengharapkan Brian, aku tidak mungkin bisa terus bertahan untuk menyakiti saudara ku sendiri, Sherly pun memutuskan untuk pergi dari restaurant itu, tanpa peduli dengan Brian dan Daisy.


Sherly berlari tanpa arah meninggalkan restaurant tadi, dia berlari hingga tiba di sebuah taman, Sherly duduk dan menangis sejadi - jadinya meluapkan hatinya yang terluka


"menangis lah, berteriak lah, sehingga gelas retak itu menjadi pecah, luapkan lah perasaanmu, agar kau bisa terbebas dari sesak yang bisa membunuh mu, jika masih ada air yang mengalir di sungai, untuk apa kau pertahankan air dalam gelas yang retak, biar kan air itu menyatu ke dalam aliran sungai, sehingga terlihat, kekuatan cinta yang besar lah yang akan bertahan"

__ADS_1


Sherly kaget mendengar perkataan itu, di menatap kebelakang, betapa terkejutnya Sherly saat tahu jika Robi telah mengikutinya di taman itu, Sherly merasa bodoh saat Robi melihat dia menangis sendiri.


"Robi, sedang apa kau disini?" tanya Sherly sambil menghapus air mata yang terus membanjiri wajahnya


"kau sendiri kenap Sherly? kenapa kau menangis sendiri disini? bukannya tadi kau pulang bersama dengan Brian? mana dia? kenapa dia meninggalkanmu disini sendiri?"


"bukan dia yang meninggalkan ku, tetapi aku yang meninggalkan dia, rasanya aku tidak sanggup melihat luka saudara ku, yang harus menerima hubungan ku dengan Brian, sehingga segala macam cara dia lakukan untuk menarik hati Brian"


"kenapa kau menyerah Sherly, aku lihat Brian sangat mencintaimu, kenapa kau biarkan dia bersama dengan Daisy?"


"entah lah Robi, aku sendiri bingung, apa yang harus aku lakukan, aku mencintai Brian tapi sakit rasanya saat aku melihat ada wanita lain yang juga saudaraku yang begitu mencintai Brian, rasanya tidak adil jika aku masih bertahan dengan Brian, rasanya terlalu egois jika aku tetap memilih bersama Brian, tanpa memperdulikan perasaan saudaraku"


"baiklah, sekarang mari kita pulang, aku akan mengantarkanmu, dan untuk masalah ini kau pikirkan lagi baik - baik, jangan sampai pilihan mu nanti membuat mu lebih sakit dari ini, aku akan selalu mendukung semua keputusanmu"


"ok, terimakasih Robi, kamu sudah bersedia membantu ku, aku akan pikirkan baik baik, keputusan apa yang akan aku ambil nanti, agar semua nya bisa menjadi lebih baik antara kami semua"


"good, aku tahu kamu adalah wanita hebat, semangat lah, perjalananmu masih panjang"


"ok, Robi, mau kah kau mengantar ku pulang ke desa? aku ingin bertemu dengan orangtuaku dan saudaraku terlebih dahulu, sebelum aku memutuskan semuanya"


"siap, akan ku antar kan kau kemana pun kau mau"


"sekali lagi, terimakasih Robi"

__ADS_1


__ADS_2