
"Sherly... sudah siap belum? ini papa dan mama sudah nelpon terus ni, mereka tanya kapan kita akan sampai kekantor?"
"sudah siap ni, yu kita jalan. kasian om dan Tante menunggu di kantor, lagian juga aku sudah nggak sabar ingin cepat bertemu dengan mereka, rasanya kangeeeen banget.."
"iya, tahu kok, kamu adalah keponakan tersayang mereka, sampai sampai mereka lupa sama anak nya, hehehe"ucap Daisy sambil mengerucutkan bibirnya.
mereka berdua pun memasuki mobil Daisy dan bergegas menuju kantor mama dan papa Daisy.
selama diperjalanan Sherly dan Daisy menikmati pemandangan alam yang terlihat begitu sejuk, karena disiang ini matahari masih enggan untuk menampakkan wajah nya dari balik awan, sehingga cuaca masih tidak terlihat begitu terik.
setelah menempuh perjalanan yang cukup mengasyikkan akhirnya mereka sampai juga kekantor mama dan papa Daisy.
mereka keluar dari mobil dan menuju keruangan mama dan papa Daisy yang berada di lantai atas gedung kantor.
"bruuk" tidak sengaja Sherly yang sedang asyik bicara dengan Daisy tiba tiba bertabrakan dengan seorang pria yang berparas tampan.
"maaf nona, saya tidak sengaja, tadi saya terburu buru ingin mengambil berkas di ruangan saya"
"iya, tidak masalah"ucap Sherly.
"kamu Brian kan?" seru Daisy.
"iya benar.. sebentar.. seperti nya saya mengenal anda nona,,,,"
"Daisy, aku Daisy, yang dulu pernah kamu hukum sewaktu ospek di SMA, kamu ingat?"
"oh,,, ya ampun, betul betul, kamu yang waktu itu selalu membantah saat kami beri tugas ospek?"
"hehe,,, ternyata kamu masih ingat, aku jadi malu" ucap Daisy tersipu didepan Brian dan Sherly.
"dan kamu siapa?"
"aku Sherly sepupunya Daisy, dan baru hari ini aku tiba dikota ini, mencoba beradu nasib disini"
"wah selamat datang Sherly dan semoga kamu betah dikota ini dan sukses mencapai cita cita kamu"
"terimakasih" sahut Sherly.
"ngomong ngomong kalian berdua ada keperluan apa kalian kesini?"
"lho, kamu tidak tahu ya kalau aku adalah anak dari pak Dedi? manajer perusahan ini, dan kami kesini diminta papa untuk makan siang bersama beliau hari ini" ucap Daisy.
"jadi.. kalian yang akan aku temui hari ini? pantas saja pak Dedi meminta semua berkas laporan yang sedang kami kerjakan, aku pikir beliau hanya ingin memeriksanya saja, ternyata beliau ingin memberikannya kepada kalian? dan siapa yang nantinya akan bekerja sama dengan ku nanti? apakah kamu Daisy?"
__ADS_1
"oh bukan aku, tapi Sherly. dia yang akan membantu papa dan mama di perusahaan ini, karena dia ingin membantu kedua orangtuanya agar tidak terlalu membebani mereka dalam menyelesaikan kuliah nya, karena Sherly adalah anak yang mandiri, dari sejak kecil dia tidak ingin terus menyusahkan orangtuanya dalam membiayai semua pendidikannya, sampai dia rela untuk kerja sambil sekolah didesanya, dan sekarang dia ingin melanjutkan kuliah dengan sambil bekerja di perusahaan ini, dan juga dia akan menemani aku selama dia berada disini"
" wah kamu hebat Sherly, aku senang mendengar kegigihan kamu dalam mengejar cita citamu, aku yakin kamu pasti akan berhasil. ya sudah kalian duluan saja keruangan pak Dedi, nanti aku akan menyusul kalian kesana"
" ok Brian sampai jumpa lagi ya" seru mereka Daisy dan Sherly.
tok... tok.... tok....
pintu ruangan dibuka dari dalam dan terlihat Robi asisten pak Dedi sekaligus sahabat Daisy yang membuka kan pintu.
"selamat datang nona Daisy, nona Sherly, mari silakan masuk, tuan dan nyonya sudah menunggu kalian di ruang rapat.
"ok thank you Robi, dan jangan panggil aku nona, panggil Daisy saja, ok"
"tapi ini dikantor, tidak enak sama bapak"
"tidak apa Robi, papa ngerti kok, percaya lah sama aku, toh kamu cuma sementara sajakan bekerja sama papa, sampai ayah mu kembali sehat kan?"
"iya Daisy, tapi ayah masih dalam perawatan dokter, jadi selama ayah masih dalam perawatan maka selama itu juga saya akan menggantikan ayah saya"
"ok, tapi ingat dimana pun kita berada kota tetap sahabat, jadi jangan pernah panggil aku nona, janji?"
"iya saya janji Daisy"
"saya sudah tahu Daisy"
"kamu memang sudah tahu karena diberitahu oleh papa tapi kamu belum kenal kan?"
"iya" sahut Robi.
Sherly dan Robi pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri mereka.
lalu mereka bertiga masuk keruang rapat yang sudah disulap menjadi ruang keluarga yang nyaman, untuk melaksanakan kegiatan mereka hari ini, setelah melepas kangen dan berbincang panjang sambil menyantap hidangan yang ada diatas meja mereka pun mulai mengatur jadwal padat yang akan dihadapi oleh Sherly.
"permisi tuan, nyonya, nona Daisy, nona Sherly dan pak Robi, maaf telah lama menunggu saya" ucap Brian.
"tidak masalah Brian, kemari lah"sahut Dedi
"baik pak" Brian yang membawa begitu banyak berkas segera masuk dan menghampiri pak Dedi.
"papa, sejak kapan Brian kerja disini? kenapa aku tidak pernah melihat dia selama ini? kalo Robi, aku sudah tahu dia bekerja disini sejak 5 bulan yang lalu, saat ayahnya kecelakaan, tapi kenapa papa tidak cerita kalau Brian juga bekerja disini?"tuntut Daisy yang ingin tahu kenapa kakak kelas nya yang satu sekolah dulu bisa bekerja di kantor papanya.
"lho, memangnya papa harus cerita terus ya sama kamu, setiap kali papa terima pegawai baru?"
__ADS_1
"ehm... tidak juga sih pa, tapi kan kalau Brian itu beda"
"bedanya dimana?"
"eh tidak pa, maksud Daisy, Brian itu kan Kaka kelas Daisy waktu di SMA kenapa bisa dia bekerja disini? dan sejak kapan?"
"oh, jadi kamu kakak kelas Daisy di SMA ya Brian?"
"iya pak benar, dan maaf kalau saya tidak tahu kalau Daisy adalah putri bapak, dan sudah lama sekali sejak saya lulus SMA saya tidak pernah bertemu dangan Daisy dan baru tadi di pintu masuk kantor kita ketemu lagi pak"
"oh iya tidak apa apa Brian, dan kamu Daisy, Brian bekerja disini sejak 2 bulan yang lalu, dia adalah mahasiswa terbaik yang direkomendasikan kampus nya untuk bekerja disini, dan papa senang dia bekerja disini, dia memang berkompeten"
"terimakasih pak atas pujiannya dan semoga saya bisa terus bekerja sama dengan bapak dalam mengembangkan perusahaan ini"sahut Brian tertunduk malu.
"iya Brian, saya senang dengan pekerjaan kamu, semoga kamu bisa terus meningkatkan kemampuan dan prestasi kamu di kantor ini."
"iya pak, saya akan terus berusaha dengan sekuat tenaga, kemampuan dan pikiran saya untuk terus mengembangkan perusahaan ini pak"
"bagus Brian, saya senang melihat semangat kamu ini', 'dan kamu Daisy, ingat fokus dengan kuliah mu, agar kamu bisa secepatnya meneruskan pekerjaan papa ini bersama Sherly dan yang lainnya" tegas pak Dedi kepada Daisy.
"iya papa ku sayang" bujuk Daisy
"ok, Sherly bagaimana dengan pendaftaran kuliah kamu apa semua berkasnya sudah kamu siap kan? ok harap kamu bisa menyelesaikan semuanya secepatnya, agar Minggu depan kamu sudah bisa bekerja disini separu waktu di luar jam kuliah kamu!"
"iya om, semua berkasnya sudah siap om dan besok akan aku antar kekampus"
" bagus berarti Minggu depan kamu sudah bisa bergabung di perusahaan ini dan ini ada beberapa berkas yang harus kamu pelajari sebelum kamu memulai pekerjaan mu disini, dan om harap kamu bisa bekerja sama dengan semua karyawan yang ada dikantor ini"
"baik om, berkas ini akan aku pelajari dan aku siap untuk bekerjasama dengan karyawan dikantor ini"
"bagus Sherly, om senang kamupunyai keyakinan yang besar, selamat memulai kegiatan baru mu, semoga kamu berhasil nak"
"baik om, terimakasih om"
"nah, semua sudah beres dengan kegiatan masing masing, sekarang mari kita jalan jalan membuang penat setelah seharian ini kita bekerja"seru mama Resti.
"ih mama ini, kalau sudah jalan jalan, pasti paling senang, apa mama nggak capek habis kerja langsung pergi jalan jalan ma?"sahut Daisy.
"enggak sayang mama nggak capek, hari ini mama sengaja meluangkan waktu buat kalian berdua, supaya kita bisa bersenang senang seperti dulu, kita akan mengajak Sherly ketempat yang bagus bagus dikota ini agar Sherly betah tinggal bersama kita, iya kan pa?"
"iya, papa ikut mama aja, ayo kita pergi sekarang, dan untuk Robi dan Brian bisa kembali ke ruangan Kalian masing masing"
"baik pak" ucap Robi dan Brian bersamaan
__ADS_1