
setelah menyelesaikan semua keperluan kuliahnya, akhirnya tiba saatnya Sherly memulai karir nya, ya... karir dia sebagai pegawai di kantor om dan tantenya.
"pagi om... tante..." sapa Sherly kepada om dan Tante nya di ruang makan.
"pagi Sherly,, bagaimana apa kamu sudah siap untuk hari ini?" tanya ayah nya Daisy
"Sherly siap om" jawab Sherly
"syukurlah, om dan Tante senang mendengarnya" sahut om nya
"iya om, semoga aku bisa segera beradaptasi dengan pekerjaan ku nanti om"
"iya Sherly, untuk sementara kamu om tempatkan di bagian marketing dulu ya bersama Brian, jadi kamu bisa banyak belajar dari Brian, meskipun dia pegawai baru om, tapi om bisa lihat kepandaian dia dalam pekerjaan nya, om rasa dia bisa bantu ajari kamu dan kalian bisa meniti karir bersama - sama"
"iya om, aku harap aku bisa cepat belajar dari karyawan om itu" sahut Sherly lagi
"wah,,,, pagi - pagi gini sudah seru sekali, dan kalau tidak salah dengar tadi ada yang menyebut nama Brian ya?" sambar Daisy yang baru datang ke ruang makan.
"duh anak mama, sudah sumringah aja pas dengar nama Brian"
"bukan gitu ma, aku cuma penasaran aja, kok bisa sih papa dan mama terima Brian di kantor kalian"
"memangnya kenapa dengan Brian? kamu kenal sama dia?"
"dia itu kakak kelas aku waktu di SMA dulu, dia itu orangnya sangat sombong pa, memang sih dia sebagai ketua OSIS harus jaga image, tapi setidaknya saat adik kelas minta bantuan setidaknya dia mau bantu, eh dia malah tidak tahu menahu"rutuk Daisy.
"oh, jadi dendam lama ni, ceritanya?"goda mama Daisy, sambil diiringi gelak tawa semua orang di meja makan
__ADS_1
Daisy hanya bisa menarik napas mendengar candaan orang tuanya.
"ya sudah mari kita berangkat, nanti terlambat lho" kata papa
"iya pa" "iya om" sahut Daisy dan Sherly
"oh ya Sherly kamu mau ikut mobil aku atau mobil mama papa ku?" tanya Daisy
"kayaknya aku ikut mama papamu aja deh Daisy,sekalian kan satu arah, lagian kasian kamu kalo harus bolak balik nganterin aku, nanti deh kalau kita mau jalan - jalan aja baru aku ikut kamu ya Daisy"
"ok deh sher,,, sukses ya buat kamu"
"ok, kamu juga hati - hati ya Daisy"
mereka pun masuk ke dalam mobil dengan tujuan yang berbeda.
"sudah Tante, kemarin aku ditemani oleh Daisy melengkapi semua nya, jadi tinggal menunggu jadwal masuk nya saja lagi"
"syukurlah kalau begitu Tante senang mendengarnya, semoga kamu bisa membagi waktu mu antara belajar dan juga bekerja, meskipun kamu masih harus memikirkan tentang orang tua mu di kampung"
"iya Tante, aku akan mengingat semua pesan Tante"
setelah 30 menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di kantor
"pagi Brian, hari ini Sherly akan bekerja di departemen kamu, saya harap kamu bisa membantu untuk mengajari Sherly dalam pekerjaannya"
"pagi pak, baik pak, saya siap untuk membantu Sherly disini, dan saya harap Sherly tidak tersinggung jika saya agak keras melatih dia, agar dia bisa menjadi pekerja yang lebih baik lagi dari pada saya"
__ADS_1
"ok saya sangat senang mendengar jawaban dari kamu, bagaimana dengan mu Sherly? kamu siap belajar dengan Brian?"
"ok om, saya siap, tidak masalah jika kak Brian memang harus memarahi aku, aku siap"ucap Sherly.
"bagus sekali Sherly, om ucapkan selamat bergabung di kantor ini, semoga kamu betah bekerja disini, sekali lagi selamat bekerja"
"terimakasih banyak om"
"baik, saya permisi dulu"
"iya om" "iya pak" sahut Brian dan Sherly bersamaan.
dihari itu Sherly banyak belajar dari Brian dalam mengerjakan pekerjaannya, Sherly senang mendapatkan trainer yang hebat seperti Brian, dan Sherly merasa Brian memang sangat berkompeten dalam bidang yang dia geluti saat ini, sehingga Sherly bisa dengan cepat sekali beradaptasi dengan pekerjaannya.
di kampus tempat Daisy kuliah, Daisy tidak bisa fokus karena kepikiran dengan sherly yang bekerja bersama Brian, Daisy tahu kalau Brian itu orangnya sangat sombong dan pemarah, apa lagi terhadap adik tingkat nya, Daisy khawatir dengan keadaan Sherly.
tiga bulan sudah berlalu, Sherly dan Brian semakin akrab dan menjadi tim yang sangat baik dalam pekerjaannya, sehingga membuat papa dan mama Daisy bangga dengan kemajuan karir Sherly, dia bisa dengan cepat beradaptasi dengan pekerjaan yang di pegang nya, sehingga dia dan Brian selalu di percaya untuk mengerjakan proyek yang cukup besar, mereka pun sering mendapatkan bonus dari pekerjaannya, sehingga membuat Sherly bisa menabung dan mengirim bonus nya ke kampung nya.
besok tiba saat nya Sherly memulai kuliahnya, jadi jam bekerja nya akan dikurangi, mengingat jadwal kuliahnya yang dia ambil dari jam sore hingga malam
"kak Brian, maaf untuk besok, bisa nggak jadwal kita bertemu klien di percepat? soalnya besok aku sudah ada jadwal kuliah, jadi aku harus bisa membagi waktu ku, agar bisa bekerja sambil kuliah kak"
"ok Sherly, besok kita akan bertemu klien sesuai janji dengan mereka, kalau memang nanti kamu harus pulang lebih dulu, tidak apa-apa, kamu memang harus bisa membagi waktu mu ya, agar semua bisa lebih kondusif dan menghasilkan sesuatu sesuai harapan mu"
"ok kak, terimakasih atas pengertiannya"
"sama - sama Sherly, aku senang melihat kamu yang sangat gigih dalam bekerja dan belajar, kamu pasti bisa sukses"
__ADS_1
"iya kak, semoga saja"ucap Sherly haru