Sepupuku Rivalku

Sepupuku Rivalku
sakit


__ADS_3

"pagi om.. Tante..."


"pagi sayang.." jawab om dan Tante


"Daisy mana Tante?"


"katanya Daisy tidak enak badan, mungkin dia kelelahan, maklum lah, dia kan belum terbiasa bekerja, mungkin dia masih beradaptasi Sherly"


"oh, begitu,, apa boleh aku menemui Daisy sebentar Tante?"


"tentu boleh sayang, pergila kekamar Daisy"


"iya Tante"


"Oya,, Tante titip sarapan buat Daisy ya"


"baiklah Tante, mari biar Sherly antarkan sarapan Daisy"


****


tok...tok...tok...


"Daisy... boleh aku masuk? ini Tante meminta ku untuk mengantarkan sarapan dan obat mu Daisy..."


"masuklah Sherly... pintunya tidak dikunci" jawab Daisy

__ADS_1


Sherly segera masuk ke dalam kamar Daisy,


"pagi Daisy,,, ini sarapan kamu, dimakan ya! kamu sakit apa? apa karena kejadian kemarin malam? aku minta maaf ya jika aku telah menyakiti perasaan mu, tapi jujur aku tidak tahu kalau Brian akan menyatakan cintanya padaku malam itu" ucap Sherly sedih


"tidak apa - apa Sherly, aku sakit memang karena kecapean, aku hanya butuh istirahat beberapa hari saja, kamu tidak perlu mencemaskan soal itu, aku senang jika kalian memang saling mencintai, aku hanya bisa berdo'a semoga kalian selalu bahagia"


"aamiin, terima kasih banyak Daisy, kamu telah memberikan banyak kebahagiaan untuk ku"


"kamu adalah saudaraku, kebahagiaan mu adalah bahagia ku Sherly" mereka pun saling berpelukan melepaskan rasa kasih sayang diantar mereka, Daisy menyadari tidak ada gunanya dia marah kepada Sherly, karena cinta memang tidak bisa dipaksa, hanya saja rasanya terlalu cepat jika harus melihat secara langsung kebahagiaan itu, karena meski bagaimanapun masih ada tersisa luka kecil di dalam lubuk hati Daisy.


"ya sudah, kamu istirahat lah dulu, aku harus berangkat kerja, nanti aku terlambat" kekeh Sherly


"pergilah, aku akan baik - baik saja dan segera bekerja kembali" ucap Daisy


Sherly mengangguk dan segera keluar dari kamar Daisy


***


"kenapa Sherly terlihat murung, padahal kata Daisy, dia baru saja menjalin kasih dengan Brian"bathin Robi


"pagi Sherly..."


"oh ya ampun, pagi pak Robi, maaf saya tidak melihat kalau bapak sedang disini"


"tidak apa Sherly, kenapa masih panggil bapak?"

__ADS_1


"tidak enak dengan yang lain, karena kita dalam lingkungan kantor"


"ok, baiklah, tapi maaf, kenapa kamu hari ini terlihat murung?"


"tidak apa-apa pak Robi, aku permisi duluan ke atas"


"baiklah, silakan" ucap Robi mempersilakan Sherly lebih dulu menuju ruangan kerjanya, Robi masih kepikiran dengan keadaan Sherly, karena bagaimanapun Robi menyimpan perasaan nya terhadap Sherly


****


"pagi sayang,,," sambut Brian kepada Sherly dengan senyum termanis nya


"pagi juga" jawab Sherly


"lho, kenapa kamu sayang? kok pagi - pagi begini sudah di tekuk gini wajahnya? nanti cantik nya hilang lho"


"aku masih kepikiran Daisy Brian, aku tidak enak pada Daisy, walau bagaimana pun kamu lebih dulu kenal sama dia, dan kamu tahu sejak dulu Daisy mencintai mu, tapi kenapa ku lebih memilih aku, aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mu, kurang apa lagi Daisy itu?"


"sayang, kan sudah aku jelaskan padamu, aku tidak pernah mencintai Daisy, meski sejak dulu aku tahu kalau Daisy mencintaiku, tapi hatiku tidak bisa menerima Daisy sayang,,,, meski mata dan pikiran ku mengatakan Daisy adalah wanita yang sempurna, tapi hatiku tidak bisa menerimanya, entahlah rasa nya ada sesuatu yang tidak bisa aku terima dari dalam diri Daisy, jadi please jangan paksa aku untuk menerima Daisy, aku hanya mencintaimu, apa pun akan aku lakukan untuk mu" bujuk Brian


"baiklah Brian jika memang itu yang kamu rasakan, semoga saja ini ada lah keputusan yang baik untuk kita"harap Sherly


"ya sudah, kamu jangan memikirkan itu lagi ya, sekarang fresh kan pikiran mu, mari kita bekerja, masih banyak petualangan yang harus kita hadapi, termasuk petualang cinta kita sayang"


"kamu ini apaan sih, bikin aku malu saja" ucap Sherly hingga merah merona dipipinya

__ADS_1


"Daisy semoga kamu bisa menerima kenyataan ini, aku tidak bisa begitu saja melupakan perasaan mu, karena semua yang ku dapatkan adalah atas bantuan mu dan juga orang tuamu"bathin sherly


__ADS_2