Sepupuku Rivalku

Sepupuku Rivalku
Robi, Sherly, Brian


__ADS_3

"mari kita bertemu dengan klien kita"ajak Brian pada Sherly


"baiklah mari kita pergi"


mereka menuju ruangan rapat menemui klien yang telah di bawa Robi terlebih dahulu


"selamat pagi, maaf agak terlambat, tadi ada beberapa berkas yang harus kami persiapkan lebih lanjut lagi"ucap Brian ketika masuk keruangan rapat


Robi menatap Sherly, sepertinya Sherly tidak bisa fokus dengan pekerjaannya saat ini, Robi khawatir melihat keadaan Sherly


Brian yang sedang menjelaskan tentang proyek sekali-sekali menatap kearah Robi yang memperhatikan Sherly dengan begitu intens, di relung hati Brian terbakar cemburu karena melihat tatapan mesra dari Robi terhadap kekasih hatinya


Robi yang menyadari kalau dia telah diserang oleh tatapan tajam Brian mulai menundukkan matanya untuk tidak menatap Sherly


Sherly pun mengetahui jika ada sesuatu antara Brian dan Robi, dia mencoba untuk menetralkan perasaan Brian dengan senyum termanis yang di sunggingkan Sherly kepada Brian


melihat hal itu Brian sedikit lega dan meneruskan pembahasan tentang proyek mereka, setelah dua jam berlalu rapat mereka pun selesai dengan hasil yang sangat memuaskan pihak yang terlibat didalam nya


jam makan siang telah tiba Brian mengajak Sherly untuk makan siang di kantin kantor. saat mereka masuk tidak sengaja Brian melihat Robi yang tengah duduk di meja makan sambil menatap kekasihnya


"masih saja dia menatap Sherly dengan tatapan itu, apa mau nya Robi sih"bathin Brian,

__ADS_1


"ada apa Robi? kenapa sejak tadi aku perhatikan kamu selalu memperhatikan Sherly ku? apa ada yang ingin kamu sampaikan?"


"maaf Brian, bukan maksud ku untuk mengganggu perasaan mu, hanya saja aku rasa Sherly sedang tidak enak badan, atau ada yang sedang dia tutupi, sebagai teman dikantor aku khawatir jika masalah Sherly akan berpengaruh dengan prestasi kerja nya"


"aku tahu apa masalah Sherly, dan aku minta kamu tidak usah ikut campur dengan masalah nya, karena aku yang lebih berhak"


"baguslah, jika kamu sudah mengetahui keadaan Sherly, semoga kalian bisa segera menyelesaikan masalah nya, aku permisi dan maaf jika aku telah membuat mu merasa terganggu, aku permisi" ucap Robi


Robi pun berlalu meninggalkan brian dan Sherly, Sherly lega karena Robi bisa mengatasi Brian dengan lembut sehingga tidak terjadi baku hantam seperti yang diinginkan Brian, ya.. Brian memang orang yang pendiam, tetapi jika dia sudah sangat marah dia bisa saja memukul orang itu


"sudahlah Brian, kamu jangan emosi, biarkan saja Robi, jangan sampai emosi mu terpancing oleh dia, lagian juga aku tidak cerita apapun padanya"


"ingat sayang, jangan pernah dekat dengan lelaki manapun selain aku, jika tidak aku tidak akan segan - segan memberi perhitungan pada orang itu"


"baiklah" ucap Brian


mereka pun duduk dan memesan menu makan siang mereka, rasa lelah mereka rasanya telah terbayarkan dengan hasil kerja mereka hari ini


Brian memberikan perhatian yang sangat lembut dan penuh kasih kepada Sherly, dia sangat bahagia mempunyai seorang wanita seperti sherly yang bisa mengisi hari - harinya , mendampingi nya saat bekerja sehingga membuat semangatnya dalam menempuh karir sangat antusias


****

__ADS_1


malam hari Sherly mencoba menemui Daisy di dalam kamarnya


tok...tok...tok..


"Daisy, apa kamu sudah tidur?"


"belum, masuklah Sherly"


sherly masuk kedalam kamar daisy


"bagaimana keadaanmu Daisy? apa masih belum sehat?"


"sudah lumayan agak enakan Sherly, semoga saja besok sudah lebih sehat, sehingga besok lusa sudah bisa bekerja, karena mama dan papa sudah mengomel karena aku sakit"


"ya sudah kamu beristirahat lah lusa kita akan bekerja bersama lagi, karena aku kangen untuk berangkat bersama kamu"


"baiklah, tapi lusa kamu harus traktir aku, ok"


"ok aku setuju, yang penting kamu sehat dulu"


"siap nona" kekeh Daisy

__ADS_1


mereka pun tertawa bersama, lalu Sherly meninggalkan Daisy untuk istirahat dikamar nya


'perasaan ini masih saja tidak bisa aku bohongi, rasa bersalah telah menyakiti Daisy rasanya tidak bisa aku bohongi, aku masih bisa melihat luka di dalam hati Daisy, semoga Daisy bisa menerima hubungan kami ini do'a sherly dalam hatinya


__ADS_2