
semakin hari pekerjaan Sherly semakin bagus, dia menjadi kebanggaan om dan Tante nya, begitu pun dengan teman - teman di kantor, Sherly mendapat kan perhatian dari orang orang terdekatnya.
sedangkan di kampus, Sherly pun mendapatkan perhatian dari para dosen dan teman - teman di kelasnya, karena dengan cepat nya Sherly mendapatkan kepercayaan menjadi asisten dosen
melihat kemajuan Sherly dalam pekerjaan dan kuliah nya menjadi suatu ketertarikan tersendiri bagi Brian yang dalam keseharian di kantor lebih banyak menghabiskan waktu nya bersama Sherly, meskipun saat ini terkadang Daisy ikut bekerja di kantor sambil menyelesaikan tugas akhir kuliah nya.
melihat kedekatan Sherly dan Brian telah memantik kecemburuan di hati Daisy, karena sejak di SMA dulu Daisy sudah punya perasaan terhadap Brian, dan saat ini Daisy sedang berusaha untuk mendapatkan perhatian dari Brian, tanpa ia tahu Brian sendiri sedang berusaha meluluhkan hati Sherly.
hari itu Sherly dan Daisy pergi bersama kekantor, karena Daisy sudah berjanji dengan kedua orang tuanya untuk ikut serta dalam bisnis kedua orangtuanya, meskipun Daisy sedikit ragu karena Daisy tidak seperti Sherly yang mudah mengerti dengan urusan pekerjaan ataupun pelajaran.
"Sherly, kamu janji ya buat ajarin aku dikantor, aku takut kalau nanti tidak bisa membahagiakan kedua orang tua ku karena aku tidak bisa bekerja seperti mereka"bujuk Daisy pada Sherly
"iya Daisy, aku akan selalu membantu kamu, dan juga nanti kak Brian pasti mau bantu kamu juga, karena kan selain dari anak bos nya, kamu itu adalah adik kelasnya dulu, jadi setidaknya kalian bisa lebih akrab lagi"sahut Sherly.
"semoga saja ya sher, jujur aku sangat gugup sekali" ucap Daisy
"santai saja, kami semua pasti akan bantu kamu, ok!" janji Sherly
"ok, aku percaya padamu Sherly, terimakasih"
"iya saudaraku yang cantik" mereka pun tertawa bersama sambil berlalu menuju ruangan kerja Sherly.
"pagi Sherly... Daisy... kamu juga kesini? ada keperluan apa?" sapa Brian sambil terkejut melihat kedatangan Daisy keruangan mereka
"pagi kak"jawab Sherly
"pagi, Brian. iya ni hari ini aku diminta papa untuk bekerja di ruangan ini bersama kalian di bagian promosi ini, karena kata papa kalau di bagian keuangan kemarin, aku malah membuat kacau pekerjaan yang lain, jadi aku diminta untuk kerja bersama kalian disini, maaf ya kalau aku merepotkan kalian" ucap Daisy
"oh tidak... tidak, tentu kamu tidak mengganggu kami, bahkan kami semua yang ada di bagian promosi senang jika kamu bersedia bergabung disini, benar kan teman - teman" seru Brian kepada teman - teman lainnya yang ada di ruangan kantor di bagian promosi
"iya tidak apa - apa pak Brian" sahut mereka semua secara bersamaan
"tuh, kamu dengar sendiri kan, apa kata mereka, mereka akan menerima kamu disini"ucap Sherly
"iya kamu benar Sherly. terimakasih ya teman - teman semua sudah mau menerima saya dan membantu saya untuk belajar bekerja dikantor ini" seru Daisy senang.
"iya, sama - sama Bu" ucap karyawan lain yang tahu bahwa Daisy adalah anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. meskipun Daisy adalah anak dari pemilik perusahaan, tetapi papa nya tidak pernah memperlakukan Daisy semau Daisy, papa nya tetap mengajari Daisy untuk belajar dari nol, bukan menerima dengan duduk manis dari orang tuanya.
semenjak kedatangan Daisy yang ikut bekerja di bagian promosi, akhirnya mereka mengubah strategi kelompok promosi menjadi 2 kelompok yang dipimpin oleh Sherly dan Brian, sedangkan Daisy diikkutkan ke kelompok promosi Brian, da itu membuat Daisy merasa bahagia.
tapi berbeda dengan Brian yang merasa kecewa karena waktu nya bersama Sherly mulai berkurang
semakin hari perkembangan Daisy semakin bagus dan membuat kedekatan Daisy dan Brian pun semakin akrab.
sherly melihat kedekatan Daisy dan Brian semakin akrab pun ikut senang, meskipun jauh di lubuk nuraninya ada sedikit kecemburuan yang dia rasakan
"aku tidak boleh cemburu pada Daisy, dia kan sepupu ku, lagian belum tentu juga Kak Brian menyukai aku, siapa aku sehingga Kak Brian harus menyukai ku?" tepis Sherly dalam hatinya
Sherly yang sedang asyik memikirkan Daisy dan juga Brian tiba - tiba terkejut karena dia tidak menyadari kedatangan Robi di ruangan nya
"hai Sherly... kenapa kamu melamun?"
"eh pak Robi, bikin saya kaget saja"
"lagian apa sih yang kamu pikirkan, lagi banyak kerjaan ya, atau tugas kampus?"
"mmh, nggak ada kok pak"
__ADS_1
"kamu jangan bohong deh, oh ya kamu ditunggu bos tu diruangan beliau, katanya ada yang mau di bicarakan sama kamu"
"baik lah, saya akan kesana, terimakasih pak atas pemberitahuannya"
"dan satu lagi, panggil aku Robi saja jangan pak ya, nggak enak dengar nya, kaya yang sudah tua aja"kata Robi sambil tertawa, Sherly pun mengangguk sambil berlalu menuju ruangan om dan Tante nya.
karena terburu buru keruangan om dan Tante Sherly tidak berhati hati dan kaki nya tersenggol kaki meja yang ada di samping nya dan membuat Sherly hampir terjatuh dan "bruk" Sherly memejamkan matanya, takut kalau dia terjatuh ke lantai, tapi... rasanya sangat lama tubuhnya tidak terjatuh kelantai dan terasa seperti tersangkut, Sherly pun membuka matanya dan mencoba melihat kesekelilingnya, Sherly terperanjat karena melihat sepasang mata yang bertabrakan dengan matanya, mata yang selama ini dia rindukan
"kak Brian, mmmh maaf kak, tadi saya terburu buru jadi tidak melihat lagi dengan jalan yang saya lalui"ucap Sherly sambil menundukkan kepala nya, takut kalau Brian menyadari kebodohannya yang sudah berani menatap nya dengan perasaan
"tidak apa apa Sherly, lain kali hati - hati ya" kata Brian sambil tersenyum
"ya ampun kak, senyuman kamu, bikin aku meleleh" batin Sherly
"baik kak, kalau begitu saya permisi, terimakasih" ucap Sherly gugup
Sherly dan Brian saling melepas senyum terindah mereka dan berlalu begitu saja, tanpa menyadari ada dua pasang mata yang melihat mereka dengan senyuman yang sinis
setelah selesai di ruangan om dan tantenya Sherly pun menuju keruangan kerjanya.
Sherly kaget melihat ada catatan tersimpan di atas meja nya
Sherly membuka catatan itu
"Sherly, malam ini kamu ada waktu nggak, kalau boleh dan kamu bersedia, aku ingin mengajak kamu makan malam nanti aku sharelock tempat nya, aku harap kamu datang, terimakasih,
teman mu Brian"
"kenapa kak Brian mengundang ku makan malam, tapi aku tidak mungkin pergi sendiri, tapi tidak enak juga kalau aku tidak izin dengan kak Brian kalau aku mau ngajak Daisy atau aku tanya aja ya sama kak Brian, biar dia tidak marah nanti"pikir Sherly
"kak, aku sudah terima note yang kakak taruh diatas meja ku, tapi aku minta maaf jika aku tidak bisa datang, kecuali kakak mengizinkan aku pergi bersama Daisy, karena aku tidak pernah keluar rumah tanpa Daisy"
Brian tampak bingung karena dia hanya berniat mengundang Sherly, tapi Sherly tidak bisa pergi kalau Daisy tidak bersamanya. tapi tidak mungkin jika dia melarang Sherly untuk mengajak Daisy, "biarlah Sherly mengajak Daisy, toh nanti aku bisa mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya pada Sherly, meskipun harus didepan Daisy, karena aku tidak mau jauh jauh dari Sherly"batin Brian
"baiklah Sherly kamu boleh mengajak Daisy nanti malam, ini lokasinya ya" balas Brian sekalian mengirimkan lokasi tempat mereka bertemu nanti malam
sesampainya dirumah Sherly mengetuk pintu kamar Daisy
tok...tok...tok...
"Daisy"
"masuklah Sherly"jawab Daisy
Sherly pun masuk kedalam kamar Daisy
"daisy kamu sibuk nggak malam ini?"
"nggak terlalu sibuk juga sih, cuma ada 1 tugas kuliah saja, ada apa sherly?"
"kamu mau nggak kalau kita makan malam diluar?"
"kamu mau traktir aku ya? mau dong...?"bujuk Daisy
"bukan aku yang traktir, tapi kak Brian yang akan traktir kita, gimana? kamu mau nggak?" tanya Sherly lagi
"lho, Brian ajak kamu makan malam? ada acara apa?"selidik Daisy
__ADS_1
"entahlah"sahut Sherly sambil mengangkat bahunya"gimana, kamu mau nggak? please!!!"
"ok deh aku mau" jawab Daisy sambil menatap curiga pada Sherly
"ada apa ya, kok Brian mengajak Sherly makan malam, kenapa bukan aku"batin Daisy
Sherly dan Daisy meminta izin kepada kedua orang tua Daisy, dan mereka pun diizinkan untuk pergi bersama malam ini
sesampainya di resto, "mana Brian, kamu bilang dia menunggu kita disini" cecar Daisy yang penasaran dengan keberadaan Brian
"kita cari dulu deh, siapa tahu dia sudah menunggu"sahut Sherly
"Sherly... Daisy...disini" seru Brian
"hai" sahut mereka bersamaan sambil mendekat ke arah Brian
"maaf kami terlambat" ucap Sherly
"it's ok, no problem. kalian mau pesan apa?"
"pelayan"teriak Brian, seorang pelayan menghampiri mereka dan mencatat semua pesanan mereka
"ngomong - ngomong ada acara apa sih Brian kamu ajak kami makan malam disini?" tanya Daisy
"nggak ada acara spesial sih sebenarnya, hanya syukuran aja karena kita kan kemarin dapat proyek yang baru kita urus dan bonus nya sudah cair, jadi sekali sekali boleh dong traktir teman, kalian nggak suka ya" tanya Brian balik
"ooo, bukan begitu kami sangat senang, tapi ya aneh aja, kok tumben tumben nya makan malam, cuma bertiga lagi, biasanya juga kita makan makan nya dikantor," sahut Daisy
"ya kan biasanya kalau makan makan dikantor, berdua yang traktir, kalau sekarang sendiri aja yang traktir jadi kapan kapan aja ya makan makan dikantornya"bujuk Brian
"ngerti deh,,, sekarang kan beda tim ya, jadi persaingan nih"goda Daisy
lalu mereka pun tertawa bersama sama, pelayan resto pun telah datang membawa pesanan mereka
"mari kita makan dulu"ucap Brian
selama menikmati makanan nya Brian begitu perhatian kepada Sherly, dan Daisy pun merasa cemburu dengan kejadian itu, setelah selesai menyantap makanannya, Daisy pun mohon izin untuk ketoilet
"ini kesempatan aku untuk mengatakan perasaan ku pada Sherly"batin Brian
"Sherly"
"ya kak, ada apa?"
"sebelumnya aku minta maaf jika aku terlalu lancang untuk bicara padamu sekarang"
"memangnya ada apa kak?"
"sebenarnya aku mengajak mu makan malam karena aku ingin menyatakan perasaan ku padamu, setelah sekian lama kita bekerja bersama dan hampir setiap hari kita bertemu, sedikit banyaknya aku merasa mengerti tentang kepribadian mu, meskipun aku tahu kamu masih menutup dirimu untuk ku, tapi aku rasa saat ini lah waktu yang tepat untuk mengatakannya, aku.... aku mencintai kamu Sherly, kamu mau kan jadi kekasih ku?"
"tapi kak, bukan nya kamu dan Daisy saling mencintai? karena aku lihat selama ini kamu sangat akrab dengan Daisy, dan_"ucapan Sherly terhenti karena Brian menutup mulut Sherly dengan jari telunjuknya
"tidak Sherly, aku tidak pernah mencintai Daisy, aku cuma menganggap dia sebagai seorang teman"
"tapi aku tahu kak, kalau Daisy mencintai kakak sejak di bangku sekolah dulu bahkan sampai sekarang kak"
"aku tahu itu Sherly, tapi aku tidak mencintai Daisy, aku hanya mencintai kamu, jadi bagaimana Sherly?"
__ADS_1