
Sherly terlihat bahagia saat tiba di kampusnya, dia melihat ke sekeliling kampus, "akhirnya aku bisa kuliah juga dan bisa membiayai kuliah ku dari hasil jerih payah ku, meskipun dengan bantuan om dan Tante, semoga aku bisa membalas semua kebaikan mereka.
"hai Sherly, kenapa kamu melamun? awas nanti kamu kesambet lho"seru Daisy
"lho, Daisy.. kamu masih disini? kamu belum pulang ya?"sahut Sherly
"iya, aku sengaja nunggu kamu disini, lagian juga tadi aku ngerjain tugas di perpus"
"oh gitu, tapi aku mau masuk dulu nih, kamu mau nunggu dimana?"
"aku tunggu di perpus deh, nanti kamu samperin aku kesana ya"
"ok Daisy, nanti kalau aku sudah selesai aku ke perpus menemui kamu" Sherly berlari masuk kekelasnya takut terlambat
Daisy pun berlenggang keperpustakaan untuk meneruskan mengerjakan tugasnya
__ADS_1
beberapa jam berlalu akhirnya Sherly keluar dari kelasnya.
"sekarang waktunya menemui Daisy, kasian dia menungguku di perpustakaan dari tadi, semoga dia tidak marah padaku"harap Sherly
Sherly pun segera pergi menuju perpustakaan dan seger mencari keberadaan Daisy
"hai Daisy, kenapa banyak sekali buku-buku ini disini? apa yang sedang kami kerjakan?"
"aku ingin menyelesaikan tugas ku, tapi seperti nya sangat sulit, sudah banyak buku yang ku baca tapi rasanya aku tidak menemukan jawabannya"
"ini, coba kamu pelajari siapa tahu kamu bisa bantu aku ngerjainnya"
Sherly membaca tugas yang sedang dikerjakan oleh Daisy, dan Sherly tersenyum manis kepada Daisy, "ini lho Daisy, kamu harus cari solusinya dari buku yang ini, coba kamu lihat dari daftar pustaka ya, pelan - pelan dan perhatikan dengan seksama"ucap Sherly
"oh, buku yang ini ya sher? wah, padahal dari tadi sudah aku buka buku ini, tapi kok nggak ketemu ya?" ucap Daisy sambil menggaruk kepala yang tidak gatal
__ADS_1
Sherly hanya bisa tersenyum melihat tingkah Daisy
"pantas saja mama, papa dan Brian bisa cepat akrab dengan sherly, ternyata Sherly memang cepat sekali memahami sesuatu, seandainya aku bisa seperti Sherly, mungkin aku akan menjadi kebanggaan mama dan papa, dan mungkin juga Brian bisa sedikit memberi perhatian padaku, semoga studi ku cepat selesai dan aku bisa bekerja di kantor papa juga, sehingga aku bisa dekat dengan Brian"ucap Daisy dalam hati.
"hai Daisy, kenapa jadi bengong, ayo cepat kerjakan tugasnya, biar kita bisa cepat pulang, dan aku bisa segera istirahat, karena besokkan aku harus bekerja lagi"seru Sherly mengagetkan Daisy dari lamunannya
"iya Sherly, kita pinjam aja bukunya biar nanti aku menyelesaikan tugas ini dirumah"
"mari aku bantu Daisy"
"terimakasih Sherly"
"tidak perlu berterimakasih, kita kan saudara Daisy" mereka pun tersenyum sambil menuju parkiran.
Sherly senang dia mempunyai keluarga yang sangat menyayanginya, dan bersedia melindungi nya
__ADS_1
Daisy pun senang karena sekarang ada Sherly yang bisa membantu dia dalam mengerjakan tugas - tugas kuliah nya mengingat dia tidak mempunyai saudara kandung, dan juga orang tua nya yang selalu sibuk mem besarkan perusahaan nya, meskipun di hati kecil nya yang paling dalam Daisy ingin sekali mempunyai keunggulan seperti Sherly yang selalu bisa menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya, kadang Daisy merasa seperti seorang anak yang terbuang meskipun dia di penuhi dengan harta yang melimpah, tapi dia rindu kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya sehingga dia sering meluapkan kekesalannya dengan cara pergi ke tempat hiburan bersama teman temannya