
"aku tahu itu Sherly, tapi aku tidak mencintai Daisy, aku hanya mencintaimu Sherly. jadi bagaimana Sherly?"
"entah lah kak Brian, aku bingung, tidak mungkin aku bisa menerima kamu, sedangkan aku tahu saudara ku sendiri mencintai mu sejak dulu"
"tapi cinta tidak bisa di paksakan, Sherly"sahut Daisy yang sejak tadi sudah dekat ke meja dan mendengarkan percakapan Sherly dan Brian. Sherly dan Brian pun terkejut atas kedatangan Daisy.
"tapi Daisy aku tidak mungkin bisa menjalin hubungan ini"
"apa yang dikatakan Daisy benar Sherly, cinta tidak bisa dipaksakan, dan aku tidak mencintai Daisy, aku hanya cinta kamu dan aku tahu kamu juga mencintai ku Sherly"
deg
"bagaimana Kak Brian tahu tentang perasaan ku?"batin Sherly
__ADS_1
"terimalah Brian Sherly, aku akan mencoba ikhlas menerima hubungan kalian" bujuk Daisy ("meski sakit rasanya hati ini"batin Daisy)
"kamu yakin Daisy, akan mengikhlaskan kak Brian untuk ku?"
"iya Sherly, akan sakit rasanya jika cinta bertepuk sebelah tangan, jika kamu mencintai Brian terima lah, jangan sampai kau menyesal nanti"
"baiklah kak Brian, aku mau jadi kekasih mu"ucap Sherly
"sama-sama Brian, aku tidak mau jika aku menjadi penghalang kalian berdua, aku yakin suatu saat aku juga akan mendapatkan cinta terbaik ku"
Sherly dan Brian saling menatap dan tersenyum bahagia, sedangkan Daisy hanya bisa menatap kebahagiaan mereka dengan sakit hati nya, "ternyata ini yang kamu rencanakan Brian, kamu mengundang Sherly kesini, tapi kenapa harus kamu izinkan Sherly mengajak ku, sungguh sakit hati ini atas perlakuan mu Brian" batin Daisy.
tanpa mereka sadari tidak jauh dari mereka ada seorang Robi yang menatap ke arah mereka, sambil tersenyum getir Robi memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan mereka
__ADS_1
"meskipun kamu telah menjadi kekasih Sherly, aku tidak akan pernah menyerah untuk merebut Sherly dari mu Brian, karena Sherly tidak pantas menjadi kekasihmu, dia akan menjadi milikku" desis Robi sambil menggenggam keras tangannya
selama perjalanan pulang, hanya ada kecanggungan antara Sherly dan Daisy, karena Sherly tidak enak kalau harus diantar oleh Brian pulang kerumah, dia takut Daisy tidak hati - hati di jalan
"ok Sherly kita sudah sampai aku mau istirahat dulu"
"Daisy tunggu aku ingin bicara padamu"
"aku sungguh lelah dan aku mohon jangan ganggu aku dulu, aku ingin sendiri dulu"
Sherly pun mengangguk tanda mengerti perasaan Daisy, sungguh berat rasanya dia harus melakukan ini pada Daisy, tapi ia pun tidak ingin membohongi hati kecilnya kalau dia juga mencintai Brian, sungguh jika saja dia bisa bersembunyi di belahan bumi yang paling jauh, mungkin itu yang akan di lakukan oleh Sherly.
Daisy berlari menuju kamarnya, dia sungguh tidak bisa lagi membendung air mata nya, dia tidka menyangka kalau dia dan Sherly bisa mencintai orang yang sama, bahkan dia sendiri merasa marah pada Brian yang sama sekali tidak pernah menghargai perasaan nya yang telah sejak lama mencintai dia, "sungguh keterlaluan kamu Brian, sedikit pun kamu tidak mengindahkan perasaan ku, aku benci kamu Brian, aku benci, aku tidak mau lagi bertemu dengan mu, aku benci" Daisy mengamuk dalam kamarnya memecahkan semua yang ada didalam kamarnya
__ADS_1