Sepupuku Rivalku

Sepupuku Rivalku
menghilang


__ADS_3

"Daisy, kenapa Sherly tidak kembali? rasanya sudah begitu lama Sherly pergi ke toilet restaurant ini, kamu tunggu disini, aku cek dulu ya kebelakang"


"Brian, tunggu. biar aku saja yang mengecek keberadaan Sherly, kamu kan cowok, mana mungkin kamu diizinkan masuk oleh para wanita disana nantinya"


" benar juga kamu Daisy, ya sudah, kamu cari ke toilet, dan aku akan menunggu Sherly disini"


"ok, kamu tunggu ya"


Daisy pun berjalan ke toilet wanita untuk mencari keberadaan Sherly, sesampainya disana, semua ruangan toilet dimasuki oleh Daisy, tapi Daisy tidak menemukan Sherly "aduh, Sherly,,, pergi kemana sih kamu? kita sudah sangat lama menunggu mu, aku jadi khawatir, bagaimana caranya aku bicara sama mama papa kalau Sherly menghilang, ini tidak lucu kan, Sherly tidak sehari dua hari disini, tapi sudah hampir setahun, tidak mungkin dia tersesat kan" gerutu Daisy dari dalam toilet.


Daisy pun bergegas kembali menemui Brian.


"bagaimana Brian? apa Sherly ada kesini?"


"tidak ada, lalu bagaimana di toilet tadi?"


"sudah semua ruang toilet wanita aku datangi, tapi Sherly tidak ada disana, kemana Sherly pergi, kenapa dia meninggalkan kita ya?"


"kalau begitu kita coba menemui manajer resto ini, siapa tahu mereka mau membuka rekaman cctv resto ini, setidaknya kita dapat melihat Sherly jika dia memang keluar dari tempat ini"


"ok Brian, aku ikut saja"


mereka berdua segera menemui manajer resto tempat mereka makan malam.

__ADS_1


"selamat malam ibu, bapak? bisa kami bantu?"


"bisakah kami menemui manajer resto ini mba, teman kami menghilang setelah dia izin ke toilet, kami hanya ingin melihat keman dia pergi agar bisa mempermudah kami mencarinya"


"tunggu sebentar pak, saya hubungi dulu manajernya"


"baik mba"


mereka menunggu pelayan resto itu memanggil manajernya


"selamat malam pak, Bu, pelayan kami sudah menceritakan keperluan kalian untuk menemui saya, mari saya antar keruangan cctv"


"baik pak mari"


mereka berjalan menuju ruang cctv, dan mengamati beberapa menit sebelum kepergian Sherly, betapa terkejutnya Brian dan Daisy saat mengetahui Sherly pergi setelah melihat Brian dan Daisy saling suap makan an, mereka merasa sangat bersalah terhadap Sherly. mereka pun bergegas mencari Sherly keluar restoran, dengan harapan bisa secepatnya menemukan Sherly dan meminta maaf padanya.


Robi dengan senang hati menemani Sherly di perjalanan nya, karena Robi sangat khawatir dengan keadaan Sherly yang down dengan masalah yang sedang dia hadapi


"Robi, terimakasih sudah bersedia mengantarkan ku malam ini, aku tidak tahu apa yang terjadi padaku jika tidak bertemu dengan mu"


"Sherly, kamu tidak perlu berterima kasih, sebagai teman wajar dong kalau kita saling membantu, dan aku harap jika suatu saat kau menyerah dengan hubunganmu dan Brian, aku bersedia untuk menerima kamu" Robi mengerjipkan sebelah matanya untuk menggoda Sherly


"apaan sih kamu Robi, aku sedang tidak ingin membahas Brian, jadi please jangan hancurin mood aku lagi"

__ADS_1


"it's okay Sherly, tapi please, jangan bersedih lagi, kamu gadis baik yang tidak pantas buat lelaki pengecut seperti itu, aku hanya ingin melihat kebahagiaan mu Sherly, jadi ku mohon, pikirkan tawaran ku untuk mendampingimu, okay?"


"okay, akan ku pikirkan nanti, tapi jangan jangan kamu sudah punya pendamping saat aku siap menerima kamu nanti"


"kamu tidak percaya, kalau aku ini lelaki sejati yang akan selalu setia menjaga cintanya?"


"emhhhh, aku rasa aku tidak percaya" Sherly menjulurkan lidahnya mengejek Robi


"oh my God, Sherly. kamu ini memang benar - benar wanita yang sulit untuk di luluhkan, tolong beritahu aku, apa yang bisa membuatmu jatuh cinta?"


"simpel sih, cukup kamu lebih ganteng dari Brian, mungkin aku akan berpikir untuk memilih mu"


"really Sherly? kamu tidak bercanda kan? kalau kamu serius, malam ini juga aku akan segera operasi plastik"


"Robi,,, Robi,,, kamu pikir operasi plastik sama kaya beli plastik di pasar gitu yang kapan aja bisa dilakukan?"


"ya, seperti itu lah karena aku sangat mencintaimu"


"oh beruntung nya aku jika memang yang kamu ucapkan adalah kenyataan"


"jadi, kamu masih mengatakan kalau aku bercanda, tega sekali kamu Sherly, kamu telah mematahkan hatiku sebelum kamu membuat ku bahagia"


"maaf Robi, aku masih ingin menenangkan diriku dulu, jadi tolong jangan terus merayu ku"

__ADS_1


"ok baiklah tuan putri, aku akan diam sampai tiba ketujuan mu"


mereka pun tertawa bersama setelah percakapan panjang dalam perjalanan ini


__ADS_2