
"kemana tujuan kamu dan Robi pergi, Sherly? kenapa kamu pergi bersama dia, apa salah ku? aku telah menganggap Daisy seperti adikku, sama seperti yang kamu lakukan terhadap dia, kenapa kamu harus pergi tanpa sepatah kata pun" gumam Brian dari dalam mobil mencari kepergian Sherly dan Robi
"tenang lah dulu Brian, kamu jangan cemas seperti itu, kalau kamu cemas dan tidak fokus dalam menyetir nanti kita juga yang akan celaka" bujuk Daisy
"aku tahu Daisy, tapi aku khawatir dengan keadaan Sherly, aku takut dia marah kepadaku, aku tidak mau dia pergi tanpa berkata apapun kepadaku, apa salah ku?" teriak brian pada Daisy
"ok, baiklah. aku mengerti perasaanmu, tapi please tetap berhati-hati, aku akan terus mencoba menghubungi ponsel Sherly, semoga dia mau menerima panggilan ku"
"ok, terus coba hubungi ponsel nya" sahut Brian
mereka berdua terus mengendarai mobil tanpa tahu tujuan kemana harus mencari Sherly, Daisy sendiri tidak berani menghubungi mama dan papa nya, dia takut jika orangtuanya tahu Sherly hilang, bisa bisa nanti dia yang akan diusir dari rumah
sudah beberapa panggilan Daisy tidak di jawab oleh Sherly, bahkan chatting yang dikirim pun tidak dibaca oleh Sherly, Daisy bingung apa yang harus dia rasakan, antara senang, takut, sedih dan marah, dia senang karena dia bisa berdua dengan Brian, daisy takut kemarahan kedua orangtuanya karena dia telah membuat Sherly pergi, daisy sedih karena secara sadar perbuatannya yang ingin dekat dengan Brian ternyata telah membuat saudara nya sendiri pergi meninggalkan nya, Daisy marah karena dia lebih mementingkan egonya dari pada memikirkan perasaan saudara nya sendiri
di saat pikiran Daisy yang bertraveling merasakan perasaan nya yang begitu kacau, tiba-tiba Brian menghentikan mobilnya secara mendadak, sehingga membuat Daisy terkejut
"Brian, apa apa an kamu, kenapa kamu injak rem mendadak? hampir saja kepala ku kebentur dasbor mobil" seru Daisy marah karena perbuatan Brian telah membuatnya kaget
__ADS_1
"maaf Daisy, aku benar-benar bingung harus kemana lagi mencari Sherly, aku tidak bisa fokus untuk berpikir"
"ya sudah, sekarang sudah larut malam, tidak mungkin juga kita mencari Sherly tanpa tahu tujuan kita, dan saat ini kita sudah sangat jauh dari rumah, bagaimana kalau kita mencari penginapan untuk beristirahat, sambil terus kita mencoba menghubungi Sherly?"
"aku tidak bisa menunggu, sampai kapan kita menunggu?"
"tapi kemana kita harus mencari mereka? kita tidak tahu kemana tujuan mereka Brian"
"kamu benar, tapi aku tidak mungkin membiarkan Sherly pergi begitu saja dari ku"
"sebaiknya kita menenangkan diri kita dulu, mungkin saat ini Sherly membutuhkan waktu untuk sendiri, siapa tahu besok pagi dia sudah bisa dihubungi, atau mungkin dia yang akan memberi kabar terlebih dahulu kepada kita, jadi bagaimana? kamu mau tidur dimobil atau kita mencari tempat istirahat yang lebih nyaman?"
mereka berdua pun mulai mencari penginapan terdekat yang bisa mereka datangi, karena tidaklah mungkin jika mereka harus berbalik arah menuju kerumah mereka tanpa membawa Sherly bersama mereka.
sesampainya di penginapan, ternyata penginapan itu sangat ramai, sehingga hanya tersisa satu kamar untuk mereka, dan tidak ada pilihan lain, mereka pun akhirnya menyetujui pilihan itu, dengan terpaksa mereka harus tidur dalam satu ruangan
"sekarang waktunya istirahat, pergi tidurlah kamu terlebih dahulu, aku ingin membersihkan diri dulu"ucap Daisy
__ADS_1
"ini tidak benar Daisy, apa kata Sherly jika dia tahu kita menginap di satu kamar?"
"Sherly tidak akan tahu jika kamu tidak cerita kepadanya"
"tapi Daisy"
"kamu jangan khawatir, aku akan tidur di sofa, kamu tidur lah di tempat tidur itu" bujuk Daisy sambil berlalu menuju kamar mandi
Brian pun duduk sambil mengusap wajah nya dengan kasar "Sherly, kemana kamu pergi? kenapa harus dengan dia? s**l ! kenapa aku harus terjebak seperti ini?" gerutu Brian
dia bingung harus berbuat apa, sudah beberapa kali dia menghubungi ponsel Sherly tetapi masih tidak ada jawaban dari Sherly
ceklek
suara pintu kamar mandi terbuka
"kamu belum tidur? kalau belum bisa tidur, coba lah untuk bersihkan diri mu dulu, siapa tahu bisa membuatmu sedikit lebih tenang, biar aku buatkan teh hangat untukmu"
__ADS_1
"tidak perlu, aku bisa membuatnya sendiri nanti, aku mau bersihkan diri dulu" jawab Brian
Brian pun berlalu menuju kamar mandi, dia menenggelamkan tubuhnya di dalam bathtub agar di merasa lebih tenang