
...Sebuah cerita baru yang bergenre action, terinspirasi dari film yang cowo banget. entah apa ini bisa masuk dalam genre itu. Kali ini aku tidak berfokus pada penampilan tapi lebih fokus pada peran dan sifat karakter di cerita ini....
...Cerita kehidupan seorang pria yang menghabiskan waktu hidupnya dengan bertarung tanpa mengenal dunia luar karena dia hanya seorang tahanan di sebuah penjara Rusia....
...Seth Royka menjadi seorang petarung untuk para mafia penguasa rumah tahanan yang hanya menginginkan uang saja....
...Selain itu Royka memang melakukan itu demi jati diri dan dihormati banyak orang....
...Sampai pada akhirnya dia dipertemukan dengan seorang ketua mafia besar yang menginginkan jasanya untuk menjaga puteri kesayangan....
...Dengan imbalan kebebasan dari penjara Chornya Cholmi akhirnya Royka menerima tawaran tersebut....
...🖤🖤🖤...
...Seth Royka, 38 tahun...
...Jill Spanic, 21 tahun...
...💗💗💗...
Musim dingin di Penjara Chornya Cholmi, Russia.
Hidup bukan tentang siapa yang menang dan kalah, lelaki sejati harus punya mental yang kuat kapanpun dan dimana pun dia berada.
Pertarungan bukan hanya terjadi di atas ring atau arena, tapi harus bisa mengalahkan dan menaklukannya di segala medan.
...
Dinding yang lembab dipenuhi jamur dan lumut menyisakan bau apek yang menyengat terutama di bagian toilet, cuaca dingin dan beku di puncak musim dingin menjadi hal yang sangat buruk bagi para tahanan pria di tempat tersebut.
Bisa saja mereka terkena hipotermia karena suhu ekstrim di bawah nol derajat celcius. Mantel usang mereka pun sudah tidak mampu lagi menghangatkan sebab kain mantel sudah terlalu lama dan sudah tidak layak pakai.
Apakah ada yang berani melanggar peraturan jika hukuman setia menanti? Direndam di dalam kubangan air pembuangan yang dipenuhi kotoran dan sampah serta diberi makan atau minum dengan air yang berasal dari tempat yang sama? Atau bahkan mereka tidak menyadari kuah sup hangat yang mereka makan juga dibuat dari air tersebut.
Jawabannya, lebih tepat menjadi orang baik dan normal. Jangankan penjara, mimpi buruk lain pun tidak akan dialami jika kita menjadi orang yang taat peraturan.
Namun, apakah setiap orang bisa melakukan semua hal yang dilandasi kebaikan? Jika itu benar, maka dipastikan semua penjara di dunia akan kosong tanpa penghuni.
Kenyataannya tempat tersebut justru dipenuhi orang-orang yang harus mempertanggung jawabkan perbuatan sesuai hukum yang berlaku.
Itu artinya tidak sedikit dari sebagian penghuni bumi pernah melakukan kejahatan. Hukuman ringan atau berat tetap ada bagi mereka para pelanggar hukum.
...
Di salah satu sudut penjara ...
Suara hantaman bahkan pukulan terdengar di atas ring, dua orang pria tengah bertarung dengan teknik masing-masing. Mereka saling menyerang untuk mengalahkan satu sama lain.
Baku hantam dengan menggunakan seni bela diri membuat para penonton sangat suka dengan adegan tersebut. Dua tubuh petarung yang hanya berbalut celana olahraga pendek sudah basah karena berkeringat.
Teknik Capoeira dan teknik lain juga mereka kerahkan untuk menjatuhkan lawan. Menyerang, menangkis, mengelak dan memukul mundur juga mereka lakukan.
Sampai pada akhirnya, sebuah ketentuan dimana setiap pertandingan harus ada yang menang dan kalah.
Seorang pria sudah terkapar di tengah ring pertarungan, sementara penonton yang merupakan para tahanan dan tamu lainnya yang menonton hanya bersorak dan sebagian lain merasa sedih juga kecewa.
Satu orang yang menjadi pemenang yang juga sudah terluka mengangkat kedua tangannya seolah menunjukkan bahwa dirinyalah yang terkuat dan berkuasa.
Tubuh kekarnya menggambarkan bahwa dia memang seorang yang pantas menjadi juara. Dada bidang, bahu lebar, serta otot-otot perut yang terbentuk dengan sempurna menjadi tanda bahwa ia memang petarung sejati.
Seth Royka baru saja menumbangkan lawannya dari negara Brazil--Mario Lemans. Dengan rasa bangga dan penuh percaya diri dia menunjuk pada seorang penonton yang merupakan tamu tetap di penjara tersebut.
Vladimir Lutov seorang mafia elit yang sudah mempertaruhkan nama Seth Royka. Tentu dia merasa senang karena Royka sudah membuatnya mendapatkan banyak uang dari taruhan.
Hal itu sudah menjadi rahasia umum di kalangan penjara Rusia dan UNY Soviet, seperti penjara Republic Of Georgia yang juga memiliki helaran serupa.
Royka berjalan dengan tertatih setelah merasakan sakit di lutut akibat cidera yang ia alami beberapa tahun lalu oleh seorang juara tinju. Ternyata sang juara juga pernah kalah oleh lawannya di masa lalu.
Sementara yang lain sedang berpesta, Royka hanya kembali ke ruangan tahanan miliknya, ia segera mengobati dirinya dari semua luka yang didapat setelah bertarung tadi.
"Arghh!!" Dia mengerang saat merasakan lutut yang semakin berdenyut.
Royka menyandarkan kepala pada dinding penjara yang sudah berjamur. Dia sangat menikmati rasa sakitnya itu.
Pria tangguh Royka hanya memejamkan mata sampai ia sadar ada beberapa orang yang mendatanginya.
"Seth Royka, kau dipanggil departemen kehakiman sekarang juga!" Seorang kepala penjara dan beberapa orang polisi pengawal memanggil pria itu yang bahkan tidak diberi waktu untuk beristirahat.
...
Royka melampiaskan kekesalan pada sandsack yang tidak berdosa, tanpa peduli lututnya masih terasa sakit. Alasannya karena dia ingin sekali menghajar wajah hakim yang sudah menolak permohonan dirinya untuk bebas bersyarat.
Artinya dua belas tahun ke depan dia akan tetap mendekam dalam penjara kejam tersebut. Setelah dua-puluh-tiga tahun terlewat, dia sudah bosan karena masa hukumannya tidak juga berkurang.
"Kau ditolak lagi?" Seorang tahanan menghampiri Royka yang sedang berada di ruang latihan.
"Hn ...." Hanya terdengar suara gumam dari mulut Royka tanpa menghentikan kegiatannya.
"Penjara yang sempurna dan memuakkan, kau menghasilkan banyak uang tapi mereka tidak memberi sedikit pun kesempatan padamu," ucap pria yang juga sedang melakukan angkat beban.
Pria dingin Royka tidak memberi jawaban pada sang rekan yang mungkin sedang menghibur atau memberi dukungan padanya.
"Aku hanya punya satu anugrah dalam hidupku," ucap Royka setelah ia berhenti sejenak, "bertarung menjadi yang terbaik dan mendapat gelar kehormatan."
Sang rekan yang masih sibuk mengangkat beban hanya menggeram, entah itu berupa jawaban atau ekspresi karena dia sedang mengangkat benda berat.
"Semoga saja ada keajaiban yang terjadi untukmu!" ucap sang rekan yang sukses mendapat tatapan tajam dari Royka.
...
Di tempat lain ...
Ciudad De Mexico ...
Berbanding terbalik dengan Rusia yang cuacanya begitu dingin. Saat ini kota di Mexico justru tengah merasakan terik matahari yang cukup panas.
Bisa dipastikan tidak ada pantai yang kosong di sepanjang Teluk Mexico dan Laut Karibia. Turis internasional dan lokal memenuhi hampir semua tempat wisata pantai di Mexico.
Pantai Tulum dan Cancun menjadi tempat yang paling diburu, selain karena musim panas, hampir seluruh pantai di Mexico memiliki penampakan keindahan yang memanjakan mata.
__ADS_1
Beralih ke kota besar yang padat penduduk, sebuah mobil sport mewah melesat di jalanan bebas hambatan, membawa dua tubuh gadis muda yang terlihat bahagia.
Jeritan dan teriakan terdengar dari suara mereka, entah apa yang membuat mereka berdua histeris seperti itu.
Jika diperhatikan suara itu bukan teriakan bahagia, melainkan mereka berdua tengah panik karena dikejar mobil lain.
Sebuah van hitam terus mengimbangi kecepatan mobil yang dua gadis itu kendarai. Aksi kejar-kejaran pun tidak bisa terhindarkan.
"Jill, hati-hati!!" Seorang gadis lain yang duduk di kursi penumpang berteriak karena ketakutan.
"Aku sedang berusaha, Gina!" balas Jill, juga dengan berteriak.
Jill mengerahkan semua keterampilan mengemudi yang ia ketahui. Dia juga panik karena sebelumnya ia dan Gina masih baik-baik saja. Berenang dan berjemur di pantai.
Tubuh Gina terbawa oleh guncangan di mobil yang Jill kemudikan. Sabuk pengaman yang mereka pakai tidak cukup membantu sehingga Gina harus berpegangan pada sebuah pegangan di atas jendela.
Sementara Jill sendiri kerepotan untuk mengendalikan kemudi dengan tubuh yang juga terombang-ambing.
"Sial! Siapa mereka?" Jill mengumpat kesal karena hal itu sudah terjadi tiga kali dalam satu minggu. Dia dikejar oleh orang-orang yang tidak dikenal. Beruntung ia selalu lolos dari mereka.
"Bagaimana sekarang?" Gina masih panik rambut pirang yang tadinya tertata rapi kini sudah tidak beraturan.
"Aku ada ide. Tenanglah, Gina! Serahkan ini padaku!" jawab Jill sementara Gina masih ketakutan.
Jill berusaha memutar balik kendaraan dan terus melaju pada van hitam yang sedang mengejar mereka. Ada banyak kendaraan lain di jalan tersebut dan Jill terpaksa melawan arah serta membahayakan hidup keduanya.
"Jill, apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila? Kau mau kita mati sekarang?" Gina kembali berteriak sambil memejamkan mata.
Sudah dipastikan mereka akan bertabrakan dengan mobil van hitam yang jaraknya sudah semakin dekat. Gina hanya bisa berdoa jika dia dan Jill mati sekarang, semoga Tuhan memaafkan semua dosa mereka.
Gina berucap kata 'Amin' setelah melapalkan doa, tetapi tidak terjadi apa-apa setelah ia mendengar suara ledakan keras.
Gina membuka mata secara perlahan, sementara Jill masih tenang dan terlihat menarik napas dalam sambil menyandarkan kepala pada pada kursi kemudi.
"Kau kenapa, Gina? Kita belum mati," ucap Jill setelah menyadari tatapan Gina yang sedang menatap heran padanya.
"Mereka yang mati, bukan kita!" Jill kembali berucap. Gadis itu kembali memutar arah dan mata Gina semakin membola ketika melewati sebuah gumpalan asap dan api yang cukup besar berasal dari sebuah van hitam.
Gina kehilangan kata, rupanya Jill sudah mengecoh orang-orang tersebut dan membuat mereka celaka atau tabrakan dengan mobil lainnya.
"Jill, kau memang gila!!" teriak Gina.
"Mereka yang menghindar jadi itulah akibatnya!" Jill berkata santai seolah yang terjadi bukan hasil perbuatannya dan seolah tidak sayang pada nyawanya sendiri.
Gina kehilangan kata, sebagai seorang sahabat ia cukup mengerti jika Jill sudah terbiasa menghadapi hal-hal gila seperti yang baru saja terjadi.
Jill dibesarkan dalam lingkungan keras tanpa mendapat kasih sayang dan kelembutan seorang ibu. Jadi jika sifat Jill berbeda dengan gadis pada umumnya itu wajar saja.
...
Singkat cerita dua gadis tersebut sudah sampai di rumah milik Jill. Kedatangan mereka disambut beberapa pria bertubuh kekar dengan penampilan yang menyeramkan.
Jill menjatuhkan dirinya di atas sofa empuk begitu pun dengan sang sahabat, tetapi detik berikutnya Jill segera beranjak dan meninggalkan Gina.
"Hey, kau mau ke mana?" tanya Gina, dia tidak mau ditinggalkan sendiri di ruangan besar tersebut.
"Tunggulah, Gina! Aku harus menemui ayahku dulu!" jawab Jill sambil terus berlalu tanpa menoleh lagi pada sang sahabat.
"Jill, kau mau ke mana, Sayang?" Seorang wanita dewasa dengan penampilan yang begitu menggoda menyapa Jill yang hampir melewatinya.
"Aku harus menemui, Papa!" jawab si gadis pada wanita tersebut.
"Papamu belum pulang, dia sedang pergi ke Rusia, kau tahu itu, 'kan?" Wanita itu kembali berkata dan mengingatkan gadis yang merupakan anak tirinya.
"Sial! Ini sudah lebih dari satu minggu dan Papa belum kembali juga?" protes Jill pada sang ibu tiri yang masih sangat muda.
"Jangan bertingkah seolah kau cemas, bukankah kau selalu senang ayahmu pergi dan kembali dengan banyak hadiah?" sindir wanita seksi ibu tiri Jill Spanic.
"Cih, jangan menyindirku, Olympia! Jika itu benar, akan kupastikan kau tidak merebutnya lagi dariku!" Jill menjawab sambil menyilang tangan di dada.
"Ah, itu salahmu karena kau kalah cepat!" jawab Olympia, wanita bertubuh sekal itu tidak mau kalah beragumentasi.
Rupanya hubungan Jill dan ibu tirinya memang tidak harmonis, mungkin mereka punya alasan masing-masing untuk tidak peduli bahkan membenci satu sama lain.
"Lihatlah pakaianmu itu! Apa kau ingin merayu para penjaga rumah saat Papaku tidak ada, huh?" Jill menilik penampilan sang ibu tiri yang menurutnya terlalu terbuka.
Belahan dada yang rendah yang memperlihatkan dua gundukan menyembul setengahnya. Hal itu membuat Jill geram dan semakin membenci ayahnya yang menikahi wanita seperti Olympia.
"Bukan urusanmu, Gadis Manja! Sebaiknya kau bersiap karena ayahmu akan segera pulang dan jangan ikut campur dalam kehidupanku, oke?!" Olympia berlalu setelah memberi peringatan pada Jill.
Sebagai sesama wanita Jill punya alasan untuk tidak menyukai ibu tirinya itu. Olympia selalu merebut apapun yang menjadi miliknya termasuk kasih sayang sang ayah.
Namun, Jill tidak merasa menderita karena terkadang ia membalas perlakuan Olympia yang selalu menginginkan hadiah dari sang ayah untuk dirinya.
Jill bukan gadis lemah yang hanya bisa menangis saat ibu tirinya itu berbuat ulah. Sebaliknya Jill mengimbangi keegoisan Olympia walaupun itu akan berakhir dengan pertengkaran antara dirinya dengan sang ayah.
"Terserah!" ujar Jill sambil berteriak pada Olympia.
...
Buk ...
Buk ...
Royka kembali memberikan sebuah tendangan di perut sang lawan, kemudian ia melakukan teknik penguncian supaya lawannya tidak bisa bergerak dan ia bisa memenangkan pertarungannya kembali.
Kali ini dia melawan pria Asia dari Korea Utara--Tony Kim, pria tangguh Royka terlihat pantang menyerah karena dia memang memiliki jiwa petarung yang sangat kuat.
Tanpa disadari bahwa seorang tamu sangat terpukau oleh penampilan Royka karena keahliannya dalam ilmu bela diri. Royka seperti tidak memiliki rasa takut pada hal apapun.
"Siapa dia?" Pria bersuara berat mulai bertanya pada pria berambut putih yang tidak lain adalah Vladimir Lutov si Mafia Rusia.
"Aku menginginkannya," ucap pria yang merupakan tamu langka yang baru pertama kali berkunjung ke penjara Chornya Cholmi.
"Menjadi petarungmu?" tanya Vladimir, tentu pria itu tidak akan setuju begitu saja, tetapi nama besar sang lawan bicara membuatnya sedikit berhati-hati dalam berucap.
Jika salah maka dipastikan satu atau sedikitnya enam buah peluru akan segera bersarang di kepalanya.
Pria bersuara berat menggelengkan kepala. "Aku butuh jasanya," jawabnya kemudian.
Vladimir hanya terdiam, dia tidak rela jika lahan uangnya diambil orang lain apalagi jika ia tidak mendapat keuntungan sedikitpun.
"Uang jaminannya pasti mahal sekali," jawab Vladimir dengan suara yang dibuat lantang padahal ia sedikit takut pada lawan bicaranya.
__ADS_1
Siapa yang tidak kenal pria dengan panggilan Kaka tersebut. Dia mafia elit dari Mexico yang punya pengaruh di setiap penjuru benua Eropa.
Pria itu akhirnya tahu siapa jati diri si petarung yang ia inginkan. Seth Royka menginginkan sebuah kebebasan karena ia ingin menjadi petarung profesional di ajang resmi dan legal.
Royka mulai dipenjara sejak usia lima-belas tahun atas kejahatan di usia yang masih remaja. Dia dihukum seumur hidup dan seharusnya ia sudah bebas delapan tahun yang lalu.
Namun, Royka yang tidak mampu mengendalikan emosi selalu terpancing amarah dan berakhir dengan menghajar tahanan lain yang mengganggunya sehingga masa tahanan yang seharusnya berkurang menjadi bertambah.
"Aku tidak mau tahu, aku ingin dia sampai di hotel tempatku menginap besok pagi!" Perintah Kaka yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
"Akan kubayar berapapun itu!" Kaka segera beranjak diikuti beberapa pengawal di belakangnya. Sedangkan Vladimir hanya tersenyum kecut, setelah ini dia pasti kesulitan mencari petarung seperti Royka.
...
"Aku tidak ingin diperbudak oleh siapapun!!" tegas Royka tanpa ada kegugupan dalam suaranya.
Saat ini Vladimir dan kepala penjara sedang berbicara padanya dari balik jeruji besi tempat Royka ditahan. Mereka mengatakan ingin mengirim Royka ke Mexico karena ada yang menginginkan jasanya.
Dua pria dengan pengaruh besar itu merasa kesulitan saat bernegosiasi dengan Royka karena si petarung memang tidak suka diperintah oleh siapapun.
Ya, Royka memang berbeda, pendiriannya begitu kuat dan teguh serta tidak mudah digoyahkan. Seandainya dua pria tersebut belum mendapat bayaran besar dari Kaka, maka dipastikan mereka akan senang dengan jawaban dari Royka.
"Pikirkanlah! Imbalannya, beliau akan mengeluarkanmu dari penjara ini dan tahun depan akan ada turnamen besar di Argentina. Kau bisa mewujudkan keinginan terbesarmu itu di sana," bujuk Vladimir yang tentu saja didukung penuh oleh si kepala penjara.
Vladimir yang banyak akal tidak kehabisan ide, lagipula menjaga seorang gadis muda tidak akan terlalu sulit bagi Royka--itu yang dipikirkan Vladimir setelah tahu maksud Kaka yang menginginkan Royka untuk menjadi pengawal anak gadisnya.
...
Royka kembali berlatih padahal waktu sudah menunjukkan waktunya para tahanan untuk segera tidur, karena pagi-pagi sekali mereka harus bangun untuk kerja rodi di hutan.
"Pertandingan berikutnya masih satu minggu lagi, seharusnya kau gunakan waktu untuk beristirahat!" Seorang polisi penjaga berkata pada Royka. Dia satu-satunya orang dari sekian banyak penjaga yang sesekali bicara dengan si petarung.
Royka yang berwajah dingin hanya melirik sekilas, seperti biasa dia tidak memberi jawaban pun menanggapi ucapan orang lain. Hal itu bukan hal baru bagi orang-orang di penjara tersebut.
Royka orang yang tidak banyak bicara, hanya saat dibutuhkan saja dia membuka suara.
"Kalau boleh kusarankan, sebaiknya kau terima saja tawaran dari Vladimir dan Kepala Penjara. Itu satu-satunya kesempatan untuk keluar dari tempat ini!" Sang penjaga yang bensandar pada pintu masuk ruang latihan kembali berkata, membuat Royka mengalihkan perhatian kali ini.
"Pikirkanlah! Masih banyak hal indah selain bertarung, ada banyak jalan untuk mewujudkan impian setelah berada di luar sana." Kali ini Royka terdiam mendengar ucapan si penjaga.
"Musim panas sedang menunggumu di Mexico, tidak akan ada rasa dingin seperti di sini," ucap si penjaga itu lagi.
Royka merenung selepas kepergian si penjaga, ia terduduk dan membuka kain yang melilit pada telapak tangannya.
Dia menatap pada kepalan tangan dengan otot-ototnya yang terlihat kuat. Apakah ia bisa mewujudkan impian dengan kedua tangan itu?
Royka tidak bisa tidur dan terus berpikir sepanjang malam, ucapan si penjaga terus terngiang dalam pendengarannya.
Jika dia hanya bertarung di dalam tahanan, maka keinginannya untuk menjadi petarung profesional tidak akan pernah terwujud.
Namun, apa yang harus ia lakukan, karena untuk keluar dari penjara sangatlah sulit. Setelah bergelut dengan pikirannya, ia membuat sebuah keputusan yang berat dan ia harap bisa mengubah jalan hidupnya.
...
Di sinilah Royka berada, di depan sebuah kamar hotel tamu VIP. Dia memang diantar beberapa orang pengawal yang tidak berseragam.
Alasannya, mereka hanya memastikan bahwa Royka tidak akan melarikan diri dan sampai ke tempat tujuan.
Royka dihadapkan dengan seorang pria yang sudah tidak lagi muda, tetapi terlihat masih segar dari penampilannya.
"Kau bisa menyetir?" Pertanyaan pertama tanpa ada basa basi perkenalan.
"Tidak," jawab Royka dengan tatapan tajam, mungkin itu adalah pertanyaan bodoh baginya. Bagaimana dia bisa menyetir jika selama ini dia hanya tinggal di dalam penjara, konyol.
"Satu minggu," ucap sang ketua mafia dengan ambigu.
"Para pengawalku akan mengajarimu," lanjut pria itu.
"Beri panduan saja dan aku akan melakukannya sendiri," jawab Royka.
Si pria mafia hanya menatap, rupanya ia memahami sifat Royka yang tidak suka diperintah atau melibatkan orang lain dalam urusannya.
Pria tua itu tersenyum karena merasa si petarung punya jati diri yang istimewa. Sehingga ia yakin bahwa Royka adalah sosok lelaki sejati yang bisa diberi kepercayaan.
"Baiklah, satu minggu dan kita akan kembali ke Mexico!" ucap si ketua mafia dengan senyum penuh ketenangan.
...
Ciudad De Mexico ...
Jill merasa senang saat mendengar bahwa sang ayah sedang dalam perjalanan pulang menuju Mexico.
Tiga hari, waktu yang cukup lama untuk ia menunggu setelah insiden kemarin yang hampir membuat nyawa sahabatnya juga melayang.
Jill tidak sabar ingin menceritakan hal itu pada sang ayah. Dia memang tidak pernah bicara melalui saluran telpon karena tidak ingin perjalanan bisnis ayahnya terganggu.
Selama tiga hari itu pula ia tidak bisa keluar rumah karena para pengawal menjaga ketat rumahnya. Jill merasa bosan setengah mati, ia sudah tidak sabar menunggu hadiah dari sang ayah yang katanya akan membawa pengawal pribadi untuk dirinya.
Selama ini Jill tidak pernah merasa kecewa karena dia selalu mendapat yang terbaik dalam segala hal, tetapi sejak kehadiran Olympia di rumahnya, semua tidak lagi berjalan dengan baik.
Setidaknya kali ini dia bisa bebas tanpa harus melihat wajah memuakkan Olympia karena ia bisa pergi kemanapun dan tidak perlu lagi merasa cemas pada keselamatannya.
Jill yakin bahwa pengawal yang dipilih ayahnya adalah yang terbaik dari yang terbaik, entahlah mungkin pria itu bertubuh tinggi besar seperti Dwayne Jhonson alias 'The Rock' atau mungkin seperti pembunuh bayaran berwajah tampan--Jhon Wick?
Kenyataannya Jill justru merasa kali ini dia sedang dipermainkan. Dia senang saat menyambut ayahnya datang, tapi ia sedikit terkejut pada hadiah ayahnya.
"Sayang, Papa sangat merindukanmu!" ucap ayah Jill alias Kaka yang punya nama asli Ricardo Bosio.
"Aku juga, Papa!" Jill menghambur pada pelukan sang ayah yang sangat ia sayangi.
Kaka datang bersama seorang pria, entahlah mungkin dia tuna wisma yang dibawa ke rumah. Jill berpikir seperti itu ketika melihat penampilan pria itu.
"Seperti yang Papa janjikan, dia adalah Seth Royka, pengawal pribadimu yang baru!" Ucapan Kaka jelas membuat putrinya itu terkejut setengah mati. Kenyataan yang ia hadapi tidak sesuai dengan harapan.
TBC
Yu, sampai di sini, adakah yang tertarik dan menantikan next chap nya? ...
Silakan komen ya, gaesss!!
Kalau tertarik chap 2 meluncur juga ...
See u next chap and i love u all ❤️
__ADS_1