SETH ROYKA (Pengawal Dari Penjara)

SETH ROYKA (Pengawal Dari Penjara)
Godaan Yang Manis


__ADS_3

Apakah mata Royka terlihat berbinar? Jawabannya, benar. Pria itu menatap kagum pada sebuah ruangan olahraga dengan peralatan yang sangat lengkap.


Ternyata, rumah si mafia elit punya fasilitas yang sangat lengkap. Sepertinya ruangan itu akan menjadi tempat favorit bagi Royka mulai saat ini.


Hampir semua alat kebugaran ia coba, dan yang lebih sering ia gunakan adalah peralatan bertinju. Hari ini nona muda yang ia jaga tidak pergi kemanapun, hingga ia tidak perlu berada di samping gadis itu karena pengawalan rumahnya sangat ketat.


Namun, bukan Royka namanya jika satu hari saja ia tidak melayangkan satu pukulan atau tendangan pada seseorang.


Seperti hal nya senior yang mengganggu junior. Para pengawal di rumah Kaka membuat emosi Royka kembali bangkit karena mereka terus mengusik ketenangan Royka yang ingin mengolah berat tubuhnya.


"Hey, kau tidak boleh menggunakan itu!" ucap salah satu pengawal pada Royka saat ingin menggunakan sand sack.


Royka mengalah dan pergi ke sudut lain, tetapi beberapa orang pengawal lainnya melakukan hal yang sama. Mereka selalu menghalangi si pria dari tahanan untuk menggunakan fasilitas di ruangan tersebut dengan alasan mau mereka gunakan.


Alhasil, saat Royka berjalan kembali pada sebuah alat berat, salah seorang pengawal menepuk pundak Royka dan ia mendapat balasan berupa tendangan keras ketika Royka berbalik dan pria itu pun dibuat tidak sadarkan diri.


Mereka semua terdiam setelah Royka menatap tajam dan menunjuk salah seorang pengawal berbadan besar yang mengganggunya untuk pertama kali.


Pemandangan itu tidak luput dari pandangan anggota keluarga Bosio termasuk Jill yang juga sedang berada di ruangan tersebut.


"Sangat menarik," ucap Olympia.


Jill hanya melirik ke arah ibu tirinya yang juga menyaksikan kejadian tadi.


Sepertinya Abigail juga tertarik pada sosok sang pengawal karena pria itu berbeda dari yang lain.


"Bodoh!" ejek David saat ia melihat para pengawal yang sedang membopong tubuh rekannya yang pingsan karena tendangan Royka.


"Bagaimana apa rencana kita akan tetap dilaksanakan?" Itu adalah suara Abigail. Gadis itu berkata tanpa melepas tatapan pada pengawal pribadi saudari sepupunya.


Abigail sepertinya suka saat melihat tubuh Seth Royka yang berkeringat. Otot pria itu tercetak dengan jelas dan terbentuk dengan sempurna.


"Hentikan tatapan memuakkan itu, Abigail!" Jill berkata dengan sinis. Menurutnya Abigail sangat berlebihan ketika mengagumi Royka, walaupun hal itu ia juga lihat dari sang sahabat--Gina.


"Kau cemburu? Atau iri?" ejek Abigail.


"Dia punya hak, Jill! Bukankan dia juga ikut taruhan ini?" David membela sang adik dan itu semakin membuat Jill kesal.


"Taruhan ini tidak akan dimulai jika Gina belum datang," jawab Jill.


...


Keringat sudah memenuhi tubuh Royka, pria itu sedang mengolah kembali tubuhnya yang sudah hampir lebih dari satu minggu tidak mendapat peregangan.


Ternyata pekerjaan sebagai seorang pengawal tidak membuat dirinya banyak bergerak--itu menurut pemikiran pria tersebut.


Sejak ia datang ke Mexico, pekerjaannya hanya mengikuti gadis manja yang menurutnya sangat kekanakan dan Royka juga merasa tidak menyukai gadis itu sama sekali.


Bagi Royka, penampilan gadis itu memang seperti malaikat dengan wajah yang sangat cantik, tapi tingkahnya benar-benar mirip dengan iblis kecil yang sangat merepotkan.


Mengingat itu Royka melampiaskan kekesalannya pada bantalan di dinding dengan cara ditendang sekuat tenaga, kemudian ia memukul sandsack yang terdapat bayangan wajah Jill di sana.


...


"Aku yang akan melakukannya untuk pertama kali!" seru Gina sambil melihat ke arah sang pengawal yang masih sibuk dengan kegiatan olahraga.


"Aku tidak sabar menyentuh otot lengannya yang kekar itu," ujar Gina yang membuat Jill dan yang lainnya hanya tertawa.


"Aku serius!!" jelas Gina.


"Ya, berusahalah, Gina!!" Jill memberi semangat pada sang sahabat yang sudah datang sejak setengah jam yang lalu.


Setelah Gina datang, mereka segera melaksanakan rencana yang sudah diatur dan itu atas kesepakatan lima  orang tersebut.

__ADS_1


Dari kejauhan Jill dan yang lainnya melihat aksi Gina. Dia merasakan jantungnya berdetak cepat karena hal itu baru pertama kali terjadi pada para pengawal pribadinya.


Royka memang berbeda dengan yang lain. Jill mengakuinya, sebab itulah ia ingin meruntuhkan keteguhan seorang Royka yang bersikap seperti robot kaku.


Royka terlalu serius saat menjalankan tugas, itu menurut Jill. Padahal dengan keahlian bela diri yang cukup baik, dia bisa bersikap santai dan lebih bersahabat. Itu menurut Jill lagi.


...


Gina menghampiri Royka dan terlihat membuka percakapan dengan pria itu.


"Tuan Royka, apa kau tidak lelah terus berolahraga?" tanya Gina, ia berusaha mengalihkan perhatian pria itu dari kegiatan angkat beban.


Gina sangat terpesona melihat tubuh kekar Royka yang terbentuk sempurna. Pria itu tidak memiliki gumpalan lemak sedikit pun.


'Oh, dia seksi sekali!!'


Gina hanya bisa membatin karena pemandangan itu bisa membuatnya meleleh. Ingin sekali ia menyentuh permukaan dada yang terlihat berotot dan kencang.


"Apa Anda bisa mengajariku?" pinta Gina saat merasa waktu yang diberikan Jill semakin menipis.


Royka melirik sekilas dan hanya mengangguk dan itu membuat Gina kegirangan.


Terlihat Royka mengajari Gina pada salah satu alat kebugaran, tanpa ia sadari bahwa gadis itu tidak benar-benar menyimak apa yang ia katakan tentang panduan olah raga.


"Waktu Gina hampir habis, jika ia tidak berhasil maka ia gagal!" ucap Abigail.


Jill hanya melirik sekilas, ia melihat penampilan Abigail dengan baju olah raga yang cukup ketat dan terbuka. Rupanya dia memang sangat berminat untuk menggoda Royka. Walaupun hal itu ia juga lihat dari Gina dan Olympia.


Bicara tentang Olympia, jangan diragukan lagi kalau wanita itu adalah yang paling menggoda dari yang lainnya. Itu terbukti dari tatapan lapar para pengawal rumah.


Mungkin dia punya pesona seorang wanita dewasa yang penuh pengalaman, hal itu membuat Jill cemas karena Olympia punya peluang yang lebih besar untuk menggoda Royka.


Waktu Gina sudah habis dan dia tidak mendapat sebuah ciuman taruhan yang harus ia curi dari Royka karena ia hanya sibuk mengagumi pria itu.


Entahlah, apakah Royka terlalu kaku dan tidak peka. Atau ada hal lain yang  membuat pria itu tahan terhadap godaan, bahkan oleh kemolekan tubuh Olympia pun seperti tidak berpengaruh untuknya.


Jill melihat Olympia berjalan cepat meninggalkan Royka setelah tidak berhasil membuat pria itu tergoda padanya.


"Dia tidak normal, David kau yang urus!!" ucap Olympia sambil melewati Jill dan berjalan ke arah David.


Jill dan yang lainnya menatap tidak percaya pada Olympia yang terlihat kesal, mungkin itu adalah kali pertama ia ditolak seorang pria.


Mendengar ucapan Olympia dan melihat sikap Royka, hal itu mungkin saja terjadi. Sang pengawal sudah bertahun-tahun tinggal di penjara bersama tahanan lain dan hal itu bisa memicu sebuah penyimpangan pria itu tidak menyukai lawan jenis.


"Aku tidak ikut taruhan ini," tolak David, "aku tidak sudi karena aku pria normal."


"Pikirkan jumlah uangnya," ucap Abigail mengingatkan sang kakak bahwa uang taruhan mereka cukup besar.


"Bagaimana kalau Jill dulu, dia belum mencoba," kilah David.


"Hey, dia adalah kunci dari taruhan ini, maka dia harus mendapat giliran terakhir, kau paham itu?!" Olympia mendorong punggung David, mau tidak mau dia harus beraksi juga.


...


David berjalan mendekati Royka. Sementara pria itu hanya menatap tidak suka pada David.


"Sepertinya ada yang sedang kalian rencanakan?" tanya Royka pada pemuda tersebut.


David tidak mendengar ucapan Royka, pemuda itu hanya terus mendekat. Dia tidak peduli pada ucapan si pria dari penjara, yang ia pikirkan hanyalah memenangkan taruhan yang lumayan banyak.


Royka semakin tidak mengerti pada sikap pemuda itu yang bahkan seperti ingin menghimpitnya. "Sepertinya kau harus mendapat pelajaran!" geramnya.


Duk ...

__ADS_1


Seperti disambar petir dan dengan rasa nyeri yang cukup parah. David meraba hidung yang tulangnya seperti patah bahkan mengeluarkan darah.


"Arghh!!!" Pemuda itu berteriak karena kesakitan.


"Jika sekali lagi kau berani menyentuhku, maka jangan salahkan aku jika nanti tulang kaki dan tanganmu yang akan aku patahkan!"


Jill dan semua orang terkejut, mereka tentu melihat saat Royka membenturkan kepalanya pada hidung David.


'Ya Tuhan, apa yang terjadi?'


Jill merasa bahwa Royka adalah pria aneh yang tidak suka pada wanita atau pun pria. Dia merasa iba pada David yang terluka, pemuda itu terlihat kesakitan.


"Cepat bawa dia ke rumah sakit!" Jill berteriak pada Abigail yang juga terlihat syok akibat kejadian tersebut.


Gadis itu menatap sengit pada Royka yang juga sedang mengintimidasi semua orang. Satu kesimpulan bagi Jill bahwa pria itu tidak mudah untuk ditaklukan, bahkan untuk si seksi Olympia.


Royka berjalan mendekati Jill dan melemparkan handuk pada gadis itu, tentu saja hal itu juga membuat Jill menjadi kesal.


"Aku tahu ini ulahmu, sudah aku katakan untuk tidak berpikiran dangkal!" Royka menarik tangan Jill dan menekannya sedikit kuat.


"Lepaskan aku!!" Jill berontak dan itu sia-sia karena tenaganya tidak sebanding dengan Royka.


Gina dan yang lainnya menjadi panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Mereka juga takut jika Jill akan celaka karena kekasaran pengawalnya sendiri.


Jill mengangkat satu tangan seperti ingin memberi sebuah tamparan pada Royka, membuat suasana semakin tegang saja.


Greb ...


Cup ...


Baik semua orang bahkan Royka sendiri merasa terkejut. Bukan tamparan yang mendarat di pipi sang pengawal.


Ternyata tangan Jill meraih tengkuk Royka dan tidak lama setelah itu dia menyentuh bahkan memberi sedikit ******* di bibir di pria pengawal dengan bibirnya sendiri.


Semua orang ternganga bahkan David yang masih merasakan hidungnya berdenyut harus melihat pemandangan itu.


Tubuh Royka yang berotot sangat kontras dengan tubuh mungil Jill. Tentu terlihat seperti itu karena Jill juga merengkuh tubuh berkeringat pria itu. Tangan Jill melingkar di punggung pria itu.


Merasa ada yang salah, Royka segera menarik pinggang Jill dan menjauhkan tubuh gadis itu. "What the f*ck you doing?" geramnya.


"Just kissing you!" jawab Jill dengan senyum meremehkan.


Royka menatap tajam gadis itu, bibir manis Jill tidak mampu membuatnya terlena. Dia mengusap kasar bibirnya seolah menghilangkan sesuatu yang membuatnya jijik.


"Go to hell, B*cth!!" ucap Royka, kemudian ia memilih pergi meninggalkan tempat tersebut setelah terjadi ketegangan yang semakin parah.


Jill hanya tersenyum sambil menatap kepergian sang pengawal entah apa yang sedang dipikirkannya.


"Jill, kau tidak apa-apa? Kenapa kau buat semua jadi runyam?" Gina berbisik pada sang sahabat.


"Kurasa aku berubah pikiran, Gina! Aku tidak akan menyingkirkan dia, sebaliknya aku akan membuat dia tidak bisa lepas dariku," ucap Jill yang membuat Gina menatap tidak percaya.


"Aku akan menghancurkan kesombongannya itu, Gina." Jill kembali berkata.


Gadis itu menyadari sesuatu, bahwa sikap dingin Royka menjadi sebuah  tantangan baginya. Pria itu terlalu keras pada semua orang bahkan dirinya sendiri.


Lagipula ada satu hal yang membuat Jill memandang pria itu dari sudut pandang yang berbeda, entahlah hanya dia sendiri yang mengetahui hal itu.


TBC


Di sini Jill mulai mengibarkan bendera perang, ya!


Apakah dia akan berhasil? Atau dia sendiri yang akan terjebak?

__ADS_1


See u next chap & i love u all 🌺🌺🌺


__ADS_2