
"Aku masih ingin menikmati hari hari ku sendirian! dan aku ingin menikah dengan seseorang yang benar benar aku cintai! aku tidak ingin di jodohkan tolong kalian mengerti!" Ucap Allena geram karena tiba tiba saja ia di jodohkan dengan pria yang bahkan baru di temui Allena beberapa kali.
Rayhan pun memberikan alasan kenapa ia menolak perjodohan nya setelah Allena menyelesaikan kalimatnya.
"Benar Apa yang di katakan Allena! sedangkan kita juga baru bertemu beberapa kali bahkan bisa dihitung jari! Aku tidak mau mengambil keputusan tergesa - gesa tolong semuanya mengerti! biarkan kami memilih jalan hidup kami masing masing! aku ingin menjalani hidup tenang tanpa memikirkan percintaan terlebih dahulu!" Ucap Rayhan karena Rayhan pikir ia masih terlalu muda untuk memikirkan tentang percintaan apalagi tentang perjodohan dan pernikahan itu sungguh sangat jauh dari pikiran Rayhan.
Rayhan dan Allena saling berpandangan karena mereka merasa keputusan mereka tepat dengan menolak perjodohan yang dikatakan orang tua mereka. Orang tua mereka sekarang hanya duduk diam dan menjadi canggung tanpa mengatakan sepatah katapun. karena tidak ingin ada yang terjadi atau di jauhi oleh anak anaknya sehingga para orang tua memilih diam lalu mengalihkan pembicaraan. tak lama mereka berbincang datang Miranda pulang ke mansion Malvin.
"Halo Om Tante! Ah maaf sedang ada tamu ya!" Ucap Miranda sopan, Miranda melihat ke arah Mitha , Indra lalu terakhir ke arah Rayhan. "tampan" ungkap dalam hati Miranda. Miranda terpesona dengan ketampanan Rayhan. David dan Melva yang melihat kedatangan Miranda pun langsung memperkenalkannya pada Mitha dan Indra.
"Oh ya perkenalkan dia Miranda keponakan kami, Kau tahu Indra dia putri satu satunya Evan! Dia sudah tinggal bersama kami sejak dia dan Allena masih berumur 10 tahun!" Ucap David lalu menyuruh Miranda duduk di sisi Allena.
Miranda mengangguk dan duduk di sisi Allena dengan sedih menjaga jarak Dari Allena.
__ADS_1
"Ahh Aku tau! dia itu anak Evan yang adikmu dulu sering mengikutimu kemana- mana itukan David?" Tanya Indra sambil mencoba mengingat sosok Evan yang disebut David
"Iya benar Evan itu! Dia memang sangat dekat denganku!" Ucap David membuat semua orang mengangguk mengerti.
"Oh iya Miranda perkenalkan juga ini adalah keluarga Wijaya, Keluarga dengan perusahaan no 1 di Asia, Kau pernah membahasnya saat dulu di kantor dan inilah orang orangnya, yang di sebelah kanan itu nyonya Mitha Marta Wijaya dan di sebelahnya ada Indra Wijaya selaku pendiri perusahaan Wijaya dan di sebelah kiri itu ada Rayhan Putra Wijaya putra tunggal keluarga Wijaya yang sekarang memimpin perusahaan Wijaya menggantikan Indra!" Ucap David menjelaskan dan memperkenalkan keluarga Wijaya secara singkat pada Miranda. Allena hanya terdiam mendengarkan dan Rayhan pun melakukan hal yang sama karena menurut mereka tidak ada lagi hal yang bisa mereka lakukan.
Setelah berbincang sangat lama langit pun sudah mulai gelap dan mereka merasa nyaman dengan perbincangan mereka apalagi Indra dan David yang sudah lama tak bertemu, sungguh mereka terlihat seperti kawan lama yang tak bertemu selama berabad abad lamanya. sekarang di ruang tamu hanya terdiri Rayhan , Indra dan David yang sedang mengobrol sedangkan Allena , Mitha dan Melva memasak di dapur Begitupun Miranda yang mencoba membantu memasak di dapur namun ia hanya fokus pada Rayhan yang sedang duduk di ruang tamu bersama kedua orang tua.
Allena yang tidak sengaja melihat Miranda yang sedang memperhatikan Rayhan pun mengerti bahwa sekarang Miranda mungkin sudah menyukai Rayhan, Tidak tahu hal apa yang mengganggu Allena, Allena merasa kesal, mungkin Allena pikir Miranda selalu menyukai seseorang yang dekat dengan Allena. Terlihat sosok Rayhan yang meminta izin untuk keluar rumah begitu juga Miranda yang terlihat meminta izin untuk keluar membeli makanan padahal sudah terlihat jelas niat Miranda yaitu untuk mendekati Rayhan membuat Allena kesal.
Tinggi, tampan dan seorang anak konglomerat juga pemimpin perusahaan no satu Se- Asia! Sungguh pria idaman. Mungkin itulah yang dipikirkan Miranda saat ini. setelah memperhatikan Rayhan , Rayhan yang merasa ada yang memperhatikan sejak di dalam rumah ia pun menoleh dan bertanya pada Miranda.
"Bisakah kau hentikan tatapan itu! aku bukan tontonan yang bisa kau tatap seenak hati!Apa kau merasa aku seperti sebuah tontonan?" Tanya Rayhan kesal dengan wajah dingin memandang Miranda.
__ADS_1
Miranda yang di pandang seperti itupun merasa risih dan tidak enak namun apalah daya seorang Miranda. dia tidak memperdulikan itu, Miranda semakin tertarik dengan Rayhan dan benar benar mencoba mendekatinya. Miranda melangkahkan kakinya menuju Rayhan, Rayhan yang melihat itupun merasa seperti sedang berada di titik yang tidak menguntungkan. Rayhan mundur dan dengan siap ia melihat Miranda dengan kesal.
"Hentikan! Kau sungguh tidak punya kehormatan seorang wanita!" Ucap Rayhan saat Miranda benar benar sudah ada dihadapannya.
"Rayhan Putra Wijaya! Sungguh nama yang indah,mempunyai wajah yang rupawan harta yang melimpah dan pendidikan tinggi! hmm kamu mungkin akan jadi pasangan yang sempurna untukku!" Ucap miranda menggoda Rayhan. Hal itu membuat Rayhan tidak habis pikir dengan pikiran Miranda. bisa bisanya seorang wanita yang baru saja bertemu dengan seorang pria yang bahkan tidak ia kenali melakukan hal itu. Rayhan sekarang benar benar sudah berada di puncak emosi dan menahan kesal.
"Jika kau tidak menjauhkan tangan mu dariku aku akan mematahkan tanganmu itu!" Ungkap Rayhan saat melihat tangan Miranda yang sudah lihai akan menyentuh wajahnya. dengan cepat Miranda menarik tangannya dan tersenyum.
"Menarik! Aku tidak pernah di tolak oleh siapapun, Aku pastikan kamu akan menjadi milikku!" Ucap Miranda membuat Rayhan benar benar tak habis pikir.
Rayhan segera meninggalkan Miranda dan masuk ke mansion Malvin karena menurut ia lebih aman di dalam rumah dari pada di luar diganggu oleh wanita siluman rubah yang tak tahu malu pikir Rayhan.
Miranda tersenyum melihat kepergian Rayhan dan sudah membulatkan niatnya untuk mendekati Rayhan dan menjadikan Rayhan kekasihnya. jika Rayhan menjadi kekasihnya sekarang Miranda tidak memerlukan Adrian lagi sebab Allena sudah menjauh dari Adrian. Tujuan Miranda mendekati Adrian yaitu karena ingin menghancurkan kepercayaan diri Allena dan karena Adrian cukup tampan, namun berbeda dengan saat ini ada yang lebih tampan dan berkuasa maka Miranda memutuskan untuk mengejar Rayhan sampai Rayhan memilih Miranda.
__ADS_1
Miranda berjalan memasuki rumah tanpa membawa makanan apapun dan berkata jika barang yang ingin ia beli tidak ada.