
Hari baik Allena dan Rayhan pun akhirnya tiba yaitu hari pernikahan mereka. Hari dimana mereka akan membuka halaman baru dan juga pengalaman baru. Allena yang sedang menghias dirinya dan Rayhan yang sudah tiba di kediaman Wijaya sedan berdiskusi dengan kedua orang tuanya dan bersiap siap untuk pergi ke tempat resepsi pernikahan mereka.
Allena pun sudah siap dengan tubuh yang berbalutkan gaun putih desain milik Cindy dan juga buatan perusahaan YALL. Saat ini Allena di temani oleh Cindy dan juga Yao. Hampir setengah jam lagi acara pernikahan akan segera di laksanakan. Allena pun menghubungi Rayhan untuk bertanya sudah sampai mana.
"Halo Ray, Sudah sampai mana?" Tanya Allena di telepon. Rayhan yang hendak menjawab tiba tiba ponselnya di rebut oleh Mitha.
"Halo Allena sayang! tunggu kami ya, mungkin kami akan sedikit terlambat karena sangat padat kendaraannya disini!" Ucap Mitha membuat Allena tersenyum dan meminta untuk hati hati di jalan.
Allena yang khawatir terjadi sesuatu pada Rayhan dan keluarga yang sedang ada di perjalanan mulai merasa sedikit lebih lega, namun entah kenapa hati nya sejak pagi tidak karuan.
"Allena kamu sudah siap sayang?" Tanya Melva sang ibu. Allena melirik ibunya dan tersenyum.
"Sudah Ma, aku sudah siap! Tapi di mana papa?" Tanya Allena pada Melva. Melva pun menjawab bahwa papa Allena sedang mengobrol dengan seorang kenalan.
Allena dan Melva mengobrol sambil menunggu kedatangan Rayhan dan keluarga. Saat Allena sedang asyik mengobrol dengan Melva dan sudah hampir melupakan rasa khawatirnya tiba tiba terdengar suara keributan di luar pintu kamar tempat Allena mengobrol. Allena memandangi ibunya begitu juga ibunya yang memandanginya khawatir pernikahan antara Allena dan Rayhan akan gagal.
Brukk
Tiba tiba pintu yang sedang di perhatikan oleh Allena dan Melva terbuka dan datang lah ayahnya yang sudah babak belur lalu menyuruh Allena dan Melva segera pergi.
__ADS_1
"Alle, Melva tolong kalian pergi secepatnya! terjadi keributan di luar, Kita di serang oleh sekelompok orang tak di kenal! selamatkan diri kalian!" Ucap David Malvin ayah Allena membuat Allena bangkit dari tempat duduknya dan hendak menghampiri sang ayah karena khawatir melihat sang ayah yang sudah babak belur dan suka hampir kehabisan nafas.
Baru hendak berlari menuju sang ayah, tiba tiba terdengar suara tembakan yang membuat Allena menghentikan langkahnya dan melihat sang ayah yang langsung terjatuh setelahnya. Ya benar sebuah peluru pistol menembus tubuh ayahnya sehingga membuat sang ayah yang sudah tidak berdaya kehabisan nafas dan tersungkur ke lantai.
Allena yang melihatnya bersama Melva langsung meneteskan air mata tanpa di minta. Melva sudah terduduk lesu di lantai melihat pemandangan itu. tiba tiba terdengar suara sepasang sepatu yang mendekat membuat wajah Melva memerah karena marah melihat sang suami yang sudah tak berdaya karena hal itu. Melva dan Allena melihat ke sumber suara dan langsung kaget.
"Halo Allena dan Tante Melva sayang? Bagaimana kabar kalian? ah om David dimana sekarang? eh siapa ini?" Ungkap wanita yang sudah melayangkan satu peluru pada David sambil menggoyangkan tubuh David dengan kakinya. Miranda, Ya dia adalah Miranda anak yang pernah diasuh oleh Miranda dan juga David.
"Ups..apakah sekarang om David sudah miskin sehingga tiduran di lantai?" Ungkap nya lagi membuat Melva geram dan menghampiri Miranda. Melva yang sudah naik pitam karena melihat suaminya yang sudah tak berdaya dan hendak melayangkan satu tamparan pada Miranda.
Miranda menahan tangan Melva dan tersenyum sinis.
"Apa yang kau lakukan! lepaskan tangan ibuku!" Ucap Allena yang sudah di banjiri air mata dan dengan wajah yang sudah memerah karena marah.
Miranda melepaskan tangan Melva namun tiba tiba tangan sebelah kanan yang sudah setia memegang sebuah pistol itu mengarahkan pistolnya ke kepala Melva membuat Melva melotot pada Miranda karena terkejut dengan apa yang dilakukan Miranda, begitupun Allena.
"Turunkan pistol mu sekarang Miranda! Jika kamu melukai ibuku! Aku akan membunuhmu!"Ucap Allena.
Miranda hanya tertawa membuat ruangan itu bergema karena tawa Miranda. Miranda menghampiri Allena dan menghapus jarak antara mereka sambil menyuruh Melva bergerak melangkah kedepan tepat ke hadapan Allena.
__ADS_1
"Aku tidak akan melukai ibumu jika kamu melepaskan Rayhan dan memberikannya padaku! Pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah ada niat untuk kembali kesini dan juga kembali ke sisi Rayhan!" Ucap miranda dengan nada mengancam namun saat itu tiba tiba semua yang ada di ruangan itu tidak bergerak kecuali Allena.
Yao memasuki ruangan itu dan menghampiri Allena.
"Allena aku hanya bisa menghentikan waktu sekitar setengah jam jadi sebisa mungkin kamu bawa ayahmu ke rumah sakit dan juga ibumu keluar dari tempat ini! Aku sudah membatu ayahmu untuk tetap hidup namun itu tidak akan bertahan lama pergilah sekarang!" Ucap Yao tiba tiba membuat Allena terharu dan berterimakasih pada Yao lalu menarik sang ibu ke mobil miliknya sedangkan sang ayah di pindahkan oleh Yao ke dalam mobil.
Setelah sampai ke mobil, Yao mengatakan sesuatu pada Allena.
"Cepatlah pergi dari sini Alle! Rayhan dan kedua orang tuanya pun sedang dalam bahaya! Adrian sudah melakukan sesuatu pada mobil milik mereka! Aku akan membantumu ke tempat mereka berada dan membawa mereka semua ke rumah sakit yang ramai!" Ucap Yao membuat Allena semakin geram.
"Terimakasih Yao tolong beritahukan aku jalannya!" Ucap Allena membuat Yao menyetujuinya. Allena melajukan mobil dan hanya butuh 10 menit Allena sudah sampai di tempat Rayhan terhenti dan disana ada disebuah jalan raya yang sepi.
Yao membuka paksa pintu mobil keluarga Wijaya dengan kekuatannya dan Allena pun memindahkan semua orang yang ada di mobil ke mobil miliknya. Lalu Allena mulai melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
Setelah sampai rumah sakit tepatnya depan gedung rumah sakit waktu yang di hentikan oleh Yao kembali normal membuat semua orang mulai bergerak.
Melva, Rayhan serta sopir dan kedua orang tua Rayhan bingung juga terkejut kenapa mereka bisa bersama dengan Allena dalam sebuah mobil dan juga di depan rumah sakit jelas jelas Rayhan dan keluarga sedang menuju tempat resepsi pernikahan.
"Allena apa yang terjadi? bukankah tadi.." Tanya Melva sambil memegang kepalanya dan tak terjadi apapun. Melva melirik ke kursi penumpang yang ada di belakang, disana terlihat sang suami yang sudah di penuhi darah dan juga keluarga Wijaya.
__ADS_1
"Ma tenangkan dirimu! aku akan menceritakannya nanti!" ucap Allena.