
Setelah semua rekan kerja pulang Allena pun mentraktir Alex dan Cindy untuk merayakan keberhasilan mereka. Di tengah tengah Acaranya Mitha menelpon Allena dan mengajak Allena untuk menemani Mitha berbelanja. Allena pun menyetujui permintaan Mitha dan langsung meminta izin pada Alex dan Cindy untuk pergi duluan.
Selama di perjalanan menuju kediaman Mitha, Allena memutar musik kesukaannya yaitu lagu milik Girl group Korea yang terkenal Black pink. Sesampainya di depan gerbang milik kediaman Wijaya disana sudah ada Mitha yang sedang berdiri menunggu Allena. Allena membuka kaca mobil yang berada disampingnya dan menyapa Mitha lalu meminta Mitha untuk segera masuk ke dalam mobil. Mitha pun dengan sumringah memasuki mobil tepat di kursi penumpang samping Allena.
Mereka pun menghabiskan waktu bersama tanpa memperhatikan jam. setelah merasa puas Allena melirik ke jam tangan miliknya disana sudah tertera pukul 10.30 malam, Allena terkejut betapa senangnya ia sampai melupakan waktu. Allena pun memberitahukan Mitha bahwa sudah larut dan mengajak Mitha pulang, Merekapun akhirnya pulang ke kediaman wijaya, Mitha yang merasa khawatir meminta Allena untuk menginap semalam di kediamannya. Awalnya Allena menolak namun pada akhirnya dia pun setuju karena terus terusan di bujuk oleh Mitha.
Allena pun memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil milik Rayhan. Ia pun masuk ke rumah bersama dengan Mitha dan baru melangkah masuk beberapa langkah mata Allena bertemu dengan Mata Rayhan yang sedang duduk menunggu ibunya pulang.
"Ma, Baru pulang? sudah malam! pergilah istirahat papa sudah istirahat terlebih dahulu!" Ucap Rayhan lalu tersenyum pada Allena.
"Bilang saja kau mengusir mama agar bisa berduaan dengan Allena!" Ucap Mitha terkekeh lalu berpamitan dengan Allena dan menitipkannya pada Rayhan.
"Antar Allena ke kamar tamu dengan kamar mu nanti Ray, dia akan menginap malam ini! selamat malam Allena sayang!" Ucap Mitha lalu pergi.
Rayhan hanya menganggukkan perintah ibunya lalu menanyakan Allena.
"emm kamu sudah makan?" Tanya Rayhan pada Allena canggung.
Allena melirik Rayhan dan terkekeh dengan apa yang ditanyakan Rayhan Karena jika melihat jam sekarang bukan saat nya untuk menanyakan sudah makan atau belum. Allena pun menjawabnya sambil masih setia dengan senyumannya.
"Aku sudah makan tadi bersama Tante Mitha!" Ucap Allena Tanpa ada niat untuk menanyakan pertanyaan yang sama pada Rayhan. Rayhan pun meraih remote televisi karena bingung harus mengatakan apalagi.
__ADS_1
Mereka pun hanya menghabis kan malam dengan sunyi tanpa mengatakan satu patah katapun, Lalu Allena menguap karena sudah mulai mengantuk , jam pun sudah menunjukan pukul 01.00 Rayhan yang melihat Allena pun segera beranjak dan mengajak Allena untuk pergi ke kamar yang akan di tempati oleh Allena.
"Ekhem.. Allena ayo aku antar kamu ke kamar!" Ucap Rayhan sambil mengulurkan tangannya dan mengajak Allena untuk segera berdiri. Allena pun meletakkan tangannya tepat diatas tangan Rayhan dan pergi bersama.
Setiba nya di depan sebuah pintu yang berwarna coklat tua itu Rayhan mengatakan sesuatu,
"Ini kamar mu dan jika kamu butuh sesuatu tepat di samping kamarmu yang sebelah sana itu adalah kamar ku kamu bisa mendatangiku! Selamat malam Allena, Semoga bermimpi indah!" Ucap Rayhan sambil menunjukan kamar miliknya yang tak jauh dari kamar Allena, Allena pun tersenyum pada Rayhan dan membuka pintu kamar tersebut.
"Terimakasih Ray, Kamu juga pergilah tidur semoga mimpi mu indah!" Ucap Allena dan masih tetap tersenyum lalu Allena hendak memasuki kamar nya namun Rayhan segera menahan tangan Allena,
"hmm maafkan aku, emm bisakah aku berbicara dengan mu besok! ada yang ingin aku katakan, dan apakah aku boleh memelukmu?" Tanya Rayhan pada Allena sambil memperlihatkan wajah yang memelas membuat Allena terkekeh.
"Hey jangan diteruskan, lain kali akupun tidak akan meminta izin jika kamu tidak keberatan!" Ucap Rayhan lalu merangkul Allena dan mengecup rambut Allena membuat Allena membalas pelukan Rayhan.
Nyaman dan hangat itulah yang dipikirkan Allena, Allena pun menatap keatas karena Rayhan lebih tinggi dari Allena, Rayhan pun menatap Allena dalam posisi berpelukan.
"Apakah sudah Ray? aku benar benar mengantuk!" Ucap Allena dan menenggelamkan kepala nya pada dada bidang milik Rayhan membuat Rayhan terkekeh dan membiarkan Allena segera pergi memasuki kamar miliknya.
"Baiklah sayang silahkan masuk dan menikmati malam mu! aku tidak akan mengganggu lagi!" Ucap Rayhan membuat Allena terkekeh dan melepaskan pelukannya lalu segera memasuki kamar karena takut Rayhan akan menarik lengannya lagi. Rayhan yang melihat perilaku Allena pun terkekeh dan gemas dengan apa yang dilakukan Allena. Rayhan pun segera berjalan menuju kamar milik nya dengan senyuman yang merekah dibibir nya.
"Sungguh aku benar benar jatuh cinta!" Ucap Rayhan pada diri sendiri sambil memegang dadanya yang sudah berdegup kencang sejak ia menarik lengan Allena. Dan di tempat lain yaitu dikamar Allena pun berpikiran yang sama.
__ADS_1
Allena meletakan tangannya di dada tepat di belakang pintu sambil bersandar dan mengucapkan hal yang sama dengan Rayhan.
"Sungguh aku benar benar sudah jatuh cinta terlalu jauh!" Ucap Allena lalu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Allena pun segera berlari kecil menuju kasur dan merebahkan badannya sambil tersenyum sendiri memikirkan kenangan kenangan yang sudah dibuat bersama dengan Rayhan beberapa hari kebelakang ini.
Allena pun segera menutup matanya masih dengan bibir yang melengkung setia tersenyum membayangkan sosok Rayhan yang memeluknya dan ia pun pergi ke alam mimpinya.
......................
Pagi pun tiba Allena bangun dari tidurnya tanpa ada yang membangunkan, ia pun segera memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya lalu memakai pakaian yang Allena dan Mitha beli kemarin. Ia pun bergegas membereskan pakaian bekasnya dan pergi menuju garasi tempat mobil Allena terparkir, ia pun menyimpan bajunya dan disana sudah terlihat Rayhan yang sedang menyiram bunga di taman kecil depan rumah Wijaya.
"Ah kau sudah bangun Ale?" Tanya Rayhan yang merasakan keberadaan seseorang di belakangnya, Allena pun menghampiri Rayhan setelah meletakkan pakaian bekasnya.
"Selamat pagi Ray, kenapa kamu tidak membangunkan ku? oh apakah kamu tidak berangkat bekerja?" Tanya Allena pada Rayhan yang masih mengenakan kaos dan celana pendek.
"Selamat pagi juga Alle, aku akan bekerja namun nanti saja siang setelah berbincang denganmu! aku kan sudah bilang ada yang ingin kukatakan!" Ucap Rayhan membuat Allena mengangguk.
...----------------...
Hallo teman teman mohon maaf beberapa hari/Minggu kemarin ga up soalnya bener bener lagi ada something problem, dan inshaallah sekarang bisa up lagi meskipun ga bakalan setiap hari.. makasih yang udah mampir dan salam kenal buat para pembaca yang baru mampir.. kalo kalian suka ceritanya mohon dukungannya dan kalian juga bisa masuk grup chat untuk berbincang dan memberi masukan untuk ceritanya ya.. terimakasih banyak untuk pengertiannya🤗
__ADS_1