
Setelah kejadian Adrian dan Miranda, Rayhan sudah memantapkan hatinya untuk tetap bersama dan mencintai Allena seorang. Dan setelah kejadian itu Rayhan merasa tenang karena tidak ada kejadian yang tak terduga lagi seperti Miranda yang berbuat masalah atau Adrian yang mendatangi Allena.
Saat akhir pekan tiba Rayhan memutuskan untuk pergi bersama dengan Allena,
"Jika kamu punya waktu bisakah kita pergi hari keluar hari ini? karena dua hari lagi aku akan berangkat ke kota Y dan kamu akan sibuk dengan acara Variety show itu.." Ucap Rayhan di panggilan telepon dengan Allena.
Allena menyetujuinya karena ia merasa bahwa dirinya butuh sebuah hiburan dan menenangkan pikirannya karena sudah satu Minggu ia berkutat dengan pekerjaan tanpa memiliki waktu istirahat dengan baik.
"Baiklah Ray, Kamu bisa kirimkan alamatnya nanti aku akan datang bersama Yao!" Ucap Allena pada Rayhan.
"Tidak, Nanti aku akan menjemputmu, beritahu saja jika kamu sudah luang dan sudah siap untuk pergi!" Ucap Rayhan membuat Allena tersentuh.
"Baiklah Ray sampai bertemu besok!" Ucap Allena pada Rayhan, Rayhan menutup panggilan telepon itu lalu berniat untuk pergi tidur begitu juga dengan Allena yang sudah siap untuk segera memasuki alam mimpinya.
Rayhan berniat untuk memastikan hubungan mereka kembali di pertemuan ini, Karena desakan dari kedua orang tuanya juga yang sudah menyuruh Rayhan segera menikah dengan Allena membuat Rayhan terbebani karena Rayhan dan Allena baru saja mulai berhubungan baik dan menjalin hubungan belakangan ini. Namun Rayhan juga tidak bisa mengabaikan itu karena ia pikir apa yang di katakan orang tuanya benar , ia juga sekarang sudah mulai terganggu pikirannya dengan Allena setiap saat sehingga ingin selalu bersama dengan Allena.
Setelah berpikir tentang apa yang akan di lakukan besok Rayhan pun mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas begitu juga dengan Allena yang sudah pergi ke alam mimpi terlebih dahulu.
......................
__ADS_1
Akhir pekan, Hari dimana Rayhan dan Allena membuat janji untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Allena sudah siap dengan setelan olahraganya yang serba putih lengkap dengan topi yang sudah terpasang rapih, Begitu juga dengan Rayhan yang sudah bersiap dengan pakaian olahraga berwana hitamnya.
Allena memberitahukan bahwa dirinya sudah siap pergi, mendengar hal itu Rayhan tanpa pikir panjang langsung menuju apartemen Allena untuk menjemputnya. Awalnya Rayhan ingin mengajak Allena untuk ke restoran atau tempat lain namun Allena menyarankan untuk berjalan jalan di taman kota saja sambil lari pagi.
Allena duduk di sofa ruang tamu rumahnya bersama dengan Yao sambil menunggu Rayhan tiba,
"Jadi kau benar benar bersama dengan anak laki laki itu Alle?" Tanya Yao pada Allena.
"Benar Yao aku benar benar menyukainya sekarang, sepertinya aku tidak akan bisa hidup tanpa dia!" Ucap Allena membuat Yao merinding.
"Hey! memangnya Rayhan itu jantung mu apa? jika kau tidak memiliki jantung baru kau tidak bisa hidup! dasar manusia ada ada saja!" Ucap Yao sambil menggerak gerakan ekornya.
"Huft.. Kenapa kebiasaan mu mencintai seseorang tak pernah berubah Allena! bagaimana jika kamu sakit hati lagi nantinya!" Ucap Yao membuat Allena cemberut tidak suka dengan apa yang dikatakan Yao.
"Bukankah kamu bilang Rayhan orang yang baik? lalu apakah aku salah jika aku benar benar mencintainya dan menganggapnya orang yang baik padaku? Tolong jangan katakan aku akan kecewa lagi! jika itu terjadi sepertinya aku tidak ingin memiliki siapapun lagi!" Ucap Allena membuat Yao menghela napas pasrah.
"Dia memang baik saat ini tapi kan kita tidak tahu kedepannya akan bagaimana karena pikiran manusia selalu berubah ubah!" Ucap Yao lalu melompat ke pelukan Allena.
"Ayo pergi! Rayhan sudah ada di depan rumah!" Ucap Yao menambah perkataannya.
__ADS_1
"Bahkan aku tidak mendengar suara mobilnya!" Ucap Allena lalu beranjak dari duduknya dan keluar apartemennya dengan menggendong Yao.
Saat membuka pintu benar saya disana sudah ada Rayhan yang hendak mengetuk pintu membuat Allena dan Rayhan saling menatap lalu terkekeh keduanya.
"Baiklah ayo kita pergi! Aku sudah lama tidak melihat kucingmu! dia semakin gemuk saja setiap harinya ya!" Ucap Rayhan membuat Yao kaget dan mengerang.
"Apa apaan manusia ini! siapa yang dia bilang gemuk?" Ucap Yao yang hanya bisa di dengar oleh Allena. Allena hanya tertawa kecil lalu menjawab pertanyaan Rayhan.
"Dia makan dengan baik akhir akhir ini!" Ucap Allena sambil terkekeh melihat wajah Yao yang sudah tidak karuan karena kesal.
Setibanya di taman mereka mulai berlarian kecil di ikuti oleh Yao di belakang mereka, Setelah berkeliling taman kota satu putaran merekapun duduk di sebuah bangku yang sudah di sediakan disana dan meminum minuman yang sudah ia beli di perjalanan. Yao yang lelah langsung tiduran dengan nyaman diatas pangkuan Allena membuat Allena mengelus bulu halusnya dan tersenyum karena merasa Yao sangat menggemaskan.
"Apakah kucing ini pemalas? sepertinya dia hanya tahu tidur dan bermalas malasan di pangkuan mu!" Ucap Rayhan membuat Yao tambah kesal sedangkan Allena hanya tertawa mendengar itu membuat Rayhan seketika terpesona dengan tawa Allena.
Rayhan pun mulai memandangi area sekitar taman dan menghela nafas menandakan ia akan memulai percakapan. Allena memandang sekilas kearah Rayhan dan mengangkat sebelah alis nya karena bingung dengan maksud helaan nafas Rayhan yang tiba tiba. Rayhan meletakkan botol air di sebelah kanan tubuhnya dan memandang Allena lalu mulai mengatakan apa yang ingin dia katakan.
"Alle, Aku ingin mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan status hubungan kita! Kamu juga tahu kan bagaimana dengan orang tua kita yang selalu mendesak kita akhir akhir ini, aku yakin kamu juga terganggu akan hal itu, sebenarnya aku ingin meluruskan hubungan kita dan membawanya ke tahap yang lebih serius lagi jika kamu tidak keberatan!" Ucap Rayhan membuat Allena tiba tiba membulatkan matanya karena kaget, Allena tidak menyangka bahwa Rayhan akan membicarakan masalah hubungannya secepat ini.
"Sebenarnya apa yang kamu katakan benar! papa dan mamaku juga sama sudah bertanya kapan kita akan mulai serius dengan hubungan kita, namun saat ini aku belum bisa karena kamu tahu sendiri keadaan perusahaan ku sekarang belum bisa aku tinggal begitu saja! bukannya aku tidak ingin tapi tolong berikan aku waktu sampai perusahaan YALL bisa berdiri tanpa membuat diriku khawatir." Ungkap Allena membuat Rayhan mengerti apa yang dia maksudkan.
__ADS_1