
"Sebenarnya apa yang kamu katakan benar! papa dan mamaku juga sama sudah bertanya kapan kita akan mulai serius dengan hubungan kita, namun saat ini aku belum bisa karena kamu tahu sendiri keadaan perusahaan ku sekarang, belum bisa aku tinggal begitu saja! bukannya aku tidak ingin tapi tolong berikan aku waktu sampai perusahaan YALL bisa berdiri tanpa membuat diriku khawatir." Ungkap Allena membuat Rayhan mengerti apa yang dia maksudkan.
"Baiklah Alle, tapi jika kamu sudah siap tolong beritahukan aku kapanpun itu, dan jika tidak keberatan bisa kah kita melangsungkan acara pertunangan terlebih dahulu? agar kedua belah pihak pun merasa nyaman, tapi aku tidak memaksa sungguh! aku mengatakannya karena aku butuh kepastian juga, aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayang." Ucap Rayhan membuat Allena terharu.
"Baiklah Ray mari kita lakukan itu, Bisakah kita melakukannya saat kamu pulang dari kota Y dan aku selesai dengan urusan periklanan saat ini?" Ucap Allena, Rayhan tidak menyangka Allena akan menjawab dengan setuju bahkan memberi masukan untuk kapan dilaksanakan pertunangannya.
Rayhan sangat merasa senang sampai sampai ia dengan spontan memeluk Allena, Allena pun membalas pelukan Rayhan. Allena bahagia bisa menemukan bertemu dengan Rayhan yang sekarang menyayanginya jika di ingat lagi dulu Allena dan Rayhan pertama kali bertemu yaitu saat berada di restoran dengan tubuh Allena yang masih menjadi bahan cemoohan orang begitu pun dengan Rayhan yang sempat tidak suka dengan Allena namun berkat Mitha ibunya Rayhan, sekarang Allena dan Rayhan bisa dekat bahkan akan memulai hidup bersama.
Awal bertemu tidak pernah ada pikiran akan menjadi dekat bahkan sampai ke jenjang yang serius, Allena tidak tahu sekarang ia merasa beruntung atau tidak namun sekarang Allena cukup bahagia dengan adanya Rayhan yang selalu mendukung dan juga menemaninya. Berkat Rayhan juga sekarang Allena bisa menjauh dari Adrian meskipun belakangan Adrian tetap mengirimkan beberapa hadiah kecil yang membuat Allena risih sehingga Allena tidak pernah membicarakannya dengan Rayhan, begitu juga dengan Rayhan yang setiap kali di teror dengan pesan dari Miranda yang menggunakan akun juga nomer ponsel baru membuat Rayhan kesal namun tak mau membicarakannya dengan Allena karena takut Allena akan cemburu.
Allena dan Rayhan memang memiliki rahasia masing masing yang membuat mereka belum sanggup untuk menceritakannya namun hubungan mereka makin lama kian membaik dan seperti hubungan sepasang kekasih lainnya.
__ADS_1
Di sela sela pelukan Allena membayangkan semua kejadian di masa lalu dari awal pertemuan Allena dengan Rayhan begitu juga dengan Rayhan yang memikirkan hal sama seperti Allena. Mereka seperti terhubung satu sama lain dan tersenyum setelahnya sambil saling menatap dan mendekatkan wajah satu sama lain membuat jarak mereka hanya sekitar 5cm saja dan saat hendak menghapus jarak tersebut tiba tiba angin bertiup kencang membuat keduanya spontan menjauh dan tak lama dari situ hujan pun turun membuat mereka meneduh di bawah pohon besar yang ada ditangan itu.
Mereka saling memandang lalu tertawa dan memalingkan wajah masing masing karena merasa malu dengan apa yang mereka pikirkan sebelum hujan datang menerpa mereka. Rayhan menggenggam tangan Allena sambil menikmati hujan tak ada yang menggunakan jaket saat itu sehingga keduanya merasa kedinginan. Rayhan mulai membuka suara.
"Ah maafkan aku, Aku tidak membawa jaket jadi tidak bisa memakaikannya padamu! Kita sepertinya tidak memiliki kenangan yang romantis di bawah hujan seperti dalam drama romansa ya!" Ucap Rayhan sambil terkekeh membuat Allena pun tertawa. Tak tahu kenapa Allena merasa yang diucapkan Rayhan sangat lucu sehingga membuat Allena tertawa dan menutup mulutnya untuk menghentikan tawa membuat Rayhan tersipu.
"Ya jika ini sebuah drama romansa mungkin kita tidak akan berakhir kedinginan dan memandangi hujan menunggu kapan hujan akan berhenti!" Ucap Allena. Membuat Rayhan tiba tiba mengeratkan genggamannya dan menatap Allena. Allena mengangkat alisnya yang menandakan ia bertanya kenapa?.
"Bagaimana jika kita membuat hal romantis disini agar seperti drama Korea yang berciuman di bawah hujan atau seperti film Hindia yang berlarian di bawah hujan? kamu pilih yang mana?" Tanya Rayhan membuat Allena menatap Rayhan yang terlihat serius lalu tertawa karena betapa menggemaskannya Rayhan saat itu. Dengan tatapan yang serius menanyakan hal yang seperti mustahil di lakukan oleh mereka yang bahkan tidak bisa memperlihatkan hal romantis seperti pasangan lainnya.
"Emm sepertinya kita akan terlihat seperti orang bodoh jika melakukan hal itu!" Ucap Rayhan dengan sedikit senyuman yang menyiratkan malu.
__ADS_1
"Aku tidak tahu jika seorang Rayhan Putra Wijaya adalah orang yang menggemaskan! padahal dulu kau hanya seorang pria pemarah yang sangat benci hal lain selain bekerja! ah kau juga orang yang dingin dan sombong! itu yang aku dengar dari orang orang, tapi kenapa kau seperti ini?" Tanya Allena dengan ketawa yang masih setia di bibirnya membuat Rayhan menatap tajam ke arah Allena, Allena yang tiba tiba di tatap tajam oleh Rayhan sontak menutup mulut dan terdiam karena Allena pikir ia bersalah karena mengucapkan hal tersebut.
"Maafkan aku! jika aku berkata salah!" Ucap Allena dengan wajah memelas karena takut Rayhan akan memarahinya bahkan memukulnya pikir Allena.
Setelah sekian detik berselang, Rayhan yang melihat Allena yang sudah memasang wajah cemas dan sedih membuat Rayhan terbahak tak henti karena merasa berhasil mengerjai Allena.
"Sungguh kamu akan menangis Alle? hanya karena aku menatapmu seperti itu? ah sudahlah, aku tidak akan bermain main lagi! aku memang seperti itu di kantor dan pada orang lain aku hanya akan bersikap seperti ini dihadapan kamu dan dihadapan mama!" Ucap Rayhan lalu menenangkan Allena yang sudah meneteskan air mata karena kaget sudah di permainkan oleh Rayhan.
"Sudah sudah jangan menangis!" Ucap Rayhan memeluk Allena dan mengelus puncak kepalanya.
"Kamu menyebalkan Ray!" Ucap Allena memukul punggung Rayhan yang sedang memeluk dirinya. Rayhan bukan merasakan kesakitan malah merasa geli dengan pukulan Allena yang pelan dan membuat Rayhan memeluk Allena semakin erat.
__ADS_1
Setelah Allena merasa tenang mereka pun bersandar ke pohon yang ada di belakang mereka, tak lama dari situ hujan kian berhenti membuat mereka bersyukur dan segera beranjak pulang ke kediaman Allena.
Setibanya di kediaman Allena mereka pun membersihkan diri dan berganti pakaian, Rayhan menggunakan baju yang setia berada di dalam mobil nya dan saat tiba di rumah Allena tiba tiba hujan kembali deras membuat mereka menikmati siang mereka yang gelap dengan dua gelas coklat panas dan juga cemilan yang di temani acara televisi di akhir pekan.