Si Buruk Rupa Pengubah Takdir

Si Buruk Rupa Pengubah Takdir
Akhir pekan bersamamu


__ADS_3

Setibanya di kediaman Allena, mereka pun membersihkan diri dan berganti pakaian. Rayhan menggunakan baju yang selalu ia siapkan di dalam mobil nya sebagai pakaiannya cadangan dan saat tiba di rumah Allena tiba tiba hujan kembali deras membuat mereka harus menikmati siang mereka yang gelap.


"Sepertinya aku tidak bisa pulang sekarang jika melihat cuaca siang ini!" Ucap Rayhan melihat ke arah jendela yang menampilkan keadaan di luar rumah.


Allena menghampiri Rayhan yang sudah selesai berganti pakaian membawa 2 gelas coklat panas dan juga camilan. Lalu merespon ucapan Rayhan.


"Sudahlah kamu bisa tinggal di sini lebih lama Ray, sebaiknya kita menikmati hari ini dengan ini semua!" Ucap Allena sambil menunjukan minuman dan makanan yang ia bawa membuat Rayhan tersenyum lalu bertanya.


"Apakah kamu membuat nya sendiri?" Tanya Rayhan pada Allena sambil menerima coklat panas yang sudah Allena berikan.


"Tentu saja! memangnya ada orang lain lagi disini?" Tanya Allena membuat Rayhan terkekeh dan diem.


Yao datang dari dalam kamar Allena dan bergabung dengan Ray dan Alle di sofa ruang tamu sambil menonton televisi. Yao tiba tiba mengirimkan suara lewat pikiran Allena.


"Sepertinya dia orang baik!" Ucap Yao langsung membuat Allena spontan melirik ke arah Rayhan lalu ke arah Yao dan menjawab.


"Tentu saja dia baik!" Ucap Allena. Setelah itu mereka tak bersuara membuat ruangan itu sunyi tak ada yang berbicara satupun mereka hanya fokus dengan film yang di tampilkan di layar televisi dan juga camilan di atas meja.

__ADS_1


Cuaca mulai cerah kembali membuat Allena bahagia, Allena melirik ke arah Rayhan yang dah bersuara sejak tadi. Terlihat Rayhan yang tertidur lelap karena lelah. Ya, Tentu saja Rayhan merupakan seorang pria yang bekerja keras dan bisa di sebut workholic juga karena ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya kecuali saat sedang bersama dengan Allena. Allena tanpa sadar menyentuk rambut Rayhan dan merapihkan nya membuat Rayhan melakukan pergerakan kecil dalam tidurnya lalu Allena terkekeh melihat Rayhan yang menggemaskan. Tak lama Allena memandangi Rayhan tiba tiba bel rumah Allena berbunyi menandakan ada seseorang datang. Allena beranjak dari duduknya dan pergi ke asal suara itu lalu membukakan pintu, Rayhan yang sedang tertidur pun terbangun karena mendengar suara bel rumah yang berbunyi dan memperhatikan Allena yang membukakan pintu rumah.


Saat pintu rumah terbuka di sana sudah terlihat seorang pria pengirim paket, Allena menerimanya. Disana terlihat Alex yang mengirimkan paket tersebut sehingga Allena berpikir itu dokumen atau sesuatu yang memang penting sehingga di kirim ke rumahnya. Allena membuka nya sambil berjalan menuju sofa tempat Rayhan tertidur tanpa melihat Rayhan yang sudah terbangun dan memperhatikannya.


Allena melihat sebuah kotak lagi di dalam paket dan disana juga tertulis sebuah ucapan dari Alex yang mengungkapkan.


" Allena aku menerima kiriman lagi ke kantor dan mengirimnya langsung ke rumahmu takutnya ini hal penting!" Ucap Allena pelan membaca surat itu lalu Allena pun melirik Rayhan dan terkejut melihat Rayhan yang sedang menatapnya.


"Kamu sudah bangun Ray?" Ungkap Allena pada Rayhan yang sudah sangat segar bukan seperti orang yang baru bangun dalam pikiran Allena mengatakan bagaimana bisa orang yang baru bangun sekeren dan setampan ini lalu tersenyum dalam diam membuat Rayhan mengangkat alisnya dan bertanya.


"Kiriman dari siapa?" Tanya Rayhan tanpa menjawab pertanyaan Allena terlebih dahulu.


Rayhan pun meraih kotak yang ada di tangan Allena dan meminta izin untuk membukanya, Allena hanya mengangguk memberi izin Rayhan untuk membukanya. Rayhan pun. membuka kotak itu di dalamnya berisi sebuah dress dan sepatu berwarna pink membuat Rayhan langsung terlihat seakan bertanya siapa yang mengirimkan barang seperti ini pada Allena, Allena melihat ada sepucuk surat disana dan menunjuknya membuat Rayhan membukanya dan disitu tertulis,


"Aku merindukanmu Allena, Semoga kamu menyukainya! Kuharap kamu akan memakainya! Adrian" Allena terkejut saat membaca itu bersamaan dengan Rayhan karena ada nama pengirim yang tercantum.


Rayhan melemparkan kotak berisi hadiah itu ke atas meja membuat Allena terkejut lalu duduk di samping Rayhan.

__ADS_1


"Sejak kapan pria itu mengirimi hadiah?" Tanya Rayhan dengan wajah yang terlihat masam.


"Sepertinya setelah kejadian saat itu yang di usir dari perusahaan dari situ banyak sekali hadiah yang datang dan hampir setiap hari!" Ucap Allena tanpa menutupi apapun karena mau bagaimana lagi Rayhan sudah tahu dan Allena tidak ingin merahasiakannya lagi.


"Orang sampah itu benar benar tidak tahu malu! Aku akan perlihatkan akibat dari mengganggu wanitaku!" Ucap Rayhan penuh tekanan membuat Allena terkejut dengan sikap Rayhan saat ini, Rayhan yang penuh tekanan dan dingin jika terlihat oleh orang lain mungkin dia seperti akan membunuh seseorang saat ini pikir Allena.


Allena tidak ada maksud untuk menjawab ataupun membantah ucapan Rayhan. Allena hanya menghembuskan nafasnya lalu memiringkan kepalanya dan meletakkannya di bahu Rayhan membuat Rayhan terkejut dan juga senang seolah Rayhan yang sudah di penuhi emosi itu tiba tiba langsung hilang semua emosi yang ada di kepalanya.


"Ray, Apakah kamu cemburu?" Tanya Allena tiba tiba membuat wajah Rayhan sedikit malu dengan pertanyaan itu namun Rayhan tetap menjawabnya dengan santai.


"Emm tidak, aku hanya tidak suka ada yang mengganggu sesuatu yang sudah menjadi milikku!" Ucap Rayhan dengan yakin. Allena pun terkekeh lalu menjawab ucapan Rayhan.


"Jadi saat ini aku sudah menjadi milikmu Ray?" Tanya Allena sambil mengubah posisi duduknya menjadi menatap wajah Rayhan.


Rayhan menutupi wajah Allena dengan tangannya karena tidak ingin terjadi hal hal yang tidak di inginkan saat melihat wajah Allena yang menggemaskan.


"Tentu saja kamu milikku dan akan seperti itu selalu!" Ucap Rayhan membuat Allena tersenyum dan memeluk Rayhan dari samping dengan kepala yang sudah bersandar di pundak Rayhan.

__ADS_1


Yao yang sejak tadi memperhatikan hanya seperti nyamuk bukan seekor kucing, Ia mendengus kesal dan pergi karena sejak tadi ia diabaikan dan tak dianggap keberadaanya.


Sungguh Orang orang akan lupa akan segala hal dan merasa ini dunia milik mereka saat mereka sedang jatuh cinta pikir Yao sambil memasuki kamar Allena lagi.


__ADS_2