Si Buruk Rupa Pengubah Takdir

Si Buruk Rupa Pengubah Takdir
Terjadi lagi!


__ADS_3

"Ada apa Ray? kenapa kau kemari sepagi ini?" Tanya Allena pada Rayhan sambil tersenyum karena senang dengan apa yang sudah di lakukan Rayhan tadi untuk membelanya.


Rayhan pun memberikan kotak bekal pada Allena dan dengan surat di tangannya yang lain. Allena pun menerimanya dan membukanya.


"Sandwich? Oh dari Tante Mitha! Terimakasih banyak!" Ucap Allena senang padahal ia sudah sarapan makanan yang di beli oleh Rayhan semalam. Rayhan mengangguk lalu mengajak Allena keluar jika Allena tidak ada urusan lain.


"Maafkan aku Ray! aku tidak bisa keluar saat ini karena Alex tidak masuk!" Ucap Allena pada Rayhan membuat Rayhan mengerti dan Rayhan pun akhirnya meninggalkan perusahaan Allena namun sebelum meninggalkan perusahaan Rayhan mengecup kening Allena membuat Allena membulatkan matanya.


Allena menyentuh dahinya dan menatap Rayhan karena terkejut lalu Rayhan membisikan.


"Aku akan merindukanmu! Makan lah dengan lahap sampai jumpa!" Ucap Rayhan tersenyum lalu mengedipkan sebelah matanya membuat wajah Allena semakin merona membuat Rayhan terkekeh dan mengacak rambut Allena lalu meninggalkan Allena sedangkan Allena masih mematung di tempatnya dengan kotak makan di tangannya.


Brak.


Suara pintu tertutup membuat Allena tersadar dan tersenyum lalu loncat loncat di tempat ia berdiri karena bahagia, ia mengerti bahwa saat ini Allena sudah benar benar menyukai Rayhan dan ia pun sekarang tidak mengerti bagaimana ia akan menghadapi Rayhan. Setelah menenangkan dirinya Allena pun memanggil satpam dan juga Cindy untuk mencegah Adrian dan Miranda memasuki perusahaan karena mereka hanya akan membuat kerusuhan ujar Allena membuat semua orang paham.

__ADS_1


Allena pun kembali ke ruangannya dan mulai memeriksa semua perkembangan perusahaannya dan setelahnya iapun langsung menggambil kertas HVS dan juga pensil untuk mulai menggambar desain baru karena kemarin dia tidak jadi menggambar karena pergi ke rumahnya dan rumah Rayhan.


Sedangkan di lain tempat Adrian dan Miranda saling bertatapan dengan wajah penuh amarah.


"Apa yang kau lakukan tadi di perusahaan Allena!" Ucap Adrian pada Miranda membuat Miranda beranjak dari duduknya dan menghempas tasnya di hadapan Adrian.


"Apa yang kulakukan? seharusnya aku yang bertanya! apa yang kau lakukan Adrian! kau membawa buket bunga untuk mantanmu? bahkan kita belum putus!" Ucap Miranda pada Adrian dengan penuh emosi.


Adrian pun berdiri dan memeluk Miranda terus meminta maaf pada Miranda dan berkata ia akan mengikhlaskan Allena mulai sekarang dan tidak akan berhubungan dengan Allena lagi. Miranda pun mengangguk percaya pada Adrian.


Setelah jam pulang kerja Allena pun memutuskan untuk pergi ke kediaman Malvin karena ingin menceritakan semua hal yang sudah terjadi hari ini pada ibunya, karena ia sudah mulai dekat dengan ibunya jadi dia berpikir untuk menceritakan segala hal pada ibunya mau itu hal yang menyenangkan ataupun bukan.


Setibanya di kediaman Malvin Allena melihat Melva sedang memasak iapun memeluk ibunya dan membantunya memasak.


"Ma apa yang kau masak hari ini?" Tanya Allena membuat Melva terkekeh karena anaknya yang baru datang langsung memeluknya dari belakang. Miranda yang melihat itu merasa iri dan kesal , Miranda yang hendak mengambil air minum pun mengurungkan niat dan kembali ke kamarnya, Miranda berencana akan meracuni Allena seperti dulu dan mencari racun yang sama seperti dulu yang masih Miranda simpan.

__ADS_1


Allena memasak dengan ibunya sambil mengobrol dan menceritakan semua yang sudah terjadi hari ini membuat Melva tidak habis pikir dengan perilaku Miranda yang semakin hari semakin tidak tahu diri dan tidak tahu posisinya menurut Melva namun Allena meyakinkan Melva agar terus bersabar karena Allena yakin Miranda tidak akan melakukan hal jahat yang akan merugikan Melva dan David dia hanya iri pada Allena sehingga hanya Allena yang akan di persulit oleh Miranda. Saat sedang bercerita David datang baru pulang dari perusahaan dan Melva dengan sigap menyambut suaminya meninggalkan Allena di dapur, Allena pun pergi ke toilet karena merasa ingin buang air kecil sedangkan saat itu Miranda turun dan melihat dapur yang kosong membuat Miranda berpikir untuk memasukan racun untuk Allena saat ini.


Miranda melihat gelas Allena yang sudah berisi air dan menuangkannya namun baru setengah menuangkan racun Allena sudah kembali dan melihat perilaku Miranda, Allena yang sengaja pun membuat suara yang keras agar kedua orang tuanya mendengar dan tahu perbuatan Miranda.


"MIRANDA! APA YANG KAU LAKUKAN! APA YANG KAU TUANG PADA MINUMANKU!" Tanya Allena tiba tiba membuat Miranda kaget dan segera membuat bungkusan racun di tangannya ke sembarang arah dan menyembunyikan tangannya sedangkan serbuk racun itu sudah bercecer di sekitar gelas lalu orang tua Allena pun datang dan bertanya apa yang terjadi.


"Ada apa Allena?" Tanya David pada Allena, Allena pun tiba tiba berlari dan memeluk David dan mengatakan semuanya sambil berpura pura menangis karena ingin membuat Miranda merasakan apa yang pernah di rasakan oleh Allena dulu saat Miranda pura pura menangis di hadapan ayahnya.


"Miranda menuangkan sesuatu kedalam minumanku pa! dia benar benar membenciku dan sepertinya ingin membunuhku!" Ucap Allena dengan nada sedikit menyedihkan membuat David pun kesal pada Miranda.


"Apa yang sudah kau lakukan Miranda! apa yang kau tuang pada minuman Allena?" Tanya David dengan nada tinggi membuat Melva mendekati Miranda dan melihat sebuah bungkus obat yang tersisa sedikit dan melihat ke gelas Allena yang sudah tercampur dengan racun dan terlihat juga serbuk yang sudah ada disekitar gelas Allena membuat Melva kesal dan langsung menampar wajah Miranda tanpa menunggu penjelasan Miranda.


"Kau sungguh keterlaluan Miranda! kami membesarkanmu dan menyayangimu melebihi kami menyayangi Allena! namun kau malah akan membunuh Allena!" Ucap Melva membuat wajah Miranda memerah karena malu.


Melva menyeret Miranda dan memasukannya ke ruangan Miranda lalu mengunci pintu kamar Miranda dan langsung menghubungi dokter keluarga untuk memeriksa apa yang sudah di masukan Miranda pada minuman Allena.

__ADS_1


Dokter pun langsung datang tanpa menunggu lama dan melakukan penelitian setelah beberapa jam hasilnya keluar itu merupakan racun yang mematikan bahkan jika hanya meminumnya se teguk saja bisa membuat seseorang lumpuh total. Pernyataan itu membuat David murka dan mendobrak kamar Miranda lalu David pun menampar Miranda, Miranda meminta maaf pada David namun David tidak mendengarkan, David yang merupakan orang yang sangat kejam ia pun mengambil sebuah tali berniat untuk mengikat dan mengurung Miranda namun Allena terkejut dengan reaksi ayahnya yang berlebihan jadi Allena pun menahan ayahnya.


__ADS_2