SI KEMBAR PSYCHOPATH

SI KEMBAR PSYCHOPATH
Menjadi Tawanan


__ADS_3

⚔️ SI KEMBAR PSYCHOPATH ⚔️


🙌 Happy reading all 🙌



Vina memberontak , mencoba untuk berteriak, tapi sayang tidak ada seorang pun yang mendengar teriakannya. Menangis? Sudah pasti Vina menangis, bagaimana tidak? coba saja kalian yang ada di posisi Vina , apa yang akan kalian lakukan?


Harapan? Ya Vina hanya bisa berharap bahwa ini semua mimpi buruk yang tidak akan pernah terjadi. Tapi harapan itu mungkin hanya ada di hati kecil Vina dan tidak bisa mengubah keadaan.


***


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke mansion, tempat tinggal di kembar psychopath . Orang - orang mungkin tidak akan percaya bahwa mobil sebagus itu sedang menculik seorang gadis untuk dijadikan penghangat tidur


Keadaan di dalam mobil sunyi, Ansel dan Anson tidak berniat untuk berbicara, mereka fokus pada pikirannya masing. Tapi tiba - tiba Anson mulai menanyakan sesuatu yang tidak masuk akal


"Hei kak, apa kita akan menidurinya berdua?" Tanya Anson sok polos


"Kalau kau tidak mau juga tidak apa - apa, aku bisa bermain dengannya tanpamu" Jawab Ansel dengan cepat


Vina yang mendengar ucapan mereka itupun sangat terkejut. Apa benar - benar mereka berdua mau menidurinya? jika itu benar maka Vina memilih untuk mati dari pada harus ditiduri mereka


Setelah 2 jam mereka bertiga duduk di mobil akhirnya mereka pun sampai di mansion


"Wah apakah ini benar mansion mereka? besar dan mewah sekali" Ucap Vina dalam hati namun dalam sekejap kekagumannya itu hilang "Mewah dan besar apanya? toh sebentar lagi dia akan ditawan disitu"


"Bawa ****** itu ke kamarku" Suruh Anson kepada adiknya


"Baik kak"


Kemudian Anson menarik tangan Vina dengan kasar yang tadi dia ikat itu bagaikan majikan yang sedang menarik hewan peliharaan lalu Anson membawa Vina kekamar kakaknya

__ADS_1


Ansel yang sudah duduk dari tadi di sofa kamarnya itu langsung berdiri karena melihat adiknya sudah membawa Vina kekamarnya


"Aku mau mandi dulu, kau ikat dulu dia diranjang" Ucap Ansel pada adiknya lalu Ansel pergi menuju kamar mandinya


"Oh ya satu lagi, kalau kau ingin bermain-main dengannya silahkan saja, tapi jangan sampai kau tiduri dia karena aku ingin pertama melakukannya pada ****** itu" Ucap Ansel memberi peringatan pada adiknya


"Ba ba baik kak" Jawab Anson terbata - bata karena takut pada kakaknya


Walaupun Ansel dan Anson sama - sama psychopath tapi tetap Anson takut kepada Ansel karena Ansel 100x lipat lebih kejam darinya


***


Setelah 15 menit , Ansel keluar dari kamar mandi. Dia keluar menggunakan handuk yang dililit di pinggangnya


"Kau lama sekali kak" Anson memulai pembicaraan namun Ansel tidak mengubris ucapannya


Ansel mendekat ke arah Vina yang di ikat di atas ranjangnya


"Dasar ****** ! Kau jangan sok suci" Ucap Ansel seraya mendekat ke arah Vina


"Anson pegangi tangan dia" Ansel memberi perintah pada adiknya


"Tapi kak tangan dia kan sudah di ikat kenapa harus dipegangi ? Apa aku juga harus menonton kalian yang sedang bermain kuda kudaan?" Tanya Anson sambil memasang wajah polosnya


"Pegangi saja tangan dia , tidak usah banyak bicara" Ucap Anson "Kau juga boleh bermain dengan si ****** ini tapi setelah aku selesai bermain dengannya" Ucapnya lagi


"Siap 86 kak" Ucap Anson sambil hormat kepada kakaknya


Setelah itu Ansel memaksakan kehendaknya pada Vina sampai Vina kelelahan dan menangis tapi tidak sampai disitu saja , setelah Ansel puas dengan Vina lalu langsung digilir oleh Anson . Hancur sudah masa depan Vina, hanya harapan saja yang Vina masih bisa andalkan


Harapan , mungkin aku tidak bisa menggapai mu tapi itu tidak masalah karena dengan harapan hidupku ada sedikit yang bisa diandalkan

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.



Pendek ceritanya? iya author minta maaf


Maaf juga kalo ada typo dan ceritanya ga jelas karena ini karya pertama author


Ini juga cerita dari pemikiran author sendiri

__ADS_1


Makasih buat temen-temen yang udah baca cerita author dan jangan lupa kasih like , favorit , bintang 5 dan komentar sebanyak mungkin ya 👌


__ADS_2