
⚔️ SI KEMBAR PSYCHOPATH ⚔️
🚫 Warning typo bertebaran ✍️
🍥 Happy reading all 🍥
Sudah 3 hari semenjak Vina memberitahu Vino kalau dirinya sekarang tengah di culik tapi sampai sekarang Vino belum juga datang menjemputnya. Bahkan Vina sempat berpikir kalau Vino marah padanya tapi Vina berusaha untuk menjauhkan pikiran kotor itu dalam benaknya.
"Kenapa keluargaku sampai sekarang belum ada satupun yang datang menjemputku? Vino mungkin saja marah padaku tapi tidak mungkin bukan kalau keluargaku sendiri juga ikut membenciku?" Gumam Vina sedih karena tertekan dengan semua yang ia alami
°°°
Hari ini adalah hari terakhir Vina untuk memutuskan siapa yang akan di nikahi. Ansel, Anson, Gleen dan Regaf juga sudah menunggu kedatangan Vina.
Vina juga sudah memutuskan untuk menikah dengan siapa dan apa salahnya jika ia lebih memilih menikah di antara keempat orang itu? Dirinya pun sudah lelah menunggu kedatangan keluarganya.
5 menit kemudian Vina turun dari lantai kamarnya. Vina turun menggunakan dress berwarna coklat muda dan di lapisi oleh make-up tipis, Vina benar-benar cocok menggunakan dress itu karena warna kulitnya putih.
"Aku sudah memutuskannya dengan siapa aku akan menikah" Ucap Vina tanpa basa-basi sedikit pun
Keempat pria itu hanya diam mendengarkan apa saja yang akan di katakan oleh Vina
"Aku akan menikah dengan Gleen" Ucap Vina dengan penuh keyakinan
Mendengar itu semua tak ada satupun orang yang terkejut dengan apa yang di katakan Vina. Terutama Ansel dirinya seperti sudah mengetahui semua yang terjadi saat dirinya tidak ada di mansion miliknya
"Apa kau serius akan menikah dengan Gleen?" Tanya Regaf berpura-pura tidak tahu apa-apa dan hanya mendapat anggukan kecil sebagai jawaban dari pertanyaannya
"Ah sayang sekali harapanku untuk menikahi seorang bidadari tidak tercapai" Ucap Gleen berpura-pura sedih padahal di dalam hatinya ia sangat senang karena tidak akan terlibat dalam masalah yang lebih jauh
"Kau tidak boleh menikah dengan Gleen" Ucap Ansel yang berhasil membuat semua orang terkejut dan menatapnya dengan tatapan bingung
"Kenapa apa kau keberatan kalau aku menikah dengan Gleen?" Tanya Vina dengan nada suara yang kikuk karena takut kalau Ansel sudah mengetahui semua rencana yang telah di buat oleh Gleen, Regaf dan dirinya
"Tentu saja keberatan" Jawab Ansel dengan suara yang meremehkan
__ADS_1
"Kenapa kau keberatan dengan keputusanku? Apa kau ingin aku memilih untuk menikahimu?" Tanya Vina yang terbawa emosi
"Cih siapa juga yang ingin menikah dengan wanita sepertimu? Kau ingin berbuat licik tapi sebenarnya kau ini wanita bodoh yang sama sekali tidak bisa berbuat licik maka dari itu rencanamu gagal" Sindir Ansel dengan nada yang ketus
"Apa maksudmu?" Tanya Vina khawatir karena ucapan Ansel tadi
"Apa kau masih ingin berpura-pura lagi dengan apa yang aku maksud tadi?" Tanya Ansel seperti jaksa penuntut umum yang tengah mengintrogasi terdakwa
"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau maksud" Jawab Vina sedikit ketakutan
"Oh baiklah kalau kau tidak mengerti akan aku beritahu dan akan aku jelaskan juga. Aku mengetahui apa yang kalian bertiga rencanakan, kalian bertiga berniat ingin membohongi kami bukan?" Ucap Ansel dengan nada suara yang sedikit tinggi dan penuh penekanan
Gleen dan Regaf yang mendengar ucapan Ansel langsung ketakutan setengah mati, sepertinya Ansel selalu mengawasi mereka bertiga walaupun Ansel sedang tidak ada di mansion pikir ketiganya. Sedangkan Anson bertanya-tanya siapa mereka bertiga yang di maksud oleh kakaknya? Dia juga sempat sedikit berpikir ketakutan jika dia ada di salah satu antara ketiga orang yang di maksud kakaknya.
"Siapa ketiga orang yang kau maksud kak?" Tanya Anson penasaran karena dari tadi semua orang hanya diam dan tidak ada yang berani menanyakan sesuatu ataupun mengatakan sesuatu
"Siapa lagi kalau bukan mereka" Jawab Ansel sembari mengarahkan tatapannya ke arah Gleen dan Regaf
"Gleen? Regaf? Jadi maksud kakak mereka berdua ingin membohongi dan mengkhianati kita karena wanita ini?" Tanya Ansel jijik dengan orang yang berkhianat yang tadi di maksud kakaknya
"Ya mereka bertiga bersekongkol untuk mengelabui kita" Ucap Ansel
"Kalian berdua tenanglah dulu. Coba kalian pikirkan dengan apa yang di rasakan wanita ini, dia selama ini di jadikan tawanan oleh kalian berdua, apa kalian tidak kasihan dengan nasib dan masa depan wanita ini" Ujar Gleen menasehati Ansel dan Anson
Ansel dan Anson hanya menganggap nasehat Gleen tadi hanya bagaikan Angin yang sedang berhembus saja. Ansel dan Anson sama sekali tidak mendengarkan apa yang tadi di nasehati oleh Gleen, bahkan mereka tidak mengingat satu kata pun dari kalimat nasehat tersebut.
"Apa kau tidak memikirkan apa yang aku dan kakakku rasakan saat di khianati oleh teman yang sangat kami berdua percayai? Ya mungkin ini hanya sekedar masalah kecil bagi kalian dan juga para readers, tapi bagi kami berdua sebuah kebohongan dan pengkhianatan bukanlah masalah yang dengan mudah di maafkan dan juga terselesaikan begitu saja" Ucap Anson yang sudah muak dengan yang namanya kebohongan dan pengkhianatan
"Kau dan Ansel adalah temanku mana mungkin aku dan Regaf tidak memikirkan perasaanmu" Ucap Gleen berusaha menenangkan Anson
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan masa lalu kedua iblis ini? Kenapa mereka begitu membenci kebohongan dan pengkhianatan? Aku juga membenci kebohongan dan pengkhianatan tapi setidaknya aku tidak akan semarah mereka" Gumam Vina bertanya-tanya
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih sudah membaca cerita si kembar psychopath. Jangan lupa kasih like, favorit, rate5 dan voment sebanyak mungkin 💞
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan kalian 👌