SI KEMBAR PSYCHOPATH

SI KEMBAR PSYCHOPATH
Vina Menghubungi Aeglle


__ADS_3

βš”οΈ SI KEMBAR PSYCHOPATH βš”οΈ


🚫 Warning typo bertebaran ✍️


πŸ₯ Happy reading all πŸ₯



"Tuhan sebenarnya apa yang kau rencanakan untukku?" Vina terus bertanya pada Tuhan tentang nasib nya yang sekarang sudah berantakan


Tok...Tok...Tok...


Mendengar suara pintu di ketuk Vina pun langsung bergegas membuka pintunya


"Ah bibi?" Ucap Vina kaget karena ternyata orang yang mengetuk pintu itu adalah bi Lyla


"Boleh bibi masuk?" Tanya bi Lyla


"Boleh silahkan" Jawab Vina mempersilahkan bi Lyla masuk ke dalam kamarnya


Setelah di ijinkan masuk bi Lyla pun langsung duduk di ranjang dan menanyakan sesuatu pada Vina


"Vina sayang apa bibi boleh tau apa yang kemarin tuan Gleen dan Regaf katakan?" Tanya bi Lyla langsung tanpa basa basi


"Oh kemarin Gleen bilang supaya aku menikah dengan dirinya atau dengan Regaf" Jawab Vina jujur


"Apa tuan Gleen dan Regaf tidak mengatakan apapun lagi?" Tanya bi Lyla masih penasaran


"Iya" Jawab Vina


"Oh ya sudah kalau begitu" Ucap bi Lyla lega


"Tunggu sebentar bi. Apa aku boleh meminjam handphone bibi?" Tanya Vina sedikit memohon


"Sebenarnya bibi ingin meminjamkannya tapi bibi takut tuan Ansel dan Anson marah" Jawab Lyla menolak meminjamkan ponselnya pada Vina


"Tapi bi, Ansel dan Anson bilang aku boleh meminta apapun kecuali pergi dari rumah" Ucap Vina mencari alasan yang jelas agar dirinya dapat di pinjamkan handphone oleh Lyla


"Hm... Tunggu sebentar bibi akan memikirkannya dulu" Ucap Lyla yang juga kasihan terhadap Vina


"Ayolah bi aku mohon, aku sangat rindu dengan teman-temanku dan juga keluargaku" Ucap Vina memohon sembari memasang wajah seimut mungkin


"Baiklah baiklah baiklah bibi akan pinjamkan ponsel bibi" Ucap Lyla menyerah setelah melihat wajah imut Vina


"Terima kasih bibiku tersayang" Ucap Vina senang karena mendapatkan apa yang ia mau


"Ini ponselku kau pakailah semaumu. Kalau begitu bibi keluar dulu" Ucap Lyla menyerahkan ponselnya pada Vina dan langsung di terima Vina


"Akhirnya aku bisa menelepon keluargaku untuk membebaskanku dari sini" Gumam Vina sembari tersenyum bahagia

__ADS_1


"Tapi siapa yang harus aku pertama hubungi?" Gumam Vina kebingungan


Sebelum itu Vina mengecek pintu terlebih dahulu karena khawatir bila seseorang mendengar percakapannya. Tanpa menunggu lama lagi Vina langsung menelepon Vino tunangannya


the phone starts ☎️


"Halo ini siapa?"


"..." Vina sama sekali tidak berani menjawab karena dia takut Vino akan marah padanya


"Permisi apakah ini salah sambung?"


"..." Vina masih tidak berani menjawab


"Baiklah mungkin ini hanya salah sambung kalau begitu akan aku matikan"


"Tu-Tunggu Vino ini aku" Tubuh Vina gemetaran dan langsung menangis


"Vina? Vina kau kenapa menangis?"


"Vino aku aku" Vina masih belum berani mengatakan yang sebenarnya


"Kenapa Vina? Apa kau marah padaku karena aku sudah beberapa bulan ini belum menemuimu?"


"Bukan begitu hiks..."


"Lalu kenapa?"


"Kau bercanda ya sayang? Apa kau sedang merencanakan sebuah kejutan untukku?"


"Aku tidak bercanda Vino! Sebenarnya sudah lama sekali aku di culik dan di sekap oleh orang yang sebelumnya aku tidak kenal"


"Apa di culik? Lalu kenapa keluargamu tidak mengatakannya padaku"


"Karena aku tidak mau membuatmu dan keluargamu khawatir"


"Lalu apa kau tau sekarang sedang di sekap di mana?"


"Aku tidak tau tapi sepertinya ini di hutan atau di daerah pegunungan"


"Baiklah kalau begitu kau tunggu aku untuk menyelamatkanmu"


"Terima kasih Vino"


"Sabar dan tunggu aku sayang"


Call ended ☎️


Setelah menelepon Vino rasanya Vina sangat tenang seakan dirinya sudah terbebas dari penjara kedua iblis Ansel dan Anson

__ADS_1


"Sepertinya lebih baik mengirim pesan saja pada keluargaku karena sekarang sudah sore dan aku khawatir kalau ada yang mendengarkanku ketika berbicara lewat handphone dengan keluargaku" Ucap Vina sepelan mungkin seperti sedang berbisik


"Ah rasanya aku sedang di cabut nyawanya oleh malaikat pencabut nyawa" Teriak Vina


"Eh? Tapi kan aku tidak tau di cabut nyawa itu rasanya gimana. Ah benar-benar membuat frustasi saja dasar kedua iblis sialan" Teriak Vina lagi dengan sekencang mungkin


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.



Pendek ya? Hehehe maaf aku bingung soalnya mau nulis apa lagi

__ADS_1


Terima kasih yang udah baca cerita si kembar psychopath. Jangan lupa kasih like, favorit , rate5 dan voment sebanyak mungkin πŸ’ž


Tetap jaga kesehatan kalianπŸ‘Œ


__ADS_2