
⚔️ SI KEMBAR PSYCHOPATH ⚔️
warning typo bertebaran ✍️🚫
☘️ Happy reading all ☘️
Karena Ansel yang terus-menerus mendesak Vina untuk menikah, sekarang Vina mengalami depresi ringan. Vina selalu mengurung dirinya di kamar bahkan ketika Ansel, Anson, Gleen ataupun Regaf mau ke kamarnya Vina tidak akan membukakan pintu.
Ansel juga tidak terlalu memperdulikan keadaan Vina ataupun kondisinya. Dalam pikiran Ansel mungkin Vina sedang merenungkan diri untuk memilih satu di antara empat orang yang akan di nikahinya nanti. Ansel juga meminta kepada para pelayan agar memenuhi semua yang di inginkan Vina kecuali pergi keluar mansion nya.
Hari ini Vina tengah memikirkan semua rencana yang ada di dalam benaknya. Memikirkan, agar cara yang ia pilih akan berhasil supaya dirinya bisa bebas dan hidup bahagia dengan tunangannya.
Vina berjalan menuju dapur untuk menemui pelayan yang di anggapnya paling baik, supaya misinya untuk melarikan diri berhasil. Tapi Vina sama sekali belum menemukan kepala pelayannya, Vina hanya melihat di dapur ada di istrinya kepala pelayan saja. Beruntung! Vina beruntung.
"Bibi aku lapar bisakah kau mengantarkan makanan ke kamarku?" Tanya Vina pada istri kepala pelayan yang ada di mansion milih Ansel
"Ah nyonya kau akhirnya mau keluar dari kamarmu. Baiklah aku akan menyiapkan makanan yang paling enak untuk nyonya" Jawab istri kepala pelayan yang sedikit terkejut dengan keberadaan Vina
"Nyonya? Kenapa kau memanggilku nyonya? Aku ini masih muda umurku baru 19 tahun dan belum menikah jadi aku belum pantas menjadi nyonya-nyonya. Lagipula aku masih menjadi seorang gadis. Ah... Bukan lebih tepatnya wanita" Ujar Vina menjelaskan layaknya anak kecil yang sedang merengek
"Baiklah kalau begitu bibi akan memanggilmu nona" Ucap istri pelayan agar tidak terjadi kesalahpahaman
"No!!! Bibi tidak boleh memanggilku nyonya ataupun nona, aku sudah bilang bukan kalau aku ini belum menikah jadi panggil aku dengan sebutan Vina putri kecilku atau Vina putri kesayanganku" Vina kembali merengek meminta untuk berhenti memanggilnya nyonya ataupun nona
"Baiklah... Baiklah... Bibi akan memanggilmu Vina putri kecil kesayanganku, jadi sekarang lebih baik Vina kembali ke kamar Vina karena bibi akan memasak makanan khusus untukmu" Istri kepala pelayan itu akhirnya menyerah untuk berdebat dengan gadis yang ada di hadapannya karena jika di lanjutkan pasti kepalanya akan meledak seperti bom atom
"Terima kasih bibi. Sekarang aku akan kembali ke kamarku untuk menunggu makanan enak~" Ucap Vina sembari pergi meninggalkan dapur
"Ternyata bibi itu sangat baik, oh iya kenapa aku tidak menanyakan namanya?" Tanya Vina seperti orang bodoh
"Ah... Nanti aku akan menanyakan nama bibi itu kalau dia membawa makanan ke kamarku" Ucap Vina sembari tersenyum senang dan tidak menyadari kalau dirinya sudah ada di depan pintu kamarnya
Setelah 20 menit akhirnya makanan pun jadi dan sekarang istri kepala pelayan itu sedang mengantarkan makanannya ke kamar Vina
"Bibi akhirnya kau datang juga, aku kira... Aku akan mati hari ini karena kelaparan" Ucap Vina sedih
__ADS_1
"Hm kalau kau mati bibi pasti akan sedih dan akan menangis sampai air mata bibi menjadi sebuah danau" Ucap istri kepala pelayan melebih-lebihkan
"Bibi bisa saja. Ya sudah kalau begitu kita duduk dulu" Ucap Vina mempersilahkan istri kepala pelayan tersebut masuk ke dalam kamarnya
"Bibi apa yang kau masak untukku?" Tanya Vina penasaran
"Di buka saja" Jawab istri kepala pelayan itu sembari tersenyum hangat
Vina yang sudah sangat penasaran akhirnya melihat makanan yang di bawakan oleh istri kepala pelayan itu dan dia pun terkejut karena melihat makanan favoritnya ayam goreng dan stik kentang ada di depan mata. Karena saking gembiranya Vina langsung memakan ayam gorengnya dengan begitu lahap.
"Pelan-pelan saja makannya" Ucap istri kepala pelayan itu
"Oh iya bibi siapa namamu? Uhuk uhuk..." Vina menanyakan dengan penasaran dan sampai membuatnya terbatuk-batuk
"Tuh kan bibi sudah bilang kalau makannya pelan-pelan saja" Ucap istri kepala pelayan khawatir
"Hmm bibi belum menjawab pertanyaan ku" Ucap Vina ngambek
"Nama bibi itu Lyla" Jawab Lyla istri kepala pelayan itu
"Boleh" Jawab bi Lyla
"Bibi sejak kapan tinggal di sini?" Tanya Vina
"Sudah lama, sekitar 10 tahun yang lalu" Jawab Lyla mengingat masa lalu
"Apa?!! 10 tahun yang lalu?! Bibi bisakah kau ceritakan padaku apa yang terjadi 10 tahun yang lalu?" Tanya Vina
"Waktu itu..."
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih udah baca cerita si kembar psychopath. Jangan lupa buat kasih like, favorit, rate5 dan voment sebanyak mungkin 💞
Tetap jaga kesehatan kalian semua 👍
__ADS_1