
⚔️ SI KEMBAR PSYCHOPATH ⚔️
🚫 Warning typo bertebaran ✍️
🍥 Happy reading all 🍥
"Waktu itu..."
°°°
"Aku mohon bi... Tolong ceritakan masa lalu yang terjadi pada si duo iblis Ansel dan Anson" Pinta Vina dengan manja
"Baiklah bibi akan ceritakan sedikit untuk mu" Ucap Lyla
"Kenapa hanya sedikit bi?" Tanya Vina
"Mau sedikit atau bibi tidak ceritakan sama sekali?" Tanya balik Lyla yang membuat Vina mengalah
"Sedikit sedikit" Jawab Vina gelagapan
"Jadi waktu sepuluh tahun yang lalu itu kakak bibi bekerja di rumah keluarga tuan Ansel dan tuan Anson. Keluarga mereka benar-benar sangat harmonis walaupun mereka keluarga yang kaya, tapi suatu kejadian membuat keluarga tuan Ansel dan tuan Anson berantakan. Ibunya di bunuh oleh seseorang yang sama sekali bibi tidak ketahui, hanya tuan Ansel dan tuan Anson saja lah yang mengetahui insiden pembunuh itu. Lalu kakak bibi yang bekerja di rumah keluarga tuan Ansel dan tuan Anson membawa kabur mereka berdua untuk menyelamatkan nyawanya, akan tetapi para penjahat itu sudah mengetahui kalau kakak bibi melarikan diri. Kakak bibi pergi ke kampung halaman tempat tinggal bibi dan orang tua kami sambil menyerahkan kedua bocah yang masih berumur sekitar 6-7 tahun, setelah menitipkan tuan Ansel dan juga tuan Anson, kakak bibi langsung pergi begitu saja dan tidak pernah lagi muncul sampai sekarang." Lyla menjelaskan dengan sejelas-jelasnya yang ada di ingatannya
"Apa hanya itu saja yang bibi ingat? Apa tidak ada yang lain?" Tanya Vina penasaran
"Hm iya hanya itu yang bibi tau, itu pun bibi tau dari tuan Anson saat usianya masih kecil" Jawab
"Oh iya bi lalu kemana perginya ayah kedua iblis itu? Apa ayahnya juga tewas karena pembunuhan itu?" Tanya tersadar
"Tuan Ansel dan Anson tidak pernah menceritakan tentang ayahnya. Bahkan tuan Anson pun saat menceritakan kejadian kelam pada bibi, dia tidak pernah menyebut siapa ayahnya" Jawab Lyla sembari berusaha mengingat-ingat
"Aku sekarang benar-benar penasaran dengan ayah dan ibunya kedua iblis itu. Apakah sifat kedua iblis itu menurun dari ayah atau ibunya?" Ucap Vina sembari tersenyum-tersenyum tidak jelas
Lyla yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja
"Oh iya bibi teringat sesuatu. Tuan Anson bilang kalau dirinya dan juga tuan Ansel sedang mencari seseorang yang hilang" Ucap Lyla baru teringat
"Apa? Mencari seseorang? Apakah yang mereka cari adalah ayahnya?" Tanya Vina yang bingung
"Sepertinya begitu" Jawab Lyla mengiyakan
"Hm sepertinya kalian sedang membicarakan seseorang" Ucap Gleen menatap tajam ke arah Lyla dan Vina dengan sorot mata yang menakutkan
Ternyata dari tadi Gleen dan Regaf sudah ada di balik pintu kamar Vina sambil mendengarkan yang Vina dan Lyla bicarakan
"Tu-Tuan Gleen?" Ucap Lyla kaget bukan main karena kedatangan Gleen dan Regaf
__ADS_1
"Ya aku" Jawab Gleen
"Maaf tuan saya permisi dulu ke dapur" Ucap Lyla pergi meninggalkan Vina berdua dengan Gleen
Setelah Lyla pergi dari kamar Vina, Regaf langsung menutup pintunya dan menguncinya dari dalam. Sedangkan Gleen berjalan ke arah ranjang dan duduk di atas ranjang sambil menatap Vina
"Ada apa kau kemari?" Tanya Vina tidak suka dengan kedatangan Gleen
"Sebaiknya kau tidak usah mencari-cari informasi tentang masa lalu Ansel dan juga Anson. Aku tau kau tadi hanya memanfaatkan bi Lyla saja untuk menanyakan tentang masa lalu dari Ansel dan Anson" Ucap Gleen menatap tajam ke arah Vina
"Memangnya kenapa kalau aku ingin tau tentang masa lalu kedua iblis itu? Apa ada sesuatu yang di sembunyikan?" Tanya Vina menebak-nebak
"Itu sangat berbahaya bagi keselamatanmu jadi lebih baik kau diam saja" Ucap Gleen memperingatkan
"Apa kau pikir aku harus diam saja saat aku sedang di culik dan di kurung di sini?" Tanya Vina kesal dan tidak terima
"Begini saja kau tinggal pilih mau menikah denganku atau dengan Regaf setelah menikah dengan salah satu dari kami maka kau akan bebas dan tenang saja setelah itu kita akan bercerai" Gleen malah tidak menjawab pertanyaan Vina dan malah menjelaskan apa tujuannya datang ke kamar Vina
"Apa? Aku tidak mau! Mungkin setelah aku menikah dengan salah satu di antara kalian, aku tidak bisa menikah dengan orang yang aku cintai" Tolak Vina
"Hm begini saja nanti kami akan menyewa pendeta palsu untuk berpura-pura menikahi kita bagaimana?" Tanya Gleen
"Tapi kalau ketahuan bagaimana? Apa kau bisa menjelaskannya kepada kedua iblis itu?" Tanya Vina
"Tenang saja kami akan mencari orang yang hebat dalam berakting untuk berpura-pura" Jawab Gleen santai
"Baiklah kalau begitu kita berdua pergi dulu ke ruang tv" Ucap Regaf yang dari tadi diam
Gleen dan Regaf pergi meninggalkan Vina sendirian di kamar untuk memutuskan keputusannya untuk menikah dengan seseorang
"Tunggu sebentar kenapa mereka berdua mau membantuku melarikan diri dengan cara menikah?" Tanya tersadar kalau ada sesuatu yang salah
"Apa mereka berdua berniat membodohiku? Atau menjebakku? Apakah aku harus mempercayai mereka berdua?" Tanya Vina bingung sekaligus kesal
"Ah atau jangan-jangan mereka berdua juga ingin melakukan hal yang sama dengan kedua iblis itu?" Tanya Vina ketakutan
"Tidak tidak, tidak mungkin mereka berdua akan melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan oleh kedua iblis itu. Yang aku lihat kalau Gleen dan Regaf adalah orang yang lebih baik dari kedua iblis itu. Waktu pertama kali bertemu dengan Gleen saja sikap Gleen benar-benar seperti orang yang bodoh" Ucap Vina pada dirinya sendiri sambil mengingat-ingat kejadian di mana Gleen berpose layaknya Michelle Jakson dan mengaku-ngaku kalau dirinya adalah bintang dunia
"Ah sepertinya sekarang aku yang jadi orang bodoh bukan Gleen. Hiks... Kenapa di saat begini otak ku malah jadi bodoh?" Tanya Vina pada otaknya sendiri
°°°
"Kak apakah kita benar-benar harus mempercayai tuan Zavalo?" Tanya Leonel
"Tentu saja kita harus mempercayainya" Jawab David sembari memegang bahu Leonel adiknya
"Kalian jangan mudah percaya dengan yang di bilang oleh kak David karena bisa saja Ansel Zavalo hanya mempermainkan kita untuk mengulur waktu pencarian Vina padalah dia adalah orang yang membantu penculikan Vina" Ucap Cyrill berusaha meyakinkan semua adik-adiknya
__ADS_1
"Apa yang kau katakan Cyrill? Kalau kau tidak mempercayaiku berarti kau juga tidak percaya padaku dan juga pada ayah" Ucap David pada Cyrill
"Bukan begitu kak, aku hanya tidak mempercayai Ansel Zavalo saja" Ucap Cyrill
"Terserah kau saja" Ucap David malas
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih buat kalian yang udah baca cerita si kembar psychopath. Jangan lupa kasih like, favorit, rate5 dan voment sebanyak mungkin 💜
Tetap jaga kesehatan kalian semua 👍