
⚔️ SI KEMBAR PSYCHOPATH ⚔️
Horeeee🥳🥳🥳 17 Agustus!!!! Merdeka!! Tapi sayang tahun ini gak ada lomba tujuh belasan padahal kan seru 😌 Gak apa-apa gak ada lomba yang penting kita terhindar dari virus Corona 🤗
lanjut...
🚫 Warning typo bertebaran ✍️
🍥 Happy reading all 🍥
"Lalu apa yang akan kau lakukan padaku dan juga pada Regaf?" Tanya Gleen menantang
Sebenarnya Gleen dan Regaf sangat ketakutan setengah mati tapi ini lah cara yang harus mereka berdua harus lakukan ketika melihat Ansel dan Anson. Menantang!. Ansel dan Anson akan membiarkan mangsanya begitu saja jika mangsa tersebut menantang tapi kalau si mangsa tersebut terlihat lemah dan tidak melakukan apapun dia akan menyerang mangsa tersebut. Menantang juga bukan sepenuhnya solusi ketika sedang menghadapi Ansel dan Anson marah, sebab menantang pun akan membuat Ansel dan Anson tertarik pada mangsa tersebut. Ah sudahlah tidak usah di jelaskan panjang lebar karena kita tidak tahu pasti apa yang ada di pikiran Ansel dan Anson.
"Jika saja kau bukan temanku, sudah aku pastikan kau akan bernasib sama seperti tahanan bawah tanah" Ucap Anson memperingati Gleen dan Regaf
Gleen dan Regaf yang mendengar seketika membantu dan mulutnya seolah sedang di lem sehingga dia tidak dapat membuka mulutnya.
"Sudah hentikan pertengkaran kalian bertiga. Di sini tokoh utama dari permasalahan ini yang harus menyelesaikan masalahnya" Ucap Ansel
__ADS_1
Gleek! Vina menegak ludahnya sendiri karena mengerti dan tahu siapa tokoh utama dari permasalahan yang di maksud Ansel
"Bagaimana apa kau sekarang sedang ketakutan?" Tanya Ansel sembari menatap ke arah Vina
"Ak--aku aku-- aku-- tidak- aku tidak ketakutan" Ucap Vina gelagapan dan terbata-bata
"Oh apakah aku salah?" Tanya Ansel berpura-pura polos
"Sudahlah kak jangan bermain-main lagi dengannya" Ucap Anson yang kesal karena melihat kakaknya yang seolah sedang menggoda wanita di hadapannya
"Karena adikku tidak menyukai basa-basi jadi kita langsung pada intinya saja. Vina kau harus memilih antara aku dan adikku atau kau juga boleh menikah dengan kami berdua secara bersamaan" Ucap Ansel sembari menyeringai licik layaknya seorang iblis yang berwujud manusia
"Tidak kak aku tidak ingin dia menjadi istriku. Sebaiknya kau saja yang menikah dengannya" Ucap Anson enggan
"Cepat katakan kau akan menikah dengan siapa?!!!" Tanya Anson membentak Vina karena dari tadi Vina hanya diam dan bengong saja
"An- An-- An- Ansel! Ya aku akan menikah dengan Ansel" Ucap Vina yang sudah yakin dengan keputusannya
Gleen dan Regaf yang tadinya ketakutan setengah mati kini malah kaget setengah mati setelah mendengar yang di katakan Vina. Anson? Ya Anson sekarang tengah bahagia karena Vina tidak memilihnya sebagai suaminya
"Baiklah besok kau harus bersiap bertemu keluarga dan sekalian aku juga akan melamarmu" Ucap Ansel dengan tersenyum licik dan bangga
__ADS_1
"Kau- kau ingin melamarku?" Tanya Vina tak percaya
"Tentu saja aku harus melamarmu memangnya kau ingin aku bawa kawin lari?" Tanya Ansel pada Vina
"Ti-- Tidak" Jawab Vina yang bingung harus tersenyum bahagia atau harus merasa sedih karena suaminya bukanlah orang yang dia cintai
"Kalau begitu sekarang kau istirahat lah dan persiapkan diri untuk bertemu keluargamu. Dan juga ingat jangan katakan hal apapun tentangku ketika keluargamu menanyakanmu" Ucap Ansel memberitahu Vina agar tidak asal bicara dan berbuat kesalahan
"Baik" Jawab Vina menurut
Setelah melihat Vina pergi menuju kamarnya Ansel langsung tersenyum layaknya iblis yang akan membawa manusia ke dalam neraka bersamanya
"Rencanaku berhasil" Gumam Ansel bahagia karena mangsanya telah masuk ke dalam jebakan yang telah ia buat
.
.
.
TBC
__ADS_1
Tenang aja ceritanya masih panjang kok belum mau tamat. Sebenarnya author juga bingung karena ini alur ceritanya ke luar banget sama ending ceritanya. Jujur sih waktu Vina di paksa menikah itu yang bikin alur ceritanya keluar dari ending cerita yang udah author pikiran padahal sebelumnya author gak ada sama sekali pikiran buat bikin Vina terpaksa menikah dengan mereka, karena gak tau kenapa setiap author lagi ngetik itu bakal tanpa sadar ngetik dengan apa yang ada di imajinasi author. Tapi tenang aja author bakal belokin ceritanya biar bisa nyambung sama ending cerita yang udah aku pikirin mateng-mateng.