Sistem Sepak Bola : Penyerang Terhebat

Sistem Sepak Bola : Penyerang Terhebat
BAB 10. Tertipu


__ADS_3

Tanpa ragu Alfie pun mengulurkan tangannya dengan cepat, merasa antusias karena kembali memiliki kesempatan sekali lagi untuk bisa mencetak gol melalui tendangan bebas.


Namun, tanpa diduga Leo menarik tangan nya kembali, yang membuat bola dalam genggamannya tidak berhasil diraih oleh Alfie. Leo lalu memperlihatkan wajah sinisnya.


"Enak saja, mau menendang tendangan bebas lagi! Sekarang giliranku mempertontonkan kemampuan tendangan bebasku!"


Alfie hanya bisa terdiam terpaku dengan tangan yang masih menjulur kedepan setelah tidak jadi mendapatkan bola dari tangan Leo.


"Te-ternyata dia hanya berpura-pura mau ngasih bolanya. Sialan!" gumam keras Alfie.


Baru kali ini Alfie merasakan bagaimana sakitnya di tipu oleh seseorang. Selama hidupnya Alfie tidak pernah peduli dengan sikap orang-orang yang di sekitarnya, bahkan dengan teman-teman sendirinya pun ia tidak pernah merasa sesakit ini hanya karena tipuan yang sifatnya hanya bercandaan itu.


Di dalam darah Alfie saat ini, ia sudah mulai merasakan bagaimana aliran keinginan untuk menjadi yang terkuat di bidang olahraga sepak bola dengan begitu meluap-luap, hatinya merasa panas yang membuatnya seperti tidak rela untuk melepaskan kesempatan untuk menendang tendangan bebas.


"Alfie! Kamu diam saja disana dan perhatikan bagaimana seorang profesional menendang tendangan bebas ini!"


Leo kembali dengan kesombongannya berusaha untuk mengejek Alfie dengan memperlihatkan tendangan bebas yang akan dilakukannya. Tanpa berlama-lama lagi ia menendang tendangan bebas itu dan,


Gool!!!


"Kamu lihat Alfie! Itulah yang dinamakan gol kemenangan. Bukan gol keberuntungan!" ucap Leo sembari menyeringai.


Dari atas stadion terlihat para pemain dari Regina High School yang berlari menuju Leo untuk meluapkan kegembiraan dan juga penonton dengan riuh dan ramai merayakan gol indah yang diciptakan oleh Leo.


Sementara itu, aura persaingan terlihat sangat jelas membara di punggung kedua penyerang Regina high School, yaitu Alfie dan Leo. Mereka, meskipun berada di dalam satu tim tetapi saat ini tampak seolah ingin menjadi pemain yang paling menonjol di lapangan.


Waktu terus berjalan si kembar Denny dan Donny mencetak 2 gol lagi melalui kerjasama nya yang apik dengan memporak-porandakan pertananan lawannya. Babak pertama usai, skor menjadi 2 - 3, Regina High School untuk sementara mengalami kekalahan dari lawannya.

__ADS_1


Babak kedua kembali di mulai.


Setelah 5 menit berlalu, terlihat Leo yang sedang mengolah si kulit bundar itu dengan meliuk-liuk di luar kotak penalti, berharap ada pemain bertahan lawan yang akan melakukan pelanggaran dan,


Priiit!!!


Benar saja ada seorang bek tengah dari lawan yang tekelnya terlihat terlambat mengakibatkan kontak fisik dengan kaki dari Leo, sehingga membuat wasit meniup peluitnya tanda ada pelanggaran di area berbahaya di luar kotak penalti.


Leo mengambil bola dan untuk ketiga kalinya dalam pertandingan ini, ia mengulurkan tangannya kepada Alfie bermaksud untuk memberikan bola dalam genggamannya, “Alfie kali ini aku beneran tidak mengerjaimu lagi, ambil bola ini dan ambil tendangan bebas,” ucapnya dengan wajah yang terlihat sangat meyakinkan.


Mendengar tawaran dari Leo, Alfie tertegun. Saat ini waktu dari kartu Beckham yang hanya berdurasi 15 menit itu sudah habis, membuatnya tidak berani untuk mengambil tendangan bebas yang diberikan Leo.


Dengan halus ia menolak tawaran dari Leo, “Maaf Leo. Kamu saja yang menendang.” Alfie berusaha untuk memperhalus ekspresi wajahnya, agar Leo tidak terlalu kecewa karena dirinya menolak pemberian bola dari Leo.


“Ha ha ha, Alfie. Kamu tidak bisa menolak permintaanku,” ucap Leo dengan tawaan yang tidak tulus, memperjelas wajah kekecewaan darinya karena Alfie menolak mengambil bola tendangan bebas.


“Alfie! Aku adalah kapten disini, jadi akulah yang memiliki wewenang untuk menentukan siapa yang akan menendang tendangan bebas ini. Sekarang tendang bola ini!” ucap lantang Leo sembari memberi paksa bola dalam genggamannya dengan menghantamkannya ke perut Alfie.


“Akhh!” Saking kuat hantamannya membuat tubuh kurus Leo mengerang kesakitan.


Akhirnya Alfie terpaksa mengambil bola itu, lalu menendangnya. Namun, bola hasil tendangannya kali ini ternyata sangat lemah dan mengenai pagar betis lawan, berbeda jauh dengan tendangan bebas yang pertama kalinya ia lakukan di saat ia mencetak gol di babak pertama.


"Ha ha ha, sudah ku duga, tendangan bebas di babak pertama tadi itu hanya kebetulan saja. Kamu memang penyerang yang payah Alfie!" ejek Leo dengan wajah penuh kepuasan setelah melihat tendangan yang sangat lemah dari Alfie.


"Sial, kalau saja kartu Beckham ku masih aktif maka tendangan tadi akan membungkam mulut busukmu itu Leo," gumam Alfie merasa kesal, matanya menatap kepada Leo dengan penuh rasa amarah.


Sebuah emosi yang tidak pernah Alfie rasakan seumur hidupnya, sebelum ia memasuki ranah sepakbola ini.

__ADS_1


"Donny ayo kita habisi tim payah ini! Kita jangan bermain-main lagi!"


"Baik Kaka. Mari kita akhiri pertandingan ini dengan kemenangan besar!"


Donny sang adik dari Denny pun langsung menggiring bola dengan sangat cepat dari bawah pertahanannya sendiri. Ia meliuk-liuk melewati beberapa pemain dari Regina High School sebelum akhirnya bola itu ia oper kepada Denny, "Ayo Ka, kita buat pertahanan mereka pontang-panting!"


Denny dengan sangat cepat dan gesit langsung mengontrol bola dan menahannya dari hadangan para pemain lawan, walaupun tidak memiliki kemampuan meliuk-liuk seperti adiknya ia sangat lihai dalam mempertahankan bolanya, "Donny terima ini." Melihat adiknya mendapatkan ruang kosong ia langsung mengoper kepadanya.


Dengan operan cepat tingkat tinggi, tak butuh waktu lama bagi kakak beradik kembar itu untuk sampai ke pertahanan Regina High School. Sampai akhirnya Donny sang adik mengumpan kepada Denny dan,


Gool!!!


Tendangan keras Denny dari dalam kotak penalti lawan, merobek jala dari gawang Regina High School yang merubah kedudukan sementara menjadi 2 - 4, menjauhkan keunggulan O-High School dari lawannya.


Saat pertandingan dimulai kembali, tampak Denny dan Donny dapat menguasai lapangan hijau. Mereka terlihat sangat percaya diri dengan seenaknya mengacak-acak seluruh pemain dari Regina High School dengan permainan satu dua sentuhan yang cepat, tidak sedikit pun memberikan pada tim regina High School kesempatan untuk menguasai pertandingan.


"Terima ini!"


Traang!


"Apa! Kena tiang lagi!"


Tendangan keras dari Denny terkena tiang yang menyebabkan Regina High School bisa menguasai pertandingan dengan serangan baliknya.


"Cepat umpan kepadaku!" teriak Leo meminta untuk diberikan umpan. Dan setelah mendapatkan bolanya, ia dengan cepat langsung meliuk-liuk di atas lapangan hijau dengan kekuatan dan kecepatannya melewati beberapa pemain lawan.


Sampai di dekat kotak penalti lawan, Leo berhenti sejenak, "Kali ini aku tidak akan berpura-pura untuk terjatuh lagi, aku akan langsung menyerang dan memasukkan bola ini!" gumamnya keras dalam hati.

__ADS_1


Leo pun langsung menerobos masuk ke dalam kotak penalti dengan tidak menghiraukan semua tekel keras dari lawan-lawannya dan,


__ADS_2