
[Kartu Sistem : David Beckham]
[Latih tembakan setiap hari, sistem akan menentukan bintang berdasarkan tekadmu]
[Kartu sistem Inzaghi masih berlaku apabila tuan terus berlari]
Di dalam kamar, Alfie yang seperti biasanya sedang merebahkan diri di kasur dikejutkan oleh suara Sistem.
***
Seminggu kemudian.
Sore hari terlihat cerah dengan matahari yang menyinari stadion tempat dilangsungkannya pertandingan antara Regina High School melawan O-high School. Alfie dan Leo tetap menjadi andalan Regina High School sebagai penyerang bersama Dicky.
O-High School memiliki 2 penyerang andalan seorang 2 anak kembar, yang bernama Denny dan Donny. Mereka merupakan penyerang yang memiliki serangan yang berbahaya dengan ciri khas operan pendeknya yang dapat membingungkan pertahanan lawan.
Priit
Pertandingan pun dimulai.
"Ha ha ha! Donny, lihat cara berdiri dari bek-bek mereka yang lemah, kita pasti bisa membobol gawang mereka dengan mudah!"
Denny sang Kakak dari Donny langsung menganggap remeh, wajahnya menyeringai menatap dengan tatapan mengejek hanya karena melihat cara berdiri dari bek-bek lawannya yang terlihat lemah.
"Ha ha ha! Iya Ka! Ayo kita serang mereka habis-habisan!"
Dengan cepat Denny dan Donny langsung melakukan operan-operan pendek yang memporak porandakan pertahanan dari O-High School yang membuat semua pemain dari Regina High School kelimpungan.
Tidak butuh waktu lama bagi si kembar Denny dan Donny yang saat ini sudah berada di kotak penalti dari tim Regina High School, "Donny cepat umpan bolanya!"
"Siap Ka, ini bolanya." Donny mengumpan bola yang bergulir melewati kaki-kaki dari bek-bek lawannya dengan akurat kepada Denny.
"Terima ini!" Donny yang menerima umpan matang dari Denny langsung menendang bola dengan keras yang melesat kencang ke arah gawang lawan, dan
Gool!!!
Pertandingan baru berjalan beberapa menit, O-High School sudah unggul 1 - 0. Semua pemain Regina High School hanya saling memandang karena tidak menyangka serangan akan datang dengan sangat cepat sekali.
__ADS_1
Pertandingan pun dimulai kembali.
"Baiklah, kali ini akan aku perlihatkan kemampuan ku!"
Leo yang sedang memegang bola lalu dengan percaya diri menggiring bola, melewati beberapa pemain sampai ke dekat garis kotak penalti lawan, dan
Priit! Terjadi pelanggaran.
Terlihat Leo yang terjatuh lalu tergeletak di rumput hijau, setelah di hadang dengan tekel keras oleh lawan sehingga menghasilkan tendangan bebas untuk Regina High School, sedikit di luar kotak penalti. Setelah berdiri, ia lalu mengambil bolanya kembali.
Namun, bola itu tidak ia letakkan di titik tendangan bebas, bola itu justru ia berikan kepada Alfie, sembari berkata, "Kalau memang kamu penyerang hebat, eksekusi tendangan bebas ini, Alfie."
Senyuman sinis memancar dari wajahnya, dengan tatapan mata mengejeknya yang seolah merendahkan Alfie si tengkorak hidup itu. Ia sengaja memberikan bola kepada Alfie dan menantangnya untuk melakukan tendangan bebas, berharap tendangan bebasnya akan melenceng jauh dari gawang lawan dan bisa membuat Alfie mempermalukan dirinya sendiri dihadapan pemain dan penonton.
Alfie sepertinya akan mengambil bola pemberian dari Leo, namun seperti ada sesuatu yang mengganjal hatinya dan ragu untuk mengambil bola itu.
"Dia menantangku melakukan tendangan bebas? Dia tidak tahu kalau aku mempunyai kartu Beckham di Sistemku. Namun, sekarang pertandingan baru berlangsung 10 menit saja, kartu ini hanya bisa aku pakai selama 15 menit."
Wajah Alfie tampak bingung untuk memanfaatkan kartu bintangnya yang akan dipakainya sekarang atau akan ia tahan dulu untuk di pakai pada akhir-akhir pertandingan.
Saat ini Alfie sudah dibekali sistem dengan kartu Inzaghi bintang 2 yang bisa dipakai 10 menit dan kartu Beckham bintang 3 yang bisa dipakai selama 15 menit. Kartu yang ia dapat setelah selama seminggu sebelumnya selalu berlatih berlari dan menembak.
***
“Apa kartu David Beckham?! Pemain sepak bola yang paling terkenal itu?” gumam Alfie.
[Untuk latihan menembak, tuan akan masuk ke dalam sebuah arena]
“Arena? Sistem, maksudmu arena apa?”
Di ujung kasur tempat kaki Alfie bersandar tampak bulatan hologram kecil yang mengambang.
Sheeeng!
Bulatan hologram itu tiba-tiba membesar membuat sebuah portal dengan suara desing yang membuat Alfie sangat terkejut dengan matanya yang membulat dan lehernya yang mengencang. Perlahan dirinya menggeliat turun dari kasurnya dan berjalan dengan penuh kewaspadaan menatap ke arah hologram yang memancarkan cahaya kristal yang menyilaukan.
“Sistem, apakah aku harus masuk kedalam portal hologram besar ini?”
__ADS_1
[Iya, silahkan masuk Tuan]
Alfie lalu dengan meyakinkan dirinya, akhirnya masuk kedalam hologram itu. Cahaya berkilauan yang didominasi warna biru dan putih dengan beberapa warna lainnya tampak mengitari Alfie yang dengan mata binarnya merasa takjub melihat hal yang baru ia lihat selama hidupnya itu.
Di ujung portal tampak sebuah arena yang didominasi dengan warna biru dongker dan hitam, dan setelah Alfie menginjakkan kakinya di Arena tersebut.
"Selamat datang Tuan Alfie."
Tiba-tiba datang seorang pria virtual yang menghampiri dan menyambut kedatangan Alfie dengan sesekali pria virtual itu kehilangan sedikit cahayanya secara putus-putus seperti dalam keadaan buffering.
Pria virtual dengan postur tubuh tinggi, wajah yang sangat tampan dan potongan rambut pirang ciri khas nya itu adalah David Beckham.
"Ka-kamu bukannya David Beckham?"
Alfie tergagap karena merasa terkejut melihat sosok pria yang sangat terkenal sedang menyambutnya dengan hangat dan sopan seolah-olah dirinya adalah seorang pangeran Inggris.
"Iya Tuan, saya adalah Virtual Beckham, yang akan melatih anda dalam menembak dengan presisi ke arah gawang."
“Aku akan dilatih oleh seorang Beckham, walaupun hanya virtual, aku sangat senang sekali,” gumam Alfie.
“Tuan saat ini sedang berada di dalam arena pelatihan menembak. Tahap pertama di sesi menembak ini, Tuan akan menendang bola ke arah gawang dengan sasaran yang telah ditentukan.”
“Baiklah Tuan Beckham, Ahsiaaap!” sahut Alfie dengan semangat yang membara.
***
Kembali ke pertandingan.
“Sayang sekali kartu beckham yang aku miliki hanya bintang 3, jadi hanya bisa memakainya dalam 15 menit saja,” gumam Alfie.
Namun, karena mendapatkan tantangan yang merendahkan dari Leo, membuat Alfie tidak bisa menahan kartu Beckham bintang 3 nya yang ia miliki saat ini.
“Baiklah akan aku ambil tendangan bebas ini, Leo. Sistem aktifkan kartu Beckham. Akan kubuktikan bagaimana cara menembak gaya Beckham kepadamu Leo.”
Alfie pun percaya diri mengambil bola yang ada di tangan Leo dengan kedua lengannya, namun ketika bola itu di ambil, Leo menahan bola itu seolah tidak membiarkan bola itu lepas dengan mudah begitu saja dari genggamannya. Leo lalu menatap tajam ke arah mata dari Alfie.
“Yakin kamu mau menendang bola ini, Alfie? Kamu tidak takut akan mempermalukan dirimu sendiri he he he,” ucap Leo mengejek dengan wajah menyeringai sinis, lalu melepaskan bola dari genggamannya.
__ADS_1
Akhirnya Alfie dapat menggenggam bola itu. Ia merasa seperti sedang memegang sebuah harapan yang tinggi dari bola itu. Bola yang bisa membuatnya terlihat seperti pemain sepak bola sungguhan dan menjadi pemain yang tidak lagi akan disepelekan oleh para pemain lainnya