Sistem Sepak Bola : Penyerang Terhebat

Sistem Sepak Bola : Penyerang Terhebat
BAB 5. Melawan Q-High School


__ADS_3

Hari ini adalah pertandingan antara Regina High School melawan Q-High School.


Penyerang Tommy dan Tonny dari Regina High School, tidak bisa bermain karena ada peraturan baru dari sekolah yang tidak memperbolehkan pemain kelas XII untuk bertanding. Peraturan itu diberlakukan sebagai upaya agar siswa kelas XII bisa lebih berkonsentrasi pada pelajarannya, menghadapi ujian-ujian akhir mereka dengan lebih baik, dan mempersiapkan diri untuk masa depan setelah lulus. Selain itu, meskipun Tommy dan Tonny tidak dapat bermain dalam pertandingan tersebut, semangat dan dukungan mereka tetap tinggi untuk tim mereka, memberikan motivasi bagi rekan-rekan setim yang lebih muda untuk tampil dengan sebaik mungkin dalam pertandingan melawan Q-High School.


Karena hal itu, Regina High School saat ini hanya bisa memakai 2 pemain cadangannya yaitu, Alfie dan Dicky untuk mendampingi Leo. Alfie dan Dicky merupakan pemain cadangan yang kemampuan sepak bola nya jauh bila dibandingkan Tommy dan Tonny, mereka harus berjuang ekstra keras dan menunjukkan kerjasama yang solid untuk mengatasi kekurangan tersebut dan mencoba meraih kemenangan dalam pertandingan yang menentukan ini. Meskipun Alfie dan Dicky memiliki kemampuan sepak bola yang jauh di bawah Tommy dan Tonny, semangat pantang menyerah dan semangat juang mereka membuktikan bahwa ketekunan dan kegigihan dapat menjadi kunci kesuksesan bagi Regina High School dalam menghadapi tantangan berat di pertandingan melawan Q-High School.


Priitt!!!


Pertandingan antara Regina High School melawan Q-High School pun di mulai. Mereka berusaha mencari celah di pertahanan lawan sambil berhati-hati untuk tidak kebobolan gol.


Tensi dan antusiasme penonton semakin meningkat seiring dengan permainan yang semakin intens, di mana kedua tim menunjukkan keterampilan dan strategi bermain yang mengesankan untuk mencetak gol pertama dan menguasai jalannya pertandingan.


"Cepat umpan bolanya kepada ku!"


Leo di kejauhan meminta umpan bola langsung ke depan, teriakan nya sangat lantang diiringi dengan langkah-langkah cepat yang penuh semangat, menunjukkan tekadnya untuk mencetak gol dan mengambil alih kendali pertandingan.


Setelah mendapatkan umpan melalui sayap kiri, ia menggiring bola dengan sangat lihai, kaki-kakinya sangat fasih dalam mengendalikan bola, dan ia berhasil melewati beberapa pemain lawan dengan kecepatan dan kelincahan yang mengagumkan.


"Musuh pada pertandingan ini sangat mudah, aku akan mencetak gol banyak hari ini," gumamnya dalam hati.


Leo tampak melepaskan tembakan kaki kanannya ke gawang lawan dengan penuh percaya diri dan akurasi yang tinggi, membuat bola meluncur dengan cepat menuju sudut atas gawang, meninggalkan penjaga gawang lawan tak berdaya dan,


Golll!!!

__ADS_1


Ia menghasilkan gol spektakuler yang mengundang sorak sorai dari para penonton.


"Hmm, baiklah. Pemanasannya sudah selesai. Akan ku balas gol dari Leo tadi." Penyerang Q-High School yang bernama Kevin, menganggukkan kepalanya dengan senyuman percaya diri dan tatapan matanya yang tajam.


Kevin adalah penyerang tunggal yang dimiliki oleh Q-High School, ia merupakan penyerang yang sangat berbahaya dan sangat kuat apabila sudah mendapatkan bola di area pertahanan lawan.


Ia dengan cepat meminta umpan dari rekan setimnya dan segera menggiring bola dengan kecepatan yang mengagumkan, mengarahkan diri menuju pertahanan Regina High School dengan tekad kuat untuk mencetak gol balasan yang bisa mengubah jalannya pertandingan.


Gol!!!


Kevin dapat menyamakan kedudukan menjadi satu sama, dengan kecepatan dan ketepatan tembakannya yang luar biasa, ia berhasil membobol gawang Regina High School dan memicu euforia di antara pendukungnya.


Pertandingan semakin memanas dan atmosfer stadion semakin menyala dengan gairah, ketika Kevin mencetak gol balasan yang menegangkan tersebut, mengundang sorakan dan tepuk tangan riuh dari seluruh penonton yang terhanyut dalam keseruan pertandingan.


"Alfi cepat oper bolanya!"


Alfie yang baru kali ini bertanding, masih merasa kebingungan dengan atmosfer yang tinggi, matanya tampak berbinar mencari rekan setim yang tepat untuk mengumpan bola, namun di tengah tekanan, dia berusaha mengumpulkan keberanian dan mengambil keputusan terbaik untuk melanjutkan serangan timnya dan,


Sluuur.


Umpan cepatnya yang meluncur di tanah sangat tidak akurat, umpannya tampak terlalu kuat dan meleset dari sasaran, menyebabkan kehilangan peluang berbahaya bagi Regina High School dan memberikan kesempatan bagi Q-High School untuk mengambil alih bola dan melakukan serangan balik.


Wajah dari Alfie seketika berubah menjadi penuh kekecewaan dan frustasi, karena ia menyadari betapa besar pengaruh umpan tidak akuratnya terhadap situasi permainan, ia merasa bersalah atas peluang yang terbuang dan berjanji pada dirinya sendiri untuk belajar dari kesalahan tersebut dan memberikan penampilan yang lebih baik di sisa pertandingan demi tim Regina High School.

__ADS_1


"Kenapa aku bodoh sekali, aku harus fokus."


Kevin langsung mengambil keuntungan dari kesalahan Alfie dan mencetak gol untuk timnya.


Karena gol dari Kevin, untuk sementara Q-High School menang 2-1.


Alfie menjadi kambing hitam dari gol yang dicetak oleh Kevin, semua timnya mencaci dirinya atas kesalahan tersebut.


Leo yang paling kecewa dengan penampilan Alfie lalu berteriak, "Dasar penyerang bodoh kamu Alfie! Kita tidak akan menang jika masih ada pemain sampah seperti dia!"


Mendengar cacian dari Leo dan teman-temannya, Alfie hanya bisa pasrah, ia merasa kecewa dengan dirinya sendiri dan bergumam dalam hati, "Aku harus membuktikan bahwa aku bisa mengatasi kegagalan ini."


Langkahnya terlihat berat, namun dengan tekad yang kuat, Alfie berusaha untuk mengabaikan cemooh dan mencari cara untuk memperbaiki permainannya, "Walaupun aku telah memiliki Sistem, sepertinya aku masih belum bisa memanfaatkan nya dengan baik," gumamnya dalam hati.


Pertandingan pun berlangsung kembali dengan tempo yang cepat.


Sampai ke menit terakhir pertandingan babak kedua Regina High School tertinggal 4 - 5, dengan semua gol dicetak oleh Leo dan Kevin.


Terlihat Alfie yang tampaknya mendapatkan ruang kosong di kotak penalti lawan, ia pun mendapatkan umpan lambung yang sepertinya sangat matang dan berpotensi menjadi peluang emas bagi timnya untuk menyamakan skor di menit terakhir pertandingan.


"Alfie jangan kamu tembak! Umpan kepada ku!" Leo berteriak di sisi lain pertahanan lawan.


Walaupun posisinya tidak lebih menguntungkan untuk menerima umpan dan mencetak gol penyama kedudukan. Ia memaksa meminta untuk di umpan, daripada bola itu di eksekusi oleh Alfie yang kemampuannya sangat lemah.

__ADS_1


Sementara itu Alfie, dengan posisi yang sebenarnya sudah sangat tepat untuk mencetak gol merasa bingung, antara menembak ke gawang untuk menebus kesalahannya atau justru mengumpan kepada Leo yang posisinya sedang dijaga oleh 3 bek lawan, dihadapkan pada keputusan sulit yang bisa menjadi penentu nasib tim Regina High School.


Bola lambung yang meluncur dengan cepat mengarah kepada Alfie pun terasa lambat untuk sampai ke hadapan Alfie yang sepertinya belum tahu, apa yang akan dilakukannya.


__ADS_2