
Dengan tekanan yang besar, akhirnya Alfie memilih untuk mengumpan kepada Leo dengan kepercayaan penuh pada rekan setimnya, berharap Leo dapat mencetak gol penyama kedudukan di menit terakhir pertandingan tersebut.
Namun, kembali umpan yang diberikan oleh Alfie ternyata terlalu lemah dan tidak akurat, sehingga bola dapat diambil oleh bek lawan dengan mudah yang mematahkan peluang emas untuk mencetak gol penyama kedudukan.
"Dasar penyerang bodoh! Mengoper saja kamu tidak becus!"
Leo dengan perasaan kesal membentak Alfie yang tampaknya putus asa dan kecewa dengan kesalahan umpannya.
Alfie dengan wajah lesu hanya menerima semua celaan dari Leo dan rekan setimnya, ia mencoba mengangkat semangatnya dan bertekad untuk membuktikan bahwa kesalahan bukanlah akhir segalanya, dan ia berkomitmen untuk berlatih lebih keras dan memberikan penampilan yang lebih baik di masa depan demi membantu tim Regina High School meraih kemenangan.
Prit, prit, priiit.
Pertandingan pun berakhir, Regina High School dikalahkan oleh Q-High School dengan skor tipis 4-5.
***
Pada malam hari, di dalam kamarnya yang gelap tampak Alfie merenung berdiam diri, ia mengingat pertandingannya melawan Q-High School. Ia juga mengingat semua perkataan Leo yang sangat menyakitkan hatinya, membuatnya bertekad untuk membuktikan kemampuannya, mengatasi kritikan, dan menjadi pemain yang lebih baik untuk mendukung timnya di masa mendatang.
Alfie yang pada awalnya sangat tidak peduli dengan dirinya yang memilih untuk menjadi pemain sepak bola, saat ini justru semakin terinspirasi dan termotivasi untuk terus berjuang, mengasah keterampilannya, dan membuktikan bahwa kegigihannya dapat mengubah dirinya menjadi pemain yang berarti bagi timnya dan meraih kesuksesan di dunia sepak bola.
Ding!
[Kartu Bintang : Filippo Inzaghi]
"Sistem, apa itu kartu bintang?"
[Kamu harus dalam seminggu ini harus terus berlari]
__ADS_1
[Pada akhir minggu, sistem secara otomatis akan menilai tekad darimu dalam berlari dan memberimu kartu bintang]
[Semakin besar tekadmu, maka semakin besar bintang yang kamu dapat. Bintang satu adalah kartu dengan tingkatan terendah, sementara bintang lima adalah tingkatan tertinggi sebuah kartu]
"Baiklah, sekarang aku akan terus berlari untuk dapat menaklukkan permainan sepak bola ini. Akan kubuktikan kepada Leo bahwa aku juga bisa menjadi pemain sepak bola!"
Alfie setiap hari selalu berlari di waktu senggangnya, ia dengan gigih melatih fisiknya untuk meningkatkan kecepatan dan daya tahan, serta mengasah keterampilan teknisnya, dengan tekad yang kuat untuk mendapatkan kartu bintang tertinggi dan membuktikan dirinya sebagai pemain sepak bola yang berarti bagi timnya dan meraih kesuksesan di masa mendatang.
Alfie dengan sungguh-sungguh berusaha meraih potensi terbaiknya, belajar dari setiap kesalahan, dan memanfaatkan kartu bintang yang ia dapatkan sebagai motivasi untuk terus berkembang, menjadikan dirinya sebagai pemain sepak bola yang berdedikasi dan berprestasi demi tim Regina High School dan mimpinya dalam dunia sepak bola.
Seminggu kemudian.
"Sistem aktifkan."
Ding!
[Kartu Bintang yang tuan peroleh adalah bintang 3]
"Hah, hanya 3 bintang? Ini belum cukup!" pikir Alfie dengan semangat baru yang muncul, ia merasa terpacu untuk terus meningkatkan kemampuannya dan tidak akan puas hingga berhasil mencapai bintang tertinggi sebagai bukti kesungguhan dan dedikasinya dalam meraih kesuksesan sebagai pemain sepak bola yang hebat.
***
Hari ini adalah pertandingan antara Regina High School melawan P-High School.
Alfie masih dimainkan pada pertandingan ini, walaupun permainannya pada minggu sebelumnya sangat buruk, karena memang sudah tidak ada cadangan penyerang lain yang tersedia untuk menggantikan posisinya, namun dia bertekad untuk mengatasi ketidakpercayaan diri dan membuktikan bahwa kesalahan sebelumnya bukanlah akhir dari segalanya, dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi tim Regina High School dalam pertandingan melawan P-High School ini.
Terlihat Leo menghampiri Alfie, ia adalah orang yang sangat membenci Alfie karena permainannya yang jauh dari level permainannya. Ia kembali menyampaikan cacian seperti sebelumnya, mencemooh Alfie atas ketidakmampuannya dan meragukan kontribusinya dalam pertandingan, meningkatkan tekanan psikologis pada Alfie sebelum pertandingan melawan P-High School.
__ADS_1
Leo berkata, "Kamu tetap saja pemain yang tidak berguna, tidak akan pernah bisa mengatasi kegagalan dan selalu menjadi beban bagi tim kita!" dengan nada menghina yang mengguncang rasa percaya diri Alfie, namun Alfie mencoba menahan emosi dan bertekad untuk membuktikan dirinya di lapangan meskipun dihadapkan pada tekanan psikologis yang begitu besar dari Leo.
Priiit
Pertandingan pun dimulai antara Regina High School dan P-High School, dengan Alfie yang berusaha mengatasi tekanan psikologis dari Leo, ia siap membuktikan kemampuannya dan memberikan kontribusi yang berarti bagi timnya di lapangan, dengan harapan dapat meraih kemenangan yang penting dalam pertandingan ini.
Pada awal pertandingan terlihat permainan kedua tim masih dalam tempo lambat, mereka berusaha untuk saling mengenal strategi lawan dan mencari celah di pertahanan lawan, sambil tetap berhati-hati untuk tidak kebobolan gol.
Leo tampak sangat lihai dalam menguasai bola dan mengatur serangan timnya, dengan kecepatan dan ketepatan langkahnya, ia berusaha membawa Regina High School mendominasi jalannya pertandingan dan menciptakan peluang-peluang berbahaya untuk mencetak gol.
Dan tidak perlu waktu lama bagi Leo untuk mencetak gol, ia dengan akurasi dan kelincahan yang mengagumkan, melewati beberapa pemain lawan dan melepaskan tembakan keras yang menggetarkan jala gawang, membawa Regina High School unggul dalam pertandingan tersebut.
"Permainan ku berkelas internasional, tidak mungkin kalian semua bisa menghadangku para pemain lokal bodoh!" ucap Leo dengan angkuhnya dalam hati.
Ada seorang pemain P-High School yang berposisi sebagai penyerang menatap ke arah Leo dengan tatapan tajamnya, ia dengan berseringai kemudian bergumam dalam hati, "Ternyata Leo ini adalah pemain kunci dari Regina High School."
Penyerang itu bernama Carlos, ia melihat Leo sebagai pemain kunci yang harus dihadapi dengan serius, dan ia bertekad untuk memberikan perlawanan maksimal guna mengatasi permainan mengesankan dari Leo demi membawa kemenangan bagi timnya, P-High School.
"Semua pertahanan, fokus kepada Leo saja! Karena hanya dia yang bisa bermain sepak bola!" teriak Carlos kepada semua pemain bertahannya.
Dan benar saja, hampir semua bek dari P-High School menjaga Leo sehingga ia tidak bisa dengan leluasa mengembangkan permainannya, namun keberadaan Carlos sebagai penyerang yang tajam juga berhasil menciptakan tekanan bagi pertahanan Regina High School, menciptakan pertandingan yang semakin menarik dan sengit.
Terlihat Leo yang gagal melewati salah satu bek dan terjadi serangan balik, bola itu mengarah ke Carlos.
Carlos bisa mencetak gol dengan kelincahan dan ketepatan tembakan yang memperdaya kiper Regina High School, menyamakan kedudukan dan membawa pertandingan semakin menegangkan.
Ding!
__ADS_1
Alfie membuka Sistemnya.